Toyota Yaris XP150 di Indonesia Akan Berakhir Tahun 2026, Produksi Pindah ke Thailand dan Malaysia

Toyota Yaris XP150 di Indonesia akan dihentikan produksinya pada April 2026, digantikan oleh model baru yang diproduksi di Thailand. Simak strategi Toyota dan dampaknya bagi pasar otomotif Indonesia.

Toyota Yaris XP150
Sumber : Istimewa

Toyota Yaris XP150, yang populer di Indonesia sebagai "Yaris Lele", akan memasuki fase akhir produksinya pada April 2026. Kabar ini diungkapkan oleh sumber anonim yang menyebutkan bahwa model ini tidak akan diproduksi lagi di fasilitas Karawang, namun akan digantikan oleh versi baru yang diperkenalkan pada Juni 2026. Menariknya, produksi model penerus akan pindah ke Thailand, sementara Yaris Hatchback akan diproduksi di Malaysia hanya untuk pasar domestik negara tersebut.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi global Toyota untuk menyesuaikan rantai pasok dan fokus pada efisiensi produksi. Thailand, dengan infrastruktur otomotif yang matang, akan menjadi pusat produksi untuk ekspor ke berbagai wilayah, termasuk Asia Tenggara, Cina, dan Timur Tengah. Sementara itu, Malaysia akan menangani produksi khusus untuk pasar lokal, memanfaatkan keunggulan biaya tenaga kerja dan regulasi yang lebih fleksibel.

Menanggapi rumor ini, Head of Public Relation Toyota Indonesia, Philardi Sobari, mengatakan, "Kami tidak bisa berbicara banyak mengenai rencana produk ke depan. Jika ada informasi terbaru, kami akan segera umumkan." Pernyataan ini menunjukkan bahwa Toyota Indonesia lebih memilih untuk menjaga keterbukaan informasi hingga waktunya peluncuran resmi.

Dari sisi penjualan, Yaris XP150 tidak menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Data Gaikindo mencatat bahwa penjualan model ini dari Januari hingga November 2025 hanya mencapai 168 unit, jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 373 unit. Rendahnya minat konsumen dianggap dipengaruhi oleh persaingan ketat dari hatchback lain seperti Honda Jazz dan Hyundai i20, serta perubahan preferensi pasar yang lebih mengarah ke SUV.

Sejarah Toyota Yaris di Indonesia cukup menarik. Diperkenalkan pada 2014, model XP150 menjadi generasi ketiga dari seri global Yaris. Berbeda dengan dua generasi sebelumnya yang bersifat global, XP150 dirancang khusus untuk pasar Asia Tenggara, Cina, Qatar, dan beberapa negara di Amerika Latin. Di Indonesia, Yaris XP150 diproduksi di pabrik Karawang dan telah mengalami beberapa kali penyegaran, termasuk penambahan fitur keselamatan dan teknologi hiburan.

Salah satu varian unik dari Yaris XP150 adalah Yaris TRD Heykers yang diluncurkan pada 2018. Model ini menarik perhatian dengan desain yang lebih agresif, termasuk overfender dan modifikasi mesin TRD (Toyota Racing Development). Meski tidak laris secara komersial, Yaris TRD Heykers menjadi ikon bagi pecinta modifikasi di Indonesia.

Produksi pindah ke Thailand dan Malaysia juga mencerminkan perubahan strategi Toyota dalam menghadapi dinamika pasar. Dengan biaya produksi yang lebih rendah dan akses ke pasokan komponen yang lebih luas, pabrik di Asia Tenggara diharapkan bisa menghasilkan model yang lebih kompetitif. Selain itu, kebijakan pemerintah Thailand dan Malaysia yang mendukung industri otomotif juga memperkuat posisi Toyota di kawasan ini.

Bagi konsumen di Indonesia, keputusan ini berdampak ganda. Di satu sisi, stok Yaris XP150 akan semakin langka, meningkatkan nilai jual kembali bagi pemilik yang ingin menjual kendaraannya. Di sisi lain, model penerus yang diproduksi di Thailand diharapkan hadir dengan fitur lebih modern dan harga yang lebih kompetitif. Namun, keberhasilan model baru ini bergantung pada kemampuan Toyota untuk memenuhi ekspektasi pasar, terutama dalam hal desain dan performa.

Analisis dari lembaga riset otomotif menunjukkan bahwa perpindahan produksi ke Thailand dan Malaysia sejalan dengan tren global. Banyak produsen otomotif, termasuk Toyota, kini lebih fokus pada produksi berbasis regional untuk mengurangi biaya logistik dan mempercepat respons terhadap permintaan lokal. Langkah ini juga sejalan dengan upaya Toyota untuk mengurangi jejak karbon dengan meminimalkan transportasi jarak jauh.

Bagi penggemar Yaris XP150, keputusan ini mungkin menjadi akhir sebuah era. Namun, bagi Toyota, ini adalah awal dari babak baru yang berfokus pada inovasi dan efisiensi. Dengan strategi yang lebih terintegrasi, Toyota optimis bisa mempertahankan posisi sebagai pemain utama di pasar otomotif Asia Tenggara.

Terkait