Sentul: Sirkuit Lawas Penuh Sejarah, dari Impian F1 Sampai Jadi Saksi Bisu MotoGP Pertama RI

Mengulik sejarah Sirkuit Sentul, sirkuit internasional pertama Indonesia.

Sentul: Sirkuit Lawas Penuh Sejarah
Sumber : Istimewa

Highlights :

  • Sentul dibangun untuk menggantikan Sirkuit Ancol yang sudah tidak layak untuk ajang internasional.
  • Ide pembangunan sirkuit bertaraf internasional ini diinisiasi oleh Tommy Soeharto di era 1990-an.
  • Sirkuit Sentul dibangun dengan standar FIA, menggunakan lebar lintasan 15 meter dan aspal impor jenis Porus.
  • Sirkuit Sentul menjadi tuan rumah GP 500 (nama lama MotoGP) pada tahun 1996 dan 1997, di mana pembalap legendaris Michael Doohan dan Valentino Rossi pernah beraksi.

Sebelum heboh dengan Mandalika, Indonesia sudah punya arena balap internasional yang legendaris: Sirkuit Sentul di Bogor. Sirkuit ini bukan sekadar lintasan, tapi saksi bisu ambisi besar Indonesia di kancah balap dunia, terutama di era 90-an. 



Cerita Sentul bermula dari kebutuhan. Sebelumnya, Indonesia punya Sirkuit Ancol. Namun, seiring waktu sirkuit di Jakarta Utara itu dianggap sudah tidak layak lagi untuk menggelar ajang balap internasional dan akhirnya digusur pada 1992. Indonesia butuh "rumah" balap baru yang mampu menyelenggarakan balapan bertaraf internasional.

Di sinilah peran Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto muncul. Sebagai pecinta otomotif garis keras, putra bungsu Presiden Soeharto kala itu, menjadi inisiator utama pembangunan sirkuit berstandar internasional. Impiannya tinggi: Indonesia harus bisa jadi tuan rumah F1 dan MotoGP!



Peletakan batu pertama dilakukan sejak tahun 1986, dan pembangunan Sentul akhirnya diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1993. Tommy tak main-main dalam membangun. Sentul dirancang oleh konsultan internasional, memiliki panjang 4,12 km, lebar lintasan 15 meter, dan menggunakan aspal impor khusus, semuanya demi memenuhi standar FIA (Federasi Otomotif Internasional). Kabarnya, sirkuit ini menelan biaya sekitar Rp 120 miliar kala itu.



Momen emas Sentul terjadi pada tahun 1996 dan 1997 ketika Sentul sukses menjadi tuan rumah GP 500 (nama lama dari MotoGP). Nama-nama besar seperti Michael Doohan, Mick Doohan, bahkan Valentino Rossi (yang saat itu masih di kelas 125cc), pernah mencicipi aspal legendaris ini. Sentul sempat membuat Indonesia bangga sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang bisa menggelar balapan motor kelas dunia.



Meski kini pamornya sempat meredup dan hanya fokus pada kejuaraan lokal seperti ISSOM, Sentul tetaplah pahlawan tanpa tanda jasa. Ia adalah landasan bagi mimpi para pembalap nasional dan menjadi saksi pertama kali Indonesia menyambut event balap motor dunia.


Terkait