Deretan Mobil Listrik Terlaris Oktober 2025: BYD Mendominasi, Polytron Masuk Radar
Daftar mobil listrik terlaris Oktober 2025, BYD hingga Polytron.
Highlights :
- Penjualan mobil baru Oktober 2025 naik 17,2 persen.
- BYD menjadi merek EV terlaris dengan 9.732 unit.
- BYD Atto 1 jadi faktor utama kenaikan penjualan.
- GAC Aion, Denza, dan Xpeng menunjukkan tren positif.
- Polytron mulai masuk pasar EV dengan harga kompetitif dan opsi berlangganan.
Pasar kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan, terutama sepanjang Oktober 2025 yang mencatat lonjakan penjualan mobil baru hingga 17,2 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Lonjakan ini tak hanya memperlihatkan minat konsumen yang kian besar terhadap teknologi ramah lingkungan, tetapi juga menegaskan posisi sejumlah merek baru yang mulai mencuri perhatian.
Salah satu pemain yang paling mencolok tentu saja BYD. Berdasarkan data retail Gaikindo, BYD berhasil mengirimkan 9.732 unit kendaraan ke konsumen selama Oktober 2025. Angka ini menjadikannya sebagai merek mobil listrik dengan penjualan tertinggi bulan tersebut. Kontribusi terbesar berasal dari BYD Atto 1, model compact EV yang pertama kali meluncur di gelaran GIIAS 2025. Dengan harga mulai dari Rp 190 jutaan, mobil ini langsung menjadi primadona berkat fitur lengkap, desain modern, dan performanya yang pas untuk kebutuhan urban.
Mengikuti di posisi kedua adalah GAC Aion dengan total 442 unit. Meski belum sebesar BYD, performa Aion terbilang stabil dan terus mendapatkan tempat di segmen EV Tanah Air. Lalu ada Denza, yang hanya menjual satu model yaitu Denza D9. Meskipun pilihannya terbatas, mobil premium berkapasitas besar itu sukses mencatat 330 unit sepanjang Oktober 2025.
Xpeng juga menunjukkan tren positif. Pabrikan asal Tiongkok ini mencatat kenaikan penjualan retail dari 80 unit menjadi 104 unit. Dua model andalannya, MPV X9 dan SUV G6, masih berstatus impor utuh. Namun X9 disebut-sebut menjadi kandidat kuat untuk segera dirakit lokal, seiring meningkatnya permintaan dan strategi ekspansi Xpeng di Indonesia.
Yang cukup menarik, Polytron muncul sebagai pemain baru di pasar EV nasional. Brand ini menawarkan mobil listrik dengan harga yang cukup kompetitif, jelas ingin memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan listrik. Layaknya skema yang diterapkan VinFast, Polytron memberi opsi pembeli untuk menentukan apakah ingin membeli unit termasuk baterai atau memilih paket berlangganan.
Untuk skema berlangganan, Polytron G3 dan G3+ dibanderol Rp 299 juta hingga Rp 339 juta, ditambah biaya sewa baterai Rp 1,2 juta per bulan. Sementara bagi konsumen yang ingin membeli lengkap dengan baterai, harga Polytron G3 berada di kisaran Rp 419 juta hingga Rp 459 juta on the road Jakarta.
Kehadiran Polytron memperlihatkan bahwa persaingan kendaraan listrik semakin terbuka. Dengan hadirnya banyak pilihan baru, konsumen kini dapat menyesuaikan kebutuhan dan anggaran tanpa mengorbankan teknologi dan efisiensi.
Lonjakan penjualan Oktober 2025 mengindikasikan bahwa era elektrifikasi di Indonesia sudah semakin matang. Tak hanya pemain besar seperti BYD dan GAC Aion, tetapi juga merek baru seperti Polytron pun mulai memiliki ruang dalam pasar yang berkembang pesat ini.
Merek Mobil Listrik Terlaris Oktober 2025 (Retail)
1. BYD, 9.732 unit
2. GAC Aion, 442 unit
3. Denza, 330 unit
4. Geely, 314 unit
5. Vinfast, 161 unit
6. Xpeng, 104 unit
7. Polytron, 103 unit
8. Maxus, 15 unit
9. Seres, 14 unit
10. Neta, 13 unit
Merek Mobil Listrik Terlaris September 2025 (Retail)
1. BYD, 2.036 unit
2. GAC Aion, 452 unit
3. Denza, 369 unit
4. Geely, 207 unit
5. Vinfast, 160 unit
6. Xpeng, 80 unit
7. Polytron, 29 unit
8. Maxus, 27 unit
9. Neta, 17 unit
10. Seres, 9 unit