Tesla Resmi Pensiunkan Model S dan Model X Mulai 2026

Tesla hentikan Model S dan X pada 2026, fokus ke AI dan robot.

  • Tanggal
  • :
  • Kamis, 12 Feb 2026 12:05:10
Tesla Model S
Sumber : Istimewa

Highlights:

  • Tesla menghentikan produksi Model S dan Model X pada kuartal II 2026
  • Pabrik Fremont akan dialihkan untuk produksi robot humanoid Optimus
  • Model S dan X dianggap kurang relevan di pasar EV modern
  • Penjualan Tesla turun untuk pertama kalinya sepanjang 2025
  • Fokus Tesla bergeser ke AI, robotaxi, dan teknologi otonom

Tesla resmi mengumumkan keputusan besar yang menandai akhir sebuah era. Perusahaan kendaraan listrik asal Amerika Serikat itu akan menghentikan produksi dua model ikoniknya, Model S dan Model X, pada kuartal kedua 2026. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh CEO Tesla, Elon Musk, dalam paparan kinerja keuangan kuartal IV 2025.

Musk menyebut penghentian produksi ini sebagai “pelepasan yang terhormat” bagi kedua model flagship tersebut. Dengan keputusan ini, lini kendaraan produksi Tesla nantinya hanya menyisakan Model 3, Model Y, dan Cybertruck. Langkah ini sekaligus menegaskan perubahan arah bisnis Tesla yang kini tak lagi semata berfokus pada industri otomotif.



Sebagai bagian dari transisi tersebut, Tesla berencana mengalihkan fungsi Fremont Factory di Amerika Serikat—yang selama ini memproduksi Model S dan X—menjadi fasilitas manufaktur robot humanoid Optimus. Musk menyebut target jangka panjang produksi Optimus bisa mencapai satu juta unit, seiring keyakinannya bahwa masa depan teknologi akan sepenuhnya mengarah ke otomatisasi.

Meski produksi akan dihentikan, Tesla memastikan layanan purna jual untuk Model S dan X tetap tersedia selama kendaraan tersebut masih digunakan oleh konsumen. Pernyataan ini menjadi angin segar bagi pemilik lama yang khawatir soal dukungan jangka panjang.



Model S sendiri pertama kali meluncur pada 2012 dan dianggap sebagai tonggak penting dalam sejarah mobil listrik modern. Sedan ini membuktikan bahwa kendaraan listrik tidak hanya efisien, tetapi juga menarik, cepat, dan layak dimiliki sebagai mobil utama. Pada masanya, Model S menawarkan jarak tempuh hingga 427 kilometer dan performa yang mampu menandingi mobil sport bermesin konvensional.

Kesuksesan tersebut berlanjut dengan kehadiran Model X pada 2015. SUV listrik ini mencuri perhatian lewat desain pintu falcon-wing yang futuristik serta konfigurasi kabin yang ramah keluarga. Di tengah tren SUV global, Model X menjadi simbol bahwa mobil listrik juga bisa praktis dan mewah sekaligus.



Namun, pasar terus bergerak. Preferensi konsumen kini mengarah ke kendaraan listrik yang lebih terjangkau dengan platform teknologi terbaru. Berdasarkan laporan pengiriman Tesla sepanjang 2025, Model 3 dan Model Y menyumbang lebih dari 1,5 juta unit penjualan global. Sebaliknya, Model S, Model X, dan Cybertruck secara kolektif hanya menyumbang sekitar 50 ribu unit.

Penurunan minat ini turut berdampak pada performa perusahaan. Sepanjang 2025, Tesla mencatat penurunan pengiriman tahunan sebesar 8,6 persen dan penurunan pendapatan sekitar 3 persen, menjadi yang pertama dalam sejarah perusahaan. Kondisi ini memperkuat alasan Tesla untuk merombak fokus bisnisnya.



Ke depan, Tesla akan menggelontorkan investasi besar ke proyek Robotaxi dan pengembangan teknologi otonom. Musk mengungkapkan bahwa ratusan unit Robotaxi sudah beroperasi di Austin, Texas, dan kendaraan khusus bernama CyberCab ditargetkan mulai diproduksi dalam waktu dekat.

Dengan berakhirnya Model S dan Model X, Tesla seakan menutup bab penting dalam sejarah otomotif listrik. Namun di saat yang sama, perusahaan membuka lembaran baru sebagai pemain utama di dunia kecerdasan buatan, robotika, dan mobilitas masa depan. Tesla kini bukan lagi sekadar produsen mobil, melainkan perusahaan teknologi dengan visi jauh melampaui aspal jalan raya.

Terkait