Dreame Nebula: Hypercar Listrik 1.876 HP yang Mengguncang CES 2026
Dreame, produsen peralatan rumah tangga Tiongkok, debutkan mobil konsep Nebula di CES 2026 dengan tenaga 1.876 HP, akselerasi 0-100 km/jam dalam 1,8 detik, dan desain futuristik. Simak detail teknologi, desain, dan rencana ekosistem Xiaomi.
Di tengah geliat industri otomotif global yang beralih ke kendaraan listrik, perusahaan teknologi Tiongkok, Dreame, mencuri perhatian dunia. Produsen penyedot debu yang dikenal sebagai bagian dari ekosistem Xiaomi ini resmi memamerkan mobil konsep pertamanya, Dreame Nebula, di ajang CES 2026, Las Vegas. Mobil ini bukan hanya sekadar inovasi teknologi, tetapi juga simbol ambisi Dreame yang beranjak dari sektor konsumen ke industri mobil listrik.
Menariknya, hypercar listrik ini dibekali four-motor all-wheel drive dengan total tenaga mencapai 1.876 hp (1.399 kW), mampu melibas akselerasi dari 0–100 km/jam hanya dalam 1,8 detik. Angka ini mengungguli rekor Xiaomi SU7 Ultra (1,97 detik) dan Hyptec SSR (1,9 detik) yang sempat mencuri perhatian pasar. Performa luar biasa ini didukung oleh sistem aerodinamika aktif, termasuk active aero kit yang mengoptimalkan downforce dan efisiensi energi.
Desain Nebula menggabungkan estetika futuristik dengan elemen sporty. Mobil ini mengusung bodi dengan material carbon fiber yang ringan dan kuat, dihiasi aksen serat karbon pada pilar A, pelek palang enam, serta lampu depan berbentuk huruf L. Di bagian belakang, full-width LED taillights, sayap belakang tetap besar, dan diffuser dua lapis menjadi sorotan. Meski tampilannya mengacu pada Bugatti Chiron dan Rolls-Royce Cullinan, Dreame mengklaim desain ini dirancang untuk memenuhi standar keselamatan global.
Uniknya, Nebula tidak memiliki door handles konvensional. Pengemudi diharapkan membuka pintu secara manual atau melalui sistem sensor. Namun, desain ini terganjal regulasi Tiongkok yang mewajibkan door handles untuk akses darurat. Meski begitu, Dreame menyatakan akan menyesuaikan versi produksi sesuai regulasi setempat.
Dreame, yang didirikan oleh Yu Hao pada 2017, sebelumnya dikenal sebagai produsen peralatan rumah tangga premium. Masuknya perusahaan ke industri otomotif diumumkan Agustus 2025, diiringi teaser mobil konsep bernama Kosmera yang menyerupai supercar eksotis. Nama ini kemudian diganti menjadi Nebula menjelang debut resmi, mungkin untuk menekankan visi perusahaan dalam menciptakan kendaraan yang melambangkan keindahan galaksi.
Di CES 2026, Nebula tampil dengan balutan warna hijau metalik dan detail carbon fiber yang memukau. Meski interior belum diungkap, foto-foto yang beredar menunjukkan kabin dengan teknologi smart display dan sistem hiburan canggih. Dreame mengisyaratkan bahwa mobil ini akan menjadi bagian dari ekosistem IoT Xiaomi, memungkinkan integrasi dengan perangkat rumah tangga lainnya.
Langkah Dreame memasuki pasar otomotif dinilai ambisius, terutama mengingat keterbatasan pengalaman mereka di sektor ini. Namun, dengan dukungan teknologi Xiaomi dan modal besar dari investasi ekosistem, perusahaan optimis untuk bersaing dengan pemain besar seperti Tesla, NIO, dan BYD. Tujuan jangka panjangnya adalah menembus pasar Eropa dan Amerika Serikat dengan model yang lebih terjangkau.
Walaupun masih berupa konsep, Dreame Nebula telah menciptakan buzz dalam komunitas otomotif. Performa luar biasa, desain futuristik, dan integrasi teknologi IoT menjadi nilai jual utama. Apakah mobil ini akan dilepas ke publik dengan harga yang terjangkau, atau hanya menjadi simbol eksistensi perusahaan di industri otomotif? Jawabannya mungkin terungkap pada 2027, ketika Dreame berencana memproduksi versi produksi Nebula.
Kehadiran Dreame di CES 2026 bukan hanya soal inovasi teknologi, tetapi juga pergeseran paradigma industri otomotif. Dari produsen peralatan rumah tangga hingga pembuat hypercar listrik, perjalanan Dreame menjadi kisah inspiratif tentang bagaimana perusahaan teknologi bisa mengubah dunia otomotif dengan pendekatan yang berbeda.