Ford Siapkan Teknologi Hybrid demi Menjaga Raptor V8 Tetap Hidup

Ford siapkan teknologi hybrid demi mempertahankan mesin V8 pada Raptor masa depan.

Ford Raptor V8
Sumber : Istimewa

Highlights:

  • Ford berencana mengawinkan mesin V8 dengan teknologi hybrid
  • Hybrid dianggap solusi menjaga performa dan emisi
  • Raptor tetap fokus sebagai off-roader paling buas
  • Konsumen masih menginginkan raungan mesin V8
  • Ford belajar dari kegagalan strategi Mercedes-AMG


Isu elektrifikasi tak selalu berarti mesin besar harus punah. Ford justru melihat teknologi hybrid sebagai jalan tengah untuk mempertahankan mesin V8, khususnya pada lini Raptor yang dikenal sebagai pickup off-road berperforma ekstrem. Ke depan, generasi terbaru Ford Raptor berpotensi mengusung sistem hybrid tanpa harus mengorbankan karakter buas yang sudah melekat.

Pernyataan tersebut mengemuka langsung dari jajaran petinggi Ford. CEO Ford, Jim Farley, mengungkapkan bahwa elektrifikasi pada model performa, termasuk Raptor, akan lebih difokuskan untuk meningkatkan kemampuan kendaraan, bukan sekadar menekan konsumsi bahan bakar. Menurutnya, hybridisasi justru membuka peluang baru untuk mendongkrak performa kendaraan off-road.



Ford sendiri sudah memiliki pengalaman positif dengan teknologi hybrid. F-150 Hybrid (PowerBoost) kini menjadi salah satu varian terlaris, membuktikan bahwa pasar tidak alergi terhadap elektrifikasi, selama performa tetap menjadi prioritas. Farley menegaskan bahwa investasi Ford di teknologi hybrid akan terus dipercepat dan mencakup model-model off-road.

Sinyal paling kuat datang dari Will Ford, putra Bill Ford sekaligus pimpinan Ford Racing. Ia secara terbuka menyebut bahwa sistem hybrid dapat menjadi “penyelamat” mesin V8 agar tetap eksis lebih lama. Kombinasi motor listrik dengan V8 diyakini mampu membantu Ford memenuhi regulasi emisi dan efisiensi bahan bakar, tanpa harus mengorbankan tenaga dan suara khas delapan silinder.



Langkah ini dinilai realistis, terutama melihat respons pasar. Rival Ford, Ram, bahkan kembali menghadirkan mesin Hemi V8 yang dipadukan dengan sistem mild hybrid eTorque. Fakta tersebut menunjukkan bahwa konsumen masih menginginkan mesin besar, selama pabrikan mampu menyesuaikannya dengan tuntutan zaman.

Raptor R dengan mesin V8 supercharged menjadi bukti bahwa masih ada segmen pembeli yang rela membayar mahal demi performa dan sensasi berkendara autentik. Ford pun tampaknya tak ingin mengulangi kesalahan yang dilakukan Mercedes-AMG, yang mengganti mesin V8 legendaris dengan mesin empat silinder hybrid. Meski lebih bertenaga di atas kertas, keputusan tersebut justru menuai kekecewaan dari para penggemar.



Ford sendiri dikenal sebagai pionir dalam strategi downsizing mesin pickup. Sejak 2011, EcoBoost V6 3.5 liter sudah menjadi tulang punggung F-150 dan Raptor, menawarkan tenaga besar dengan efisiensi lebih baik. Bahkan hingga 450 tenaga kuda, mesin V6 ini mampu memenuhi ekspektasi pasar sebelum akhirnya Raptor R hadir membawa kembali V8.

Saat ini, F-150 PowerBoost menggabungkan mesin V6 EcoBoost dengan motor listrik, menghasilkan tenaga 430 hp dan torsi 570 lb-ft. Sistem ini lebih menitikberatkan pada peningkatan performa dan utilitas, termasuk kemampuan menyuplai daya listrik untuk kebutuhan kerja.

Melihat arah kebijakan Ford, jelas bahwa hybrid bukan musuh performa, melainkan alat untuk mempertahankan DNA Raptor. Jika rencana ini terealisasi, masa depan Raptor tetap keras, bertenaga, dan yang terpenting masih mengaum dengan V8.

Terkait