Tak Hanya EV, Kendaraan Bensin China Juga Mulai Banjiri Pasar Global

Mobil dan motor China mulai kuasai pasar global, tekan merek besar asal negara Barat & Jepang.

Kendaraan Bensin China Juga Mulai Banjiri Pasar Global
Sumber : Istimewa

Highlights:

  • Banjir kendaraan China tidak hanya terjadi pada mobil, tetapi juga sepeda motor.
  • Strategi ekspor besar-besaran adalah akibat turunnya pasar ICE domestik karena elektrifikasi.
  • Mobil China mendominasi pasar di Afrika, Amerika Selatan, Asia Tenggara, dan Eropa Timur.
  • QJ Motor, CFMoto, Zontes, Loncin, Keeway dan Benda memimpin ekspansi roda dua China.
  • Harga murah dan fitur lengkap menjadi daya tarik konsumen global.
  • Dalam lima tahun mendatang, China bisa menguasai 30% industri otomotif dunia.

Ketika dunia ramai membicarakan dominasi kendaraan listrik China, ternyata ada pergerakan lain yang jauh lebih masif dan cepat: invasi kendaraan bermesin bensin — baik mobil maupun sepeda motor — ke pasar global dari Asia hingga Amerika Latin. Pemerintah Barat tengah fokus mencegah banjir EV China, namun di negara berkembang kini justru dibanjiri kendaraan ICE murah yang tidak lagi laku di dalam negeri China karena percepatan elektrifikasi nasional di negri tirai bambu itu.

Mobil bensin hanya satu bagian dari gelombang ini; sepeda motor China juga sedang menguasai pasar internasional dengan strategi agresif berbasis harga, volume, dan spesifikasi yang semakin kompetitif untuk menyaingi Jepang dan Eropa.

Mobil China: Pasar Dalam Negeri Menurun, Pasar Dunia Jadi Pelarian

Berdasar laporan dari Reuter, lonjakan ekspor mobil China dalam lima tahun terakhir sangat ekstrem. Sejak 2020, sekitar 75% ekspor otomotif China adalah mobil bensin, naik dari hanya 1 juta unit menjadi diperkirakan 6,5 juta unit pada 2025 — menempatkan China sebagai eksportir mobil terbesar di dunia.

Peralihan cepat masyarakat China ke kendaraan listrik — akibat subsidi, ketersediaan infrastruktur, dan kompetisi harga di segmen EV — menciptakan penumpukan stok dan kapasitas pabrik mobil ICE yang berlebihan. Daripada menghentikan pabrik, pabrikan China memilih untuk melepas jutaan unit ke pasar global dengan harga sangat agresif.

Negara tujuan terbesar mencakup Meksiko, Afrika Selatan, Chile, Eropa Timur, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan. Banyak konsumen di wilayah tersebut lebih mementingkan harga terjangkau daripada elektrifikasi, sehingga membuat penetrasi pasar mobil China berjalan mulus.

Tidak Hanya Mobil — Motor China Juga Ikut Mendominasi

Industri roda dua China memanfaatkan momentum yang sama. Sementara Jepang masih identik dengan reliabilitas, motor China kini naik kelas dari sekadar motor “murah” menjadi produk berkualitas tinggi dengan fitur modern dan mesin besar yang dijual dengan harga lebih rendah dibanding kompetitor Jepang dan Eropa.



Beberapa nama besar yang memimpin ekspor:
* QJ Motor (pemilik Benelli secara global)
* CFMoto (partner resmi KTM untuk produksi di Tiongkok)
* Zontes
* Loncin (produsen OEM mesin untuk BMW sebelumnya)
* Benda & Keeway



Motor-motor ini kini terjual di Eropa, Amerika Selatan, Timur Tengah, hingga Asia Tenggara dengan pertumbuhan penjualan dua digit dalam tiga tahun terakhir — terutama di segmen:

* Adventure touring
* Sport 300–500 cc
* Cruiser murah
* Skutik commuter berfitur tinggi



Kombinasi harga kompetitif + desain modern + power besar menjadi faktor pendorong utama.
Mengapa Banyak Negara Membuka Pintu Lebar untuk Kendaraan China?
Karena 3 alasan yang sangat sederhana:

1. Harga di bawah Jepang dan Eropa
2. Fitur lebih lengkap
3. Ketersediaan pasokan besar tanpa antrean produksi

Di beberapa negara seperti Chile, Afrika Selatan, dan Meksiko, kendaraan China kini menjadi pilihan massal; pada kasus tertentu, merek Jepang dan merek Amerika mulai kehilangan pangsa secara signifikan karena tekanan harga dari produk China.

Apa Dampaknya untuk Industri Otomotif Global?

Jika tren ini berlanjut:

* Produsen Barat dan Jepang harus menurunkan harga atau mempercepat elektrifikasi
* Konsumen akan semakin mempertimbangkan produk China karena value for money
* Pasar otomotif masa depan bisa ditentukan oleh strategi negara berkembang, bukan negara maju

Dengan proyeksi penambahan 4 juta unit ekspor lagi pada 2030, China diprediksi berpotensi menguasai hampir 30% pangsa pasar otomotif global, baik untuk mobil maupun motor bensin.

Terkait