Geely Galaxy Xingyuan Dominasi Pasar Kendaraan Listrik China 2025, Tesla dan Xiaomi Ikut Berkompetisi
Geely Galaxy Xingyuan (EX2) menjadi mobil New Energy Vehicle (NEV) terlaris di China sepanjang 2025 dengan penjualan 465.775 unit. Simak perbandingan dengan Tesla Model Y, Wuling Mini EV, dan pendatang baru seperti Xiaomi SU7 yang ikut mengisi daftar top 10.
Geely Galaxy Xingyuan, yang dikenal sebagai Geely EX2 di pasar Indonesia, mencatat prestasi gemilang sebagai mobil New Energy Vehicle (NEV) terlaris di Tiongkok sepanjang 2025. Dengan total penjualan mencapai 465.775 unit, kendaraan listrik ini berhasil mengungguli pesaing kuat seperti SGMW Wuling Hongguang Mini EV dan Tesla Model Y. Dominasi Geely Galaxy Xingyuan tidak hanya terjadi di akhir tahun, tetapi juga kerap menjadi pilihan utama konsumen secara bulanan sepanjang 2025.
Menariknya, keberhasilan Xingyuan ini terjadi setelah proses konsolidasi merek yang dilakukan Geely. Sebelumnya, model ini termasuk dalam jajaran Geometry, merek yang kemudian digabungkan ke bawah payung Geely Galaxy. Strategi ini memperkuat posisi Geely di pasar kendaraan listrik, terutama dalam persaingan dengan produsen lokal lain seperti BYD dan Xpeng.
SGMW Wuling Hongguang Mini EV, yang mencatatkan penjualan 435.599 unit, menduduki peringkat kedua. Meski angka penjualan keduanya sedikit lebih rendah, model ini tetap menjadi andalan bagi konsumen yang mencari kendaraan listrik dengan harga terjangkau dan efisiensi baterai yang baik. Sementara itu, Tesla Model Y, yang selama ini dikenal kuat di pasar global, harus puas di peringkat ketiga dengan angka 425.337 unit. Dominasi Tesla di China terlihat melalui Model Y, meski Model 3 gagal masuk sepuluh besar.
Di antara merek pendatang baru, Xiaomi SU7 menempati posisi ketujuh dengan penjualan yang melebihi 200.000 unit. Xiaomi, yang baru masuk ke pasar kendaraan listrik, menunjukkan potensi besar dengan teknologi baterai inovatif dan desain futuristik. Xpeng Mona M03 dan Li Auto L6 juga berhasil menembus daftar top 10, sementara Xiaomi YU7 menutup peringkat di posisi ke-18. Keberhasilan pendatang baru ini mencerminkan dinamika pasar yang semakin kompetitif.
Pencapaian ini tidak lepas dari strategi pemerintah Tiongkok yang mendukung adopsi kendaraan listrik melalui subsidi, insentif pajak, dan infrastruktur pengisian daya yang terus berkembang. Selain itu, kesadaran konsumen terhadap isu lingkungan hidup dan harga bahan bakar yang fluktuatif turut mendorong pertumbuhan pasar NEV. Dalam daftar 20 model terlaris, 18 di antaranya berasal dari merek lokal Tiongkok, sementara hanya dua model asing (Tesla Model 3 dan Model Y) yang mampu bersaing.
Di luar Tiongkok, keberhasilan model NEV juga terlihat di pasar internasional. Contohnya, BYD Atto 1, yang merupakan kendaraan listrik buatan Tiongkok, menempati posisi ke-10 dalam daftar mobil terlaris di Indonesia dengan penjualan wholesales mencapai 22.582 unit. Kehadiran BYD di pasar Nusantara menandai pergeseran dominasi dari merek Jepang yang selama ini mendominasi.
Geely Galaxy Xingyuan, dengan desain hatchback yang modern dan kinerja baterai terbaik di kelasnya, menjadi simbol transformasi industri otomotif Tiongkok. Sementara Tesla terus mengandalkan teknologi dan brand value global, produsen lokal seperti Geely, Xiaomi, dan Xpeng menunjukkan bahwa inovasi teknologi dan harga yang kompetitif menjadi kunci keberhasilan di pasar NEV. Tahun 2025 menjadi catatan sejarah di mana kendaraan listrik tidak hanya menjadi tren, tetapi juga kekuatan utama dalam industri otomotif global.