Inilah Semua Alfa Romeo Milik Carabinieri: Sejarah 75 Tahun Gazzelle Italia
Dari Matta ke Giulia Quadrifoglio, sejarah Alfa Romeo Gazzelle Carabinieri.
Highlights:
- Alfa Romeo dan Carabinieri merayakan 75 tahun kemitraan bersejarah.
- Armada Gazzelle dimulai dari 1900 M “Matta” tahun 1951.
- Sejumlah model ikonik telah dipakai, dari Giulia hingga Tonale hybrid terbaru.
- Koleksi bersejarah dipajang di Museo Storico Alfa Romeo, Arese.
Kalau bicara soal mobil polisi dengan aura khusus, tidak sedikit penggemar otomotif langsung membayangkan garis bodi klasik, sirene yang menggema, dan warna gelap berdetail cerah. Di Italia, salah satu ikon seperti ini lahir dari hubungan yang telah berjalan puluhan tahun antara Alfa Romeo dan pasukan Carabinieri, gendarmerie nasional Italia yang punya peran unik sebagai satuan militer dan penegak hukum sipil.
Sejarah panjang ini punya banyak liku, dari kendaraan niaga pascaperang hingga sport sedan berperforma tinggi—semuanya dengan julukan sederhana namun kuat: “Gazzelle” (gazelle dalam bahasa Italia), simbol hasrat untuk tangkas, cepat, dan responsif di jalan.
Pertemuan Alfa Romeo dengan Carabinieri dimulai di era pascaperang. Pada tahun 1951, unit pertama yang masuk layanan adalah 1900 M “Matta”—sebuah kendaraan tangguh yang awalnya dirancang untuk medan berat dan daerah pedesaan Italia. Tahun berikutnya, sedan Alfa Romeo 1900 menjadi basis dari Gazzella pertama, kendaraan patroli yang merangsek keluar dari peran militer murni dan masuk ke pusat kota.
Kisah ini seperti refleksi perubahan masyarakat Italia kala itu. Jalanan mulai padat, ekonomi pulih, dan kebutuhan akan mobil patroli cepat dan andal meningkat drastis. Alfa Romeo hadir dengan karakter berkendara yang sporty tanpa mengorbankan kenyamanan, satu kombinasi yang pada dekade itu teramat langka.
Dekade 1960-an menjadi masa gemilang bagi hubungan ini. Alfa Romeo Giulia mengambil alih tugas sebagai Gazzella utama dari 1963 sampai 1968, dan rekor-rekor prestasinya sebagai mobil patroli tangkas masih dirayakan hingga kini. Performanya yang gesit, kemampuan bermanuver, dan kultur mekanisnya membuat Giulia bukan sekadar mobil polisi, melainkan simbol kecepatan dalam layanan darurat.
Sebagai jurnalis yang sering berkeliling padang rumput antarnegara untuk meliput otomotif klasik, saya selalu takjub melihat bagaimana mobil yang lahir dari kompetisi bisa menjadi alat layanan publik yang efektif. Giulia menang di lintasan, dan ia juga menang dalam tugas rutin Carabinieri.
Seiring waktu, era Gazzelle berlanjut mengikuti evolusi Alfa Romeo. Dari sedan legenda seperti Alfetta, Alfa 75, Alfa 90, 156, hingga 159—semuanya sempat dipakai oleh Carabinieri di era masing-masing. Setiap model mencerminkan karakter teknis pada masanya, sambil tetap mempertahankan warna khas Carabinieri: biru tua dengan atap putih dan garis merah yang elegan.
Saya kerap berpikir bahwa pilihan ini lebih dari sekadar mekanika. Ada cerita budaya dalam pemilihan mobil patroli. Kalau banyak negara memilih mobil utilitas atau sedan generik, Italia memilih Alfa Romeo sebuah pabrikan yang punya filosofi berkendara. ‘Mobil polisi harus cepat dan gesit’ bukan sekadar slogan, melainkan kebutuhan nyata di jalan berkelok dan padat.
Memasuki abad ke-21, sejarah Gazzelle tetap berjalan. Model Giulia Quadrifoglio, versi performa tinggi sedan Alfa Romeo dengan mesin V6 520 hp, pernah dipakai oleh unit khusus Carabinieri, penggabungan teknologi modern dengan tradisi legendaris yang panjang.
Dan sekarang, kita melihat langkah baru dalam bentuk Alfa Romeo Tonale Hybrid—SUV kompak hibrida yang bergabung dalam armada dengan persiapan modern seperti partial armor, sel tahanan kecil, dan peralatan operasional terbaru. Armada Tonale ini akan melengkapi kendaraan mobil radio unit di seluruh Italia dalam batch lebih dari 400 unit yang direncanakan.
Komitmen ini bukan sekadar soal produk baru. Ia menunjukkan bahwa merek Italia legendaris ini masih percaya bahwa mobil polisi harus relevan dengan kebutuhan fungsional modern bukan sekadar simbol atau atraksi.
Bagi yang ingin menelusuri seluruh perjalanan ini secara visual, Alfa Romeo Museum di Arese punya ruang khusus bernama “Alfa Romeo in Uniform”. Di sana dipajang beberapa model bersejarah yang dipakai oleh Carabinieri, dari Matta hingga Giulia klasik—sebuah arsip hidup dari hubungan erat yang telah berjalan lebih dari tujuh dekade.
Bagi saya, warisan panjang ini bukan sekadar soal mobil. Ia tentang bagaimana hubungan antara produk otomotif dan kebutuhan publik bisa berkembang menjadi bagian dari memori kolektif sebuah bangsa. Sebuah mobil yang melaju kencang di jalan kota bukan hanya mengejar angka top speed, melainkan kadang juga mengejar keselamatan, layanan, dan ritme kehidupan masyarakat di sekitarnya.