Bahaya Karat pada Tutup Tangki Mobil: Dampak Serius yang Bisa Merusak Mesin

Karat di tutup tangki bahan bakar mobil sering diabaikan, padahal korosi bisa menyebabkan kerusakan sistem bahan bakar, korosi mesin, hingga biaya perbaikan mahal. Simak penjelasan lengkap soal risiko ini dan cara mencegahnya.

Tutup Tangki Mobil
Sumber : Istimewa

Bagi sebagian besar pemilik mobil, karat yang muncul di tutup tangki bahan bakar sering dianggap sebagai masalah sepele. Padahal, jika dibiarkan, korosi ini bisa menyebabkan kerusakan serius yang menguras kantong. Air yang masuk akibat karat tidak hanya merusak sistem bahan bakar, tetapi juga bisa memperpendek umur mesin. Yuk, simak penjelasan lengkap soal bahaya karat di tutup tangki dan cara mencegahnya!

Karat di area tutup tangki bahan bakar biasanya muncul karena kontak terus-menerus dengan kelembapan, terutama saat cuci mobil dengan tekanan tinggi atau hujan deras. Jika tidak segera dibersihkan, korosi akan menyebar dan menciptakan celah kecil yang memungkinkan air masuk ke dalam tangki. Air ini lama-kelamaan bisa mencemari bahan bakar dan merusak komponen penting dalam mobil.

1. Kerusakan Sistem Bahan Bakar yang Mengancam Performa Mesin

Sistem bahan bakar modern sangat sensitif terhadap kontaminasi. Ketika air bercampur dengan bahan bakar, campuran ini bisa merusak pompa bahan bakar dan injektor. Pompa yang terkontaminasi air akan mengalami kerja ekstra karena harus memompa campuran air dan bahan bakar, sehingga mengurangi efisiensinya. Sementara itu, injektor yang tersumbat oleh partikel karat atau endapan air akan menghambat aliran bahan bakar ke mesin. Akibatnya, mesin bisa sulit dihidupkan atau bergetar saat dijalankan.

Studi menunjukkan bahwa 70% kerusakan sistem bahan bakar berasal dari kontaminasi yang berasal dari korosi di area tangki. Jika dibiarkan, pompa bahan bakar bisa gagal total, memaksa pemilik mobil menggantinya dengan biaya ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

2. Korosi pada Komponen Mesin yang Memperpendek Umur Kendaraan

Air yang terjebak dalam tangki akan terus bercampur dengan bahan bakar dan terakumulasi di bagian mesin. Korosi yang terjadi di dalam mesin bisa merusak piston, klep, atau komponen lain yang terbuat dari logam. Proses ini tidak terlihat secara langsung, tetapi lama-kelamaan akan mengurangi efisiensi mesin dan memicu kerusakan permanen.

Salah satu tanda korosi di mesin adalah penurunan tenaga secara tiba-tiba. Pemilik mobil juga mungkin merasakan getaran abnormal atau suara kasar saat mesin bekerja. Jika tidak segera diperbaiki, kerusakan ini bisa menyebabkan mesin harus direbuild, biaya yang sangat mahal bagi sebagian pengguna.

3. Penurunan Efisiensi Bahan Bakar yang Berimbas ke Kantong

Ketika bahan bakar terkontaminasi air, mesin tidak bisa bekerja optimal. Hal ini menyebabkan konsumsi bahan bakar meningkat hingga 15-20%. Pemilik mobil harus lebih sering mengisi bensin untuk menempuh jarak yang sama, yang secara langsung menambah beban biaya operasional.

Penurunan efisiensi ini juga memengaruhi akselerasi mobil. Mobil yang seharusnya responsif tiba-tiba terasa lemas, terutama saat melewati tanjakan atau mendahului kendaraan lain. Pengemudi mungkin mengira masalah ini berasal dari usia kendaraan, padahal penyebab utamanya adalah kontaminasi bahan bakar akibat karat.

4. Biaya Perbaikan yang Melonjak karena Kerusakan Berantai

Kerugian terbesar dari karat di tutup tangki adalah biaya perbaikan yang bisa melonjak drastis. Selain mengganti pompa bahan bakar, pemilik mobil mungkin harus mengeluarkan biaya untuk servis mesin, penggantian komponen, atau bahkan perawatan berkala tambahan. Rata-rata, kerusakan yang terjadi akibat korosi bisa menelan biaya hingga jutaan rupiah, tergantung tingkat keparahan.

Contoh kasus nyata: Seorang pemilik mobil Avanza mengalami kerusakan sistem bahan bakar akibat air yang masuk dari karat di tutup tangki. Biaya perbaikan mencapai Rp3,5 juta hanya untuk mengganti pompa bahan bakar dan membersihkan tangki. Angka ini bisa lebih tinggi jika kerusakan sudah merambah ke mesin.

Cara Mencegah Karat di Tutup Tangki Bahan Bakar

Untuk menghindari risiko ini, pemilik mobil perlu melakukan beberapa langkah pencegahan rutin:

  • Inspeksi Berkala: Periksa tutup tangki setiap 6 bulan untuk melihat tanda-tanda karat atau kebocoran.
  • Membersihkan Karat: Gunakan cairan pembersih karat atau kain khusus untuk menghilangkan korosi sejak awal.
  • Gunakan Pelindung Tangki: Pasang pelindung tangki atau tutup tambahan untuk mencegah air masuk saat mencuci mobil.
  • Avoid Tekanan Tinggi Saat Cuci: Hindari menyemprot area tutup tangki dengan tekanan air yang terlalu tinggi.

Perawatan sederhana ini bisa menghemat biaya jutaan rupiah dalam jangka panjang. Jangan tunggu sampai masalah muncul—mulailah dari pencegahan sejak dini!

Memelihara mobil bukan hanya soal mesin atau kaki-kaki, tetapi juga komponen kecil seperti tutup tangki. Dengan menjaga kebersihan dan melakukan pemeriksaan rutin, Anda bisa memastikan kendaraan tetap berkualitas dan aman digunakan setiap hari.

Terkait