PLN Siapkan 69 Ribu Personel dan 4.514 SPKLU untuk Jamin Kelistrikan Libur Natal 2025-Tahun Baru 2026
PT PLN (Persero) memperkuat kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia untuk memastikan pasokan listrik stabil selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, termasuk 1.917 mobile genset dan 3.392 posko siaga di seluruh Indonesia. Simak detail lengkap persiapan antisipasi cuaca ekstrem dan peningkatan pemudik kendaraan listrik.
PT PLN (Persero) telah merancang langkah komprehensif untuk memastikan pasokan listrik stabil selama periode libur Natal 2025 hingga Tahun Baru 2026. Dengan mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat, terutama pemudik menggunakan kendaraan listrik, BUMN kelistrikan ini memobilisasi 69 ribu personel di lapangan, 4.514 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), dan 1.917 mobile genset untuk menghadapi cuaca ekstrem.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, mengungkapkan bahwa persiapan ini termasuk pembentukan National Special Force yang ditempatkan di lokasi krusial seperti bandara, stasiun kereta, terminal, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan. Tim ini akan memastikan pasokan listrik berlapis melalui sistem redundansi energi. “Kami memprioritaskan kesiapan infrastruktur di titik-titik rawan agar tidak terjadi pemadaman saat libur panjang,” ujar Suroso dalam siaran pers yang dikutip Antara (1/12).
Untuk mendukung kesiapan tersebut, PLN menyiagakan 3.392 posko siaga di seluruh Indonesia. Posko ini dilengkapi dengan uninterruptable power supply (UPS) bergerak sebanyak 737 unit, yang bisa segera digunakan jika terjadi gangguan mendadak. Selain itu, 1.338 gardu bergerak dan 434 truck train siap diterjunkan untuk perbaikan darurat atau mitigasi bencana. Armada operasional juga diperkuat dengan 4.414 mobil dan 4.412 sepeda motor.
Perhatian khusus diberikan pada peningkatan jumlah pemudik dengan kendaraan listrik. Suroso memproyeksikan jumlah kendaraan listrik roda empat mencapai 26.000 unit, tiga kali lipat dari tahun lalu (12.000 unit). Untuk menampung kebutuhan ini, dari total 4.514 SPKLU yang disediakan, 1.515 unit akan ditempatkan di jalur mudik. Stasiun-stasiun tersebut tersebar di 865 titik strategis di Sumatera, Jawa, dan Bali, termasuk ruas jalan tol dan non-tol. “Semua SPKLU di jalur mudik sudah 100% terpasang dan siap beroperasi,” tegas Suroso.
Langkah antisipasi cuaca ekstrem menjadi fokus utama PLN. Mobile genset yang disiagakan tidak hanya berfungsi sebagai sumber cadangan listrik, tetapi juga dilengkapi dengan teknologi monitoring real-time untuk mendeteksi risiko gangguan lebih awal. Sistem ini memungkinkan tim respons cepat untuk segera bertindak jika terjadi perubahan kondisi cuaca, seperti hujan deras atau angin kencang yang berpotensi mengganggu kabel transmisi.
Sebagai bagian dari komitmen menjaga keandalan pasokan, PLN juga meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait, seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta operator jalan tol. Kolaborasi ini bertujuan memastikan distribusi listrik tetap stabil meski terjadi lonjakan penggunaan akibat aktivitas liburan. “Kami telah melakukan simulasi berbagai skenario potensial untuk meminimalkan risiko gangguan,” tambah Suroso.
Proyeksi peningkatan pengguna kendaraan listrik (EV) menjadi 26.000 unit pada 2026 menunjukkan percepatan adopsi teknologi ramah lingkungan di Indonesia. PLN optimis bahwa infrastruktur yang telah disiapkan tidak hanya mampu menampung kebutuhan saat ini, tetapi juga mendukung pertumbuhan EV di masa depan. “Kami terus berinovasi untuk memastikan transisi energi berjalan mulus, sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat selama libur,” pungkasnya.
Langkah-langkah yang diambil PLN ini mencerminkan komitmen BUMN dalam menjaga keandalan pasokan listrik, terutama di momen-momen krusial seperti libur panjang. Dengan pendekatan proaktif dan pemanfaatan teknologi, PLN berharap dapat memberikan pengalaman aman dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan listrik saat mudik maupun aktivitas liburan lainnya.