Spesifikasi BYD Racco EV: Kei Car Listrik Pertama BYD yang Siap Guncang Pasar
Spesifikasi BYD Racco EV, kei car listrik terbaru dari BYD.
- Kategori
- :
- Mobil
- Tanggal
- :
- Rabu, 25 Feb 2026 09:05:30
- Penulis
- :
- Kata Kunci
- :
- Byd Racco Ev Spesifikasi Byd Racco
Highlights:
- BYD Racco EV disebut sebagai kei car listrik pertama BYD
- Dirancang khusus mengikuti regulasi kei car Jepang
- Dimensi ultra kompak, efisien untuk kota padat
- Berpotensi jadi model listrik murah paling menarik di Asia
Ketika membaca laporan dari Electrek soal kei car listrik pertama BYD yang disebut BYD Racco EV, saya langsung teringat bagaimana pasar Jepang punya aturan unik untuk mobil mungil. Kategori kei car membatasi dimensi dan kapasitas mesin, atau dalam konteks listrik, output tenaga. Dan kini, BYD masuk ke arena yang selama puluhan tahun dikuasai pabrikan lokal Jepang.
Racco EV dirancang mengikuti regulasi kei car Jepang. Artinya panjangnya tak boleh lebih dari 3,4 meter, lebar maksimal 1,48 meter, dan tinggi sekitar 2 meter. Output motor listriknya pun dibatasi sekitar 47 kW atau setara 63 hp. Angka tersebut mungkin terdengar kecil, namun untuk mobil ultra ringkas berbobot ringan, performanya cukup lincah di kota.
Dari sisi baterai, BYD hampir pasti membekali Racco EV dengan Blade Battery berbasis LFP yang sudah menjadi andalan mereka. Kapasitasnya diperkirakan berada di kisaran 20–30 kWh. Dengan standar pengujian Jepang, jarak tempuhnya bisa menyentuh sekitar 180–250 km tergantung siklus uji. Untuk mobilitas harian dalam kota, angka tersebut realistis.
Desainnya boxy, khas kei car, dengan kabin tinggi untuk memaksimalkan ruang kepala. Layout interior kemungkinan sederhana dengan layar infotainment sentral dan panel digital. Fokusnya efisiensi ruang, bukan kemewahan. Filosofinya praktis.
Langkah ini menarik karena pasar kei car Jepang sangat protektif dan kompetitif. Pemain seperti Daihatsu, Suzuki, dan Nissan sudah menguasai segmen ini selama puluhan tahun. Jika BYD berani masuk, berarti mereka yakin bisa menawarkan kombinasi harga dan teknologi yang mengganggu status quo.
Memang di Indonesia kita tidak punya regulasi kei car seperti Jepang. Namun kebutuhan mobil kecil untuk kota padat sangat relevan. Jalan sempit, parkir terbatas, dan biaya operasional tinggi membuat city car listrik kompak punya potensi. Masalahnya selalu harga.
Saat ini, mobil listrik di Indonesia masih berada di kisaran harga yang membuatnya menjadi pilihan rasional kelas menengah atas. Kalau BYD bisa memproduksi model ultra kompak dengan biaya lebih rendah, peluangnya terbuka lebar.
Sebagai pengamat yang mengikuti perkembangan mobil listrik sejak era percobaan hingga kini jadi arus utama, saya melihat BYD sebagai pemain yang agresif dan sistematis. Mereka menguasai produksi baterai, punya skala manufaktur besar, dan berani masuk segmen yang dianggap sulit.
Racco EV mungkin tidak ditujukan langsung untuk Indonesia. Fokus awalnya jelas Jepang. Namun bila strategi global BYD berjalan mulus, bukan tak mungkin platform ini melahirkan versi global untuk Asia Tenggara.
Dari sisi konsumen Indonesia, pertanyaannya sederhana. Apakah kita siap menerima mobil sekecil itu sebagai kendaraan utama? Atau ia akan diposisikan sebagai mobil kedua untuk komuter harian?
Saya pribadi melihat potensi besar untuk keluarga muda di kota besar. Bayangkan mobil listrik mungil, mudah parkir di gang sempit, biaya listrik jauh lebih murah dibanding bensin, dan perawatan minimal.
Pada akhirnya, kehadiran BYD Racco EV menunjukkan satu hal: pasar mobil listrik belum mencapai bentuk finalnya. Masih banyak eksperimen format dan ukuran. Dan mungkin, mobil masa depan kota besar bukan SUV besar, melainkan kotak kecil yang efisien.
Bagaimana menurut Anda? Kalau Racco EV masuk Indonesia dengan harga kompetitif, apakah layak jadi daily driver?