Kontroversi Iklan Pop-up di Layar Infotainment Subaru
Pemilik Subaru melaporkan iklan pop-up SiriusXM saat mengemudi, menimbulkan kekhawatiran keselamatan serius.
Highlights:
- Sistem infotainment Subaru di Amerika Serikat menampilkan iklan pop-up SiriusXM yang tidak diinginkan, memicu perdebatan tentang keselamatan dan kontrol pelanggan.
- Pengemudi mengklaim iklan pop-up muncul saat mereka sedang mengemudi, menyebabkan kekhawatiran keselamatan yang serius.
- Seorang pemilik nyaris mengalami kecelakaan saat layar infotainment berubah karena iklan yang muncul saat ia melaju sekitar 88 km/jam di musim dingin.
- Subaru mengklaim keluhan ini adalah yang pertama mereka dengar, meskipun laporan serupa sudah ada sejak tahun 2022.
- Para advokat konsumen berpendapat bahwa iklan yang mengganggu saat berkendara dapat melanggar undang-undang lemon-law atau perlindungan konsumen.
Subaru, merek yang selama ini dikenal memproduksi mobil praktis dan ramah keluarga, kini terseret dalam kontroversi yang sedang berkembang mengenai iklan pop-up di layar infotainment di dalam mobil. Di Amerika Serikat, setelah sebelumnya Stellantis menuai kritik luas karena pemiliknya dibombardir iklan pop-up yang tidak diinginkan, kini sistem infotainment Subaru dilaporkan mulai menampilkan iklan pop-up SiriusXM yang tidak diminta. Isu ini segera memicu pertanyaan serius tentang keselamatan berkendara dan kontrol yang dimiliki pelanggan atas kendaraan mereka.
Pemilik kendaraan Subaru, yang memposting keluhan mereka di forum-forum khusus dan Reddit, tidak hanya menganggap pesan iklan tersebut merepotkan, tetapi juga menyatakan bahwa iklan tersebut tiba pada saat yang paling buruk: saat mereka mengemudi. Cara iklan tersebut mengambil alih layar infotainment, menurut beberapa pengguna, secara langsung membahayakan pengemudi dan penumpang.
Nyaris Kecelakaan Akibat Iklan
Salah satu postingan yang beredar luas di Reddit, dari pengguna bernama bajungadustin, menceritakan pengalamannya yang nyaris celaka ("almost wrecked") saat iklan tersebut tiba-tiba muncul. Pengguna tersebut menjelaskan bahwa ia telah menerima iklan SiriusXM ini beberapa kali selama beberapa tahun, tetapi insiden terakhir adalah pemicu kemarahannya.
"Seluruh layar infotainment saya berubah, yang menyebabkan saya mengalihkan pandangan dari jalan," tulis pemilik tersebut. Ia menambahkan bahwa karena ia melaju sekitar 88 km/jam di musim dingin, ia "sedikit berbelok dan tergelincir dan hampir masuk ke selokan". Kecelakaan yang hampir terjadi itu, menurutnya, tidak akan terjadi jika iklan tersebut tidak muncul. Keluhan ini bukan hal baru; sejak tahun 2022, seorang pemilik Subaru telah melaporkan menerima iklan SiriusXM meskipun tidak pernah berlangganan layanan tersebut.
Respon Subaru dan Implikasi Hukum
Ketika dihubungi oleh media, juru bicara Subaru menyatakan bahwa ini adalah pertama kalinya mereka mendengar keluhan semacam itu, meskipun ada laporan sebelumnya. Mereka menolak menjawab pertanyaan tentang seberapa sering iklan muncul, cara menonaktifkannya, atau apakah iklan tersebut dapat menimbulkan gangguan mengemudi.
Perwakilan Subaru Amerika hanya menyatakan bahwa mereka akan mendiskusikan pesan-pesan tersebut dalam pertemuan mendatang dan akan selalu mempertimbangkan umpan balik pelanggan. Perusahaan tersebut menambahkan bahwa pesan-pesan tersebut hanya terjadi dua kali setahun, yaitu sekitar Hari Peringatan dan sekitar Thanksgiving, untuk memberi tahu pelanggan bahwa semua saluran SiriusXM tersedia gratis selama sekitar dua minggu.
Kontroversi iklan ini telah menarik perhatian advokat hak-hak konsumen dan figur-figur terkemuka, seperti Louis Rossmann dan Steve Lehto. Mereka berpendapat bahwa kehadiran iklan yang tidak diinginkan dan muncul saat kendaraan bergerak dapat memenuhi syarat di bawah undang-undang lemon-law di AS atau statuta perlindungan konsumen.
Alasannya, jika sebuah kendaraan menyertakan fitur yang menimbulkan risiko gangguan, tidak dapat dinonaktifkan secara permanen, dan merusak pengalaman kepemilikan, maka dapat diperdebatkan bahwa kendaraan tersebut tidak memenuhi standar "kendaraan aman" yang dijanjikan.
Meskipun implikasi hukum ini saat ini belum tertandingi, kemunculan iklan pop-up yang mengganggu dan berbahaya saat berkendara tampaknya menjadi tren yang tak terhindarkan dalam industri otomotif, memicu pertempuran baru antara perusahaan mobil dan hak-hak keselamatan konsumen.