Toyota Hilux Generasi IX Resmi Meluncur: Inovasi Teknologi dan Strategi Ramah Lingkungan

Toyota Hilux generasi IX meluncur di Bangkok dengan platform IMV, mesin diesel 2800cc, dan rencana pengembangan versi listrik serta hidrogen. Lihat detail spesifikasi dan strategi Toyota Multi Pathway.

Toyota Hilux
Sumber : Istimewa

Toyota Hilux generasi IX resmi meluncur di Bangkok, Thailand, pada 10 November 2023, memperkuat dominasi pikap legendaris ini di pasar global. Meski spekulasi sebelumnya menyebut penggunaan platform TNGA-F (seperti Land Cruiser 300 atau Tundra), pihak Toyota memastikan Hilux IX tetap menggunakan kerangka ladder frame International Multi-purpose Vehicle (IMV), yang juga digunakan oleh Fortuner dan Hilux Rangga. Keputusan ini menunjukkan komitmen Toyota untuk menjaga keseimbangan antara performa andal dan efisiensi produksi.

Kehadiran Hilux IX menjadi bagian dari strategi global Toyota yang dikenal sebagai Toyota Multi Pathway, yaitu inisiatif untuk menghadirkan solusi ramah lingkungan melalui berbagai teknologi, termasuk kendaraan listrik murni (BEV), baterai hidrogen (FCEV), hingga mesin konvensional. Di ajang peluncuran, Toyota memamerkan tiga varian utama: mesin diesel 2800cc, prototipe BEV, dan rencana FCEV yang akan dijual di Eropa dan Oceania pada 2028.

Untuk varian diesel, Hilux IX dipersenjatai mesin 4 silinder 1GD-FTV 2.8L yang sama dengan Fortuner saat ini. Mesin ini diklaim mampu menghasilkan tenaga 174 hp dan torsi 300 Nm, dengan transmisi otomatis 6-percepatan. Varian ini akan mulai dipasarkan di Jepang pada pertengahan 2024, sementara pasar internasional akan mengikuti sesuai strategi regional.

Kendaraan listrik (BEV) yang diperkenalkan dalam bentuk prototipe dilengkapi baterai lithium-ion 59,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 300 km (NEDC) untuk versi 4WD. Performa motor listriknya mencapai 144 kW (193 hp), cukup untuk mendukung kemampuan off-road yang tangguh. Spesifikasi ini menjadikan Hilux BEV sebagai contoh inovasi Toyota dalam menggabungkan teknologi listrik dengan keandalan pikap.

Untuk versi FCEV (fuel cell electric vehicle), Toyota belum merilis detail teknis. Namun, pihak produsen menyatakan bahwa model ini akan fokus pada pasar Eropa dan Oceania, dengan target penjualan pada 2028. Teknologi hidrogen dianggap sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi emisi karbon, terutama di daerah dengan infrastruktur hidrogen yang terbangun.

Strategi Toyota Multi Pathway tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada keberlanjutan. Hilux IX dirancang untuk memenuhi berbagai regulasi emisi global, termasuk Euro 6 di Eropa dan standar emisi AS. Selain itu, Toyota berencana mengintegrasikan material daur ulang hingga 80% dalam komponen kendaraan, sejalan dengan tujuan netral karbon pada 2040.

Di pasar Thailand, Hilux IX langsung mendapat respons positif karena kombinasi harga kompetitif dan fitur canggih seperti sistem hiburan 9 inci, mode berkendara adaptif, dan fitur keselamatan aktif. Harga mulai dari 1,3 juta baht (sekitar Rp580 juta) untuk varian tertinggi, dengan pilihan mesin diesel dan transmisi otomatis.

Ke depan, Toyota berencana memperluas jangkauan Hilux IX ke pasar Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Latin, di mana pikap menjadi kendaraan utama untuk kebutuhan komersial dan pribadi. Dengan inovasi teknologi dan strategi ramah lingkungan, Hilux IX berpotensi mempertahankan posisinya sebagai salah satu pikap terlaris di dunia hingga 2030.

Terkait