Toyota dan Subaru Kembangkan Transmisi Manual untuk Mobil Listrik
Toyota dan Subaru patenkan transmisi manual untuk mobil listrik berteknologi software.
- Kategori
- :
- Mobil
- Tanggal
- :
- Senin, 09 Feb 2026 12:05:22
- Penulis
- :
- Kata Kunci
- :
- Toyota Subaru Mobil Listrik Teknologi Ev Toyota Ev Subaru Ev
Highlights:
- Toyota dan Subaru mendaftarkan paten transmisi manual khusus mobil listrik
- Sensasi berkendara manual dihadirkan lewat software dan sensor
- Transmisi bersifat opsional dan bisa dinonaktifkan
- Teknologi tiruan engine braking dan suara buatan ikut dikembangkan
- Ditujukan untuk penggemar mobil manual di era elektrifikasi
Kolaborasi dua raksasa otomotif Jepang, Toyota dan Subaru, kembali mencuri perhatian publik. Kali ini bukan soal desain atau performa, melainkan pendekatan unik untuk membuat mobil listrik terasa lebih “hidup”. Keduanya diketahui telah mendaftarkan paten transmisi manual khusus untuk kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV).
Di tengah tren elektrifikasi yang serba senyap dan instan, Toyota dan Subaru justru mencoba menghadirkan kembali sensasi klasik berkendara mobil manual. Meski secara teknis mobil listrik tidak membutuhkan transmisi konvensional, sistem yang dipatenkan ini dirancang untuk meniru pengalaman mengemudi mobil manual secara realistis.
Dalam dokumen paten yang dipublikasikan, dijelaskan bahwa transmisi manual tersebut bekerja berbasis software. Sistem ini terhubung dengan berbagai sensor kendaraan untuk mengatur torsi motor listrik sesuai dengan posisi gigi yang dipilih pengemudi. Dengan kata lain, tenaga tidak langsung disalurkan penuh, melainkan bertahap layaknya mobil manual bermesin bensin.
Menariknya, fitur transmisi manual ini bersifat opsional. Pengemudi bisa mengaktifkan atau menonaktifkannya sesuai preferensi. Hal ini memberi kebebasan bagi pengguna EV yang ingin menikmati sensasi berkendara manual, tanpa mengorbankan kenyamanan khas mobil listrik.
Subaru sendiri menaruh perhatian besar pada detail keselamatan. Mereka mengadaptasi konsep yang umum ditemukan pada mobil manual modern, yakni mesin tidak akan aktif jika transmisi tidak berada di posisi netral. Teknologi ini dikembangkan dalam sistem yang mereka sebut Jackrabbit Start Suppression Device, yang bertujuan mencegah kendaraan bergerak secara tidak sengaja saat dinyalakan.
Sementara itu, Toyota sebenarnya sudah lebih dulu bereksperimen dengan konsep serupa. Pabrikan ini pernah memperkenalkan prototipe mobil listrik performa tinggi dengan transmisi manual pada Lexus UX300e. Pada model tersebut, pengemudi dapat merasakan efek engine braking saat menurunkan gigi, meskipun seluruhnya dihasilkan secara artifisial.
Untuk semakin memperkuat nuansa mobil manual, Toyota bahkan menambahkan suara buatan yang diatur melalui sound map komersial. Suara tersebut dirancang menyerupai karakter mesin konvensional, sehingga pengalaman berkendara terasa lebih emosional dan engaging.
Kehadiran mobil listrik dengan transmisi manual tentu menjadi angin segar, terutama bagi pecinta otomotif yang masih setia dengan sensasi “mengoper gigi”. Meski tidak bisa sepenuhnya menggantikan pengalaman mobil manual sejati, teknologi ini setidaknya mampu mengobati kerinduan di tengah dominasi kendaraan listrik.
Hingga saat ini, baik Toyota maupun Subaru belum mengumumkan secara resmi kapan teknologi tersebut akan diproduksi massal. Namun langkah pendaftaran paten ini menjadi sinyal kuat bahwa masa depan mobil listrik tidak selalu harus kehilangan unsur emosional dalam berkendara.