Bahaya Tekanan Ban Kurang: Ini Penyebab Pelek Peang Saat Hantam Lubang
Temukan risiko nyata akibat tekanan ban mobil diesel atau bensin yang kurang, mulai dari kerusakan pelek hingga bahaya kecelakaan. Pelajari cara antisipasi terbaik dengan panduan lengkap dari ahli.
Belakangan ini, kondisi jalan yang rusak akibat curah hujan tinggi sering menjadi momok bagi pengemudi mobil diesel atau bensin. Lubang-lubang yang muncul di aspal bukan hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga menyimpan risiko serius jika tekanan angin ban tidak dijaga. Menurut Sugiartono, Technical Manager Before Service Department PT Hyundai Motors Indonesia (HMID), tekanan angin ban yang kurang bisa memperparah kerusakan pelek saat mobil menghantam lubang.
"Rongga udara di dalam ban yang berkurang tidak bisa meredam impact hantaman dengan baik," jelas Sugiartono. Ia menegaskan bahwa tekanan angin ideal berfungsi sebagai penyangga energi benturan. Saat ban menghantam lubang, udara di dalam ban menyerap energi secara merata. Namun, jika tekanan kurang, energi tersebut akan langsung dialihkan ke pelek, yang konstruksinya kaku dan rentan mengalami deformasi atau 'peang'.
Risiko ini semakin nyata di era perawatan jalan yang kurang maksimal. Data Kementerian Pekerjaan Umum menunjukkan, lebih dari 30% jalan nasional mengalami kerusakan parah pada 2023. Pemilik mobil, baik diesel maupun bensin, harus waspada. "Pelek modern terbuat dari bahan campuran alumunium dan baja, tetapi tetap tidak tahan jika terkena tekanan tiba-tiba," tambah Sugiartono.
Untuk mencegah kerusakan, ada beberapa langkah antisipasi yang bisa diambil. Pertama, periksa tekanan angin ban secara rutin menggunakan alat ukur digital. Spesifikasi tekanan biasanya tercantum di pintu pengemudi atau manual buku pemilik mobil. Kedua, hindari berkendara di kecepatan tinggi saat melewati area berlubang. Selain itu, pastikan ban tidak kempes sebelum perjalanan jauh.
Menariknya, tekanan angin yang tepat juga berdampak pada efisiensi bahan bakar. Studi dari Departemen Energi AS menunjukkan, ban yang teraliri dengan benar bisa menghemat hingga 3% konsumsi BBM. Bagi mobil diesel yang lebih boros, ini jelas menjadi angka yang signifikan.
Jika pelek sudah mengalami peang, jangan diabaikan. Kerusakan ini bisa menyebabkan keseimbangan roda terganggu, mengakibatkan getaran berlebihan saat berkendara. Sugiartono menyarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ke bengkel terpercaya. "Pelek yang sudah bengkok harus diganti, karena jika dipaksakan, risiko kecelakaan meningkat," tegasnya.
Perlu diingat, perawatan sederhana seperti memeriksa tekanan angin bisa menghemat biaya perbaikan jutaan rupiah. Dengan mengikuti saran ahli dan tetap waspada terhadap kondisi jalan, pengemudi bisa menjaga keselamatan dan kenyamanan berkendara. Jangan biarkan tekanan ban yang kurang menjadi penyebab kerusakan yang lebih besar.