Melihat Produksi Mobil Listrik Aletra di Purwakarta: Kemajuan Baru untuk Industri Otomotif Indonesia.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar kendaraan listrik, Aletra bekerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor di Purwakarta, Jawa Barat. Proses perakitan Aletra L8 EV berjalan dengan kapasitas 6 unit per jam per shift, dengan target produksi 2.000 unit hingga 2026. Simak detailnya di sini!

Pabrik Aletra
Sumber : Istimewa

Industri otomotif Indonesia tengah mengalami transformasi signifikan dengan maraknya produksi kendaraan listrik (EV). Salah satu perusahaan yang menjadi sorotan adalah Aletra, merek mobil yang menggandeng PT Handal Indonesia Motor untuk merakit Aletra L8 EV di fasilitas pabrik yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat. Kunjungan ke lokasi tersebut (21/1) memberikan gambaran tentang bagaimana proses perakitan kendaraan listrik terkini berlangsung di tanah air.

Pabrik yang beroperasi di Purwakarta ini menjadi pusat perakitan Aletra L8 EV, sebuah mobil listrik yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor. Proses produksi berlangsung di salah satu jalur produksi (line) yang mampu merakit hingga 6 unit kendaraan per jam per shift. Kecepatan ini menunjukkan komitmen Aletra untuk mempercepat penuhi target produksi 2.000 unit hingga 2026, sekaligus meningkatkan Total Kandungan Dalam Negeri (TKDN) hingga 40 persen.

Perakitan Aletra L8 EV dilakukan secara bertahap. Komponen utama seperti body shell dan sasis diimpor langsung dari Cina, sementara proses pemasangan kaki-kaki, interior, motor listrik, hingga instalasi perangkat lunak dilakukan di dalam pabrik. Strategi ini dirancang untuk memastikan kualitas produksi tetap terjaga sekaligus mendukung perekonomian lokal melalui penggunaan komponen lokal sebanyak mungkin.

Persiapan fasilitas produksi Aletra di Purwakarta sebenarnya telah dimulai sejak awal 2025. Namun, perusahaan memilih melakukan evaluasi lanjutan sebelum memulai produksi penuh. "Sejak Januari 2025 pabrik sudah siap, tetapi kami ingin memastikan semua aspek matang untuk jangka panjang," ujar Marsellinus Christo Antyo, Product Manager Aletra. Evaluasi ini mencakup pengoptimalan alur kerja, pelatihan tenaga kerja, serta penguatan infrastruktur pendukung.

Produksi perdana Aletra L8 EV secara resmi dimulai pada Mei 2025. Sejak saat itu, pabrik di Purwakarta mulai beroperasi penuh untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat. "Kami fokus pada produksi hingga Mei karena permintaan cukup tinggi. Investasi dilakukan secara bertahap agar kapasitas produksi tetap terjaga," tambah Marsellinus. Langkah ini menunjukkan strategi jitu Aletra dalam mengelola risiko sekaligus memastikan ketersediaan pasokan kendaraan listrik di pasar.

Salah satu aspek penting dalam produksi Aletra L8 EV adalah pencapaian TKDN sebesar 40 persen. Angka ini menjadi syarat wajib bagi produsen kendaraan listrik di Indonesia untuk memenuhi regulasi pemerintah. Dengan TKDN yang tinggi, Aletra tidak hanya mendukung industri otomotif dalam negeri, tetapi juga memperkuat kompetitifitas produknya di pasar internasional.

Proses perakitan yang kompleks melibatkan teknologi canggih dan tenaga kerja terampil. Setiap unit Aletra L8 EV melalui tahap pemeriksaan kualitas yang ketat sebelum dikirim ke konsumen. Hal ini menjamin bahwa setiap kendaraan yang diproduksi memenuhi standar internasional.

Keberhasilan Aletra dalam menghadirkan pabrik perakitan di Purwakarta juga menjadi contoh kolaborasi antara perusahaan asing dan lokal dalam memajukan industri otomotif Indonesia. PT Handal Indonesia Motor, sebagai mitra strategis, membawa pengalaman luas dalam manajemen produksi dan distribusi kendaraan.

Masa depan industri kendaraan listrik di Indonesia semakin cerah dengan adanya inisiatif seperti ini. Aletra L8 EV tidak hanya menjadi simbol inovasi teknologi, tetapi juga perwujudan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Foto - Berkunjung Langsung Ke Fasilitas Perakitan Aletra Di Pabrik Handal

Terkait