Toyota bZ3X Versi Setir Kanan Siap Mengaspal di Indonesia?
SUV listrik Toyota bZ3X rilis di Asia, benarkah akan masuk ke Indonesia?
Highlights :
- Toyota bZ3X versi setir kanan resmi diluncurkan di Hong Kong.
- Merupakan hasil kerja sama antara Toyota dan GAC Group, berbasis Aion V.
- Dijual lebih murah dibandingkan model listrik Toyota lainnya.
- Menggunakan baterai LFP 70 kWh, jarak tempuh hingga 520 km.
- Belum dipastikan masuk Indonesia karena kendala supply chain.
- Toyota Indonesia lebih memprioritaskan produksi lokal.
- Kemungkinan besar pasar seperti Jepang, Singapura, dan Australia akan lebih dulu kebagian.
Toyota bZ3X Versi Setir Kanan Siap Mengaspal di Indonesia?
Toyota kembali memperluas jajaran kendaraan listriknya dengan meluncurkan bZ3X versi setir kanan untuk pasar Hong Kong. Model ini bukan sekadar tambahan dalam portofolio, tapi juga simbol langkah besar menuju elektrifikasi yang lebih terjangkau dan ramah lingkungan di kawasan Asia.
SUV listrik ini merupakan kolaborasi antara Toyota Motor Corporation dan GAC Group, dan menggunakan basis dari GAC Aion V yang sudah tidak asing lagi di Indonesia. Produksi dilakukan di pabrik GAC Toyota di Guangzhou, Tiongkok.
Diluncurkan dengan harga sekitar HKD 229.600 atau Rp 490 jutaan, bZ3X menjadi mobil listrik Toyota paling terjangkau di pasar Hong Kong saat ini. Dengan desain kompak dan futuristik, mobil ini ditargetkan untuk konsumen urban yang mendambakan kendaraan efisien, bertenaga, dan tetap stylish.
Secara teknis, Toyota bZ3X dibekali motor listrik 150 kW dan baterai LFP 70 kWh, dengan jarak tempuh mencapai 520 km berdasarkan standar uji CLTC. Fitur canggih seperti pengisian cepat 90 kW DC, dukungan Vehicle-to-Load (V2L), serta sistem hiburan modern dengan layar 14,6 inci dan audio Yamaha, menjadikan mobil ini cocok untuk keluarga milenial dan profesional muda.
Meski sudah tersedia dalam versi setir kanan, yang identik dengan negara-negara seperti Indonesia, Toyota Indonesia belum memastikan kehadiran bZ3X di dalam negeri. Pasalnya, menurut Bob Azam, Wakil Presiden TMMIN, rantai pasokan bZ3X masih sepenuhnya dari Tiongkok, sedangkan Toyota Indonesia kini mengedepankan penggunaan komponen lokal dalam produksi mobil listriknya.
“Saat ini kami fokus pada model-model yang bisa dirakit secara lokal,” ungkap Bob. Toyota baru memiliki satu model listrik murni di Indonesia, yakni bZ4X, yang masih berstatus CBU dari Jepang. Namun pada 2025, Toyota berencana memulai perakitan lokal bZ4X (CKD) yang dipercaya akan menurunkan harga dan membuka jalan untuk elektrifikasi massal.
Untuk saat ini, peluang bZ3X hadir di Indonesia masih terbuka namun belum dalam waktu dekat. Negara-negara seperti Jepang, Australia, Singapura, dan Inggris kemungkinan besar akan lebih dulu menerima model ini karena lebih sesuai dengan strategi distribusi dan infrastruktur pasokannya.
Dengan pasar mobil listrik yang terus bertumbuh, khususnya di kalangan milenial dan generasi Z, kehadiran model seperti bZ3X sangat dinanti. Namun hingga Indonesia mampu menjadi basis produksi lebih kuat, konsumen Tanah Air harus bersabar.