China Larang Handle Pintu Elektrik, Tesla Jadi Sorotan di AS: Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?

Cina mengeluarkan aturan baru untuk melarang handle pintu elektrik pada mobil mulai 2027, menyusul laporan kematian akibat kegagalan mekanisme. Sementara itu, Tesla menjadi fokus investigasi di AS terkait desain pintu flush. Apakah negara lain akan mengikuti langkah Cina?

Pintu Elektrik
Sumber : Istimewa

China telah mengambil langkah proaktif dengan mengumumkan larangan resmi terhadap penggunaan handle pintu pop out atau flush yang dikendalikan secara elektrik mulai tahun 2027. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas serangkaian insiden yang berujung pada kematian akibat kegagalan mekanisme pintu saat kecelakaan. Di tengah perhatian global terhadap inovasi teknologi otomotif, isu keselamatan konsumen kembali menjadi sorotan, terutama terkait desain pintu modern yang mengutamakan estetika namun mengabaikan akses darurat.

Di Amerika Serikat, Tesla, produsen yang dianggap pionir dalam penggunaan handle pintu elektrik, tengah menjadi pusat kontroversi. Laporan dari Bloomberg, yang dikutip oleh media otomotif global, mengungkap bahwa setidaknya 15 kematian terkait kegagalan sistem mekanik-elektrik telah tercatat sejak 2012. Investigasi yang dilakukan oleh National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) juga menemukan bahwa Tesla menyumbang jumlah keluhan konsumen tertinggi di antara produsen mobil lain yang menggunakan sistem pintu elektronik.

Menurut laporan terbaru, hampir 70 model mobil di AS dilengkapi dengan sistem pembuka pintu elektronik, namun Tesla menjadi perusahaan yang paling sering disoroti. Meski mobil-mobil modern wajib dilengkapi dengan mekanisme pelepasan fisik darurat, banyak pengemudi dan penumpang mengeluhkan ketidakjelasan dalam pengoperasian fitur tersebut saat keadaan darurat. Contohnya, pada Tesla Model 3 dan Model Y, pintu belakang memerlukan pengoperasian panel trim khusus yang tidak intuitif, sementara pintu depan hanya memiliki pegangan angkat yang mungkin tidak terlihat jelas saat kecelakaan.

Upaya Tesla untuk menangani kritik ini termasuk penambahan halaman keselamatan di situs web resmi mereka di AS dan Australia. Namun, halaman tersebut lebih fokus pada fitur keselamatan umum dan tidak menjelaskan secara rinci prosedur darurat untuk mengakses pintu. Pertanyaannya, bagaimana masyarakat awam yang datang untuk membantu korban kecelakaan dapat mengetahui lokasi dan cara pengoperasian perangkat pelepasan darurat ini?

Dalam perkembangan terbaru, kepala desain Tesla mengungkapkan rencana perancangan ulang sistem pembuka pintu untuk menyederhanakan proses akses. Namun, investigasi NHTSA masih terus berlangsung, dengan fokus pada lebih dari 174.000 unit Model Y 2021 yang diduga memiliki risiko gagal fungsi pada handle pintu eksterior. Sementara itu, otoritas regulasi di negara lain, termasuk Eropa dan India, masih mempertimbangkan langkah serupa setelah melihat kebijakan China yang lebih tegas.

China, dengan kebijakan yang mulai berlaku pada 2027, menjadi negara pertama yang secara resmi melarang penggunaan handle pintu elektrik. Langkah ini dianggap sebagai langkah preventif untuk mengurangi risiko korban jiwa akibat kesalahan mekanis. Namun, pertanyaan besar tetap tergantung: Apakah negara-negara lain akan mengikuti jejak China, atau justru menunda regulasi hingga terjadi insiden serius?

Bagi konsumen, isu ini menjadi peringatan penting untuk memahami desain kendaraan yang mereka gunakan. Selain itu, produsen mobil diharapkan lebih transparan dalam menjelaskan fitur keselamatan, terutama yang berkaitan dengan akses darurat. Apakah Tesla dan produsen lain akan mengubah strategi mereka untuk memprioritaskan keselamatan di atas inovasi estetika? Hanya waktu yang bisa memberikan jawaban.

Foto - Desain Pintu Mobil Modern yang Menimbulkan Kontroversi

Pertarungan antara inovasi teknologi dan keselamatan konsumen tampaknya akan terus berlanjut. Sementara produsen mobil berlomba menciptakan desain yang menarik, otoritas regulasi di seluruh dunia harus memastikan bahwa fitur keselamatan tidak terkompromi. Bagi pengemudi, memahami risiko dan prosedur darurat terkait desain kendaraan menjadi hal krusial untuk menghindari tragedi di masa depan.

Terkait