Toyota Yaris Indonesia 2026: Akhir Era XP150 dan Kehadiran Model Baru Berbasis DNGA-B
Toyota Yaris XP150 akan berhenti diproduksi di Indonesia pada 2026, digantikan oleh model baru berbasis platform DNGA-B. Simak detail spesifikasi, desain, dan strategi produksi yang akan menggantikan legenda hatchback ini.
Toyota Yaris, salah satu ikon hatchback di pasar Asia Tenggara, akan mengakhiri era produksinya di Indonesia pada April 2026. Model XP150 yang telah menjadi andalan selama bertahun-tahun ini akan digantikan oleh generasi terbaru yang berbasis platform DNGA-B, teknologi yang juga diadopsi oleh Avanza, Xenia, dan Vios. Penghentian produksi di pabrik Karawang ini menandai akhir siklus hidup Yaris yang telah menempuh fase evolusi panjang di pasar lokal.
Menurut sumber eksklusif dari Otodriver, Toyota Indonesia memilih menghentikan produksi Yaris XP150 karena platform EFC (Entry Family Car) yang digunakan sejak 2017 sudah tidak relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. Platform ini juga digunakan oleh Etios dan Vios generasi sebelumnya, namun kini dianggap kurang kompetitif di era elektrifikasi dan peningkatan ekspektasi konsumen terhadap fitur keamanan serta efisiensi bahan bakar.
Model pengganti Yaris akan menggunakan platform DNGA-B yang dikembangkan bersama oleh Toyota dan Daihatsu. Platform ini menawarkan desain lebih kokoh, performa dinamis, serta kompatibilitas dengan sistem hibrida di masa depan. Desain eksteriornya akan mengadopsi DNA Vios terbaru, terutama pada bagian depan yang mengusung gril hexagonal ikonik dan lampu LED tajam. Namun, Yaris generasi baru akan mempertahankan bentuk hatchback dengan bagian belakang yang lebih tegas, berbeda dari Vios yang berbentuk sedan.
Produksi model ini akan dimulai pada Juni 2026 di pabrik Toyota di Thailand dan Malaysia. Thailand akan memproduksi unit untuk pasar domestik dan ekspor, sementara Malaysia hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri. Strategi ini membuktikan bahwa Toyota lebih mengandalkan Thailand sebagai pusat produksi untuk kawasan Asia Tenggara, mengingat biaya produksi yang lebih efisien dan infrastruktur yang sudah matang.
Menariknya, nasib Yaris di Indonesia masih menjadi misteri. Sumber mengungkapkan bahwa kemungkinan model baru ini akan diimpor dari Thailand, tetapi belum ada kepastian apakah Toyota Indonesia akan menjualnya dengan merek Yaris atau mengganti nama. Jika benar diimpor, harga jualnya diprediksi lebih mahal dibanding XP150 karena penggunaan teknologi terkini dan biaya logistik yang meningkat.
Toyota Indonesia hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana produksi dan penjualan Yaris generasi baru. Head of Public Relation, Philardi Sobari, menyatakan bahwa pihaknya masih fokus pada strategi 2024-2026, termasuk pengembangan kendaraan listrik dan perluasan jaringan dealer. Namun, industri otomotif optimis bahwa Yaris akan kembali hadir dengan konsep yang lebih modern, terutama untuk menyaingi Honda HR-V, Suzuki S-Cross, dan DFSK Glory 580 di segmen SUV kompak.
Bagi pecinta Yaris, penghentian produksi XP150 bukan berarti akhir dari legenda ini. Sebaliknya, model baru yang berbasis DNGA-B diharapkan mampu mempertahankan warisan Yaris sebagai hatchback andalan dengan keseimbangan antara performa, efisiensi, dan kenyamanan. Apakah Anda siap menyambut era baru Yaris di Indonesia? Tunggu saja pengumuman resmi dari Toyota yang diprediksi akan dirilis pada kuartal pertama 2025.