Toyota Berikan Kontribusi Lingkungan dengan Toilet Ramah Bumi di Desa Sasak Ende

Toyota-Astra Motor (TAM) melanjutkan komitmen lingkungan melalui proyek rehabilitasi toilet umum di Desa Wisata Sasak Ende, Lombok Tengah, menggunakan material daur ulang. Proyek ini menjadi bagian dari kampanye CSR 'Berbagi Hijau' yang menonjolkan inovasi Block Solutions Indonesia.

Toyota-Astra Motor
Sumber : Istimewa

PT Toyota-Astra Motor (TAM) kembali menunjukkan komitmen kuat terhadap keberlanjutan lingkungan dengan melibatkan para jurnalis dalam proyek rehabilitasi toilet umum di Desa Wisata Sasak Ende, Lombok Tengah. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (3/12) ini tidak hanya menjadi bagian dari pilar CSR Toyota, tetapi juga menegaskan peran mobilisasi perusahaan dalam mengurangi limbah plastik melalui inovasi material daur ulang.

Proyek ini menggunakan bahan baku utama dari Block Solutions Indonesia, yaitu bata modular berbahan dasar plastik daur ulang. Material ini dikembangkan untuk menggantikan bahan konvensional yang berpotensi menghasilkan limbah. Bata plastik daur ulang ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga tahan lama dan mudah dipasang, mirip konsep Lego. Dengan teknologi ini, proses konstruksi toilet dapat dipercepat hingga 40% dibandingkan metode tradisional.

Marketing Director TAM, Jap Ernando Demily, mengungkapkan bahwa inisiatif ini sejalan dengan tiga pilar CSR Toyota: Berbagi Hijau (Lingkungan), Berbagi Ilmu (Pendidikan), dan Berbagi Selamat (Keselamatan). "Sebagai perusahaan mobilitas, kami sadar bahwa keberlanjutan harus menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap aktivitas. Penggunaan 100% material daur ulang di toilet ini adalah langkah konkrit untuk mengurangi jejak karbon sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat," ujarnya.

Desa Sasak Ende, yang dikenal sebagai pusat budaya dan kerajinan tenun, menjadi lokasi strategis untuk proyek ini. Selain mempertahankan tradisi arsitektur dan seni pertunjukan masyarakat Sasak, desa ini juga fokus pada pengembangan pariwisata berkelanjutan. Toilet yang direhabilitasi ini diharapkan menjadi ikon wisata ramah lingkungan yang menarik minat pengunjung sekaligus mendukung aktivitas masyarakat lokal.

Toyota CSR Toilet Sasak Ende

Untuk mendukung logistik proyek di kontur perbukitan desa, Toyota memanfaatkan Hilux Rangga. Truk niaga ini mampu membawa muatan hingga 1,2 ton dengan kemampuan melewati medan berat. Selain efisiensi operasional, pilihan kendaraan ini juga menunjukkan komitmen Toyota dalam mengedepankan solusi multifungsi yang ramah lingkungan.

Kampanye IT’S TIME FOR EVERYONE yang diusung Toyota menjadi landasan proyek ini. Dengan fokus pada Carbon Neutrality, Toyota berupaya menurunkan emisi karbon melalui inovasi material dan teknologi. Proyek toilet daur ulang ini menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan otomotif dapat berkontribusi pada lingkungan melalui kolaborasi dengan mitra lokal.

Menurut Block Solutions Indonesia, material plastik daur ulang yang digunakan mampu mengurangi 80% limbah plastik yang biasanya masuk ke TPA. Selain itu, bata modular ini tahan terhadap cuaca ekstrem dan tidak memerlukan perawatan berkala, sehingga memberikan nilai ekonomis jangka panjang bagi desa.

Proyek ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat sekitar. TAM bekerja sama dengan pelajar dan pengrajin lokal untuk menyampaikan pentingnya daur ulang. Dengan mengajak partisipasi langsung, Toyota berharap dapat membangun kesadaran kolektif terhadap isu lingkungan.

Menjelang 2025, Toyota berencana memperluas proyek serupa ke 10 desa wisata di Nusantara. Langkah ini sejalan dengan target perusahaan untuk mencapai netralitas karbon di seluruh operasional bisnisnya. Melalui inovasi material dan pendekatan partisipatif, Toyota menegaskan bahwa keberlanjutan bukan hanya tanggung jawab perusahaan, tetapi juga kewajiban bersama masyarakat.

Terkait