Aion i60: Saudara Kembar Toyota bZ3X dengan Pilihan PHEV & BEV yang Menggoda

Eksplorasi mendalam tentang Aion i60, SUV listrik kompak dari GAC yang dibangun di platform AEP bersama Toyota bZ3X, lengkapi dengan spesifikasi teknis, desain, dan potensi pasar di era mobil ramah lingkungan.

Aion i60
Sumber : Istimewa

Dunia otomotif kembali digegerkan dengan kehadiran Aion i60, SUV listrik kompak terbaru dari GAC yang menjadi saudara kembar Toyota bZ3X. Model ini tidak hanya menawarkan dua pilihan penggerak—Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dan Battery Electric Vehicle (BEV)—tapi juga mengusung desain futuristik serta teknologi canggih yang menjadikannya alternatif menarik di pasar kendaraan ramah lingkungan.

Sebagai hasil kolaborasi strategis antara Toyota dan GAC, Toyota bZ3X telah memperkuat posisinya di pasar Tiongkok sejak Maret 2025. Data dari China EV DataTracker mencatat angka penjualan mencapai 33.748 unit hingga Agustus 2025, membuktikan antusiasme konsumen terhadap kendaraan listrik. Kini, Aion i60 hadir sebagai penguat lini produk yang dibangun di platform modular AEP (Advanced Electric Platform), yang juga digunakan oleh Aion V. Platform ini memberikan fleksibilitas dalam pengembangan model, memungkinkan integrasi teknologi terkini seperti baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) dan sistem penggerak hybrid.

Aion i60 - SUV Listrik Kompetitif dengan Platform AEP

Desain eksterior Aion i60 menggabungkan elemen modern dengan sentuhan aerodinamis yang efisien. Meski memiliki kesamaan dengan bZ3X dalam garis kaca, bentuk pintu, dan fender, Aion i60 menonjolkan identitas unik melalui lampu depan LED tajam, bumper sporty, dan lampu belakang berdesain khas. Dimensinya yang lebih besar—4.685 mm panjang, 1.854 mm lebar, dan jarak sumbu roda 2.775 mm—menawarkan ruang kabin yang luas serta kenyamanan optimal untuk keluarga.

Spesifikasi teknis Aion i60 menunjukkan komitmen GAC terhadap inovasi. Varian BEV mengandalkan motor tunggal dengan tenaga 221 hp dan kecepatan puncak 160 km/jam, cocok untuk pengguna yang mengutamakan penghematan bahan bakar. Sementara itu, versi PHEV menggabungkan mesin bensin 1.500 cc berkekuatan 101 hp dengan motor listrik 221 hp, didukung baterai LFP 29,165 kWh yang mampu menempuh jarak 160 km per pengisian daya (standar CLTC). Kombinasi ini menjawab kebutuhan konsumen yang ingin beralih ke energi bersih tanpa mengorbankan jangkauan perjalanan.

Bobot mobil yang mencapai 1.910 kg (kosong) dan 2.350 kg (penuh) menunjukkan penggunaan material ringan namun kokoh, seperti alumunium dan komposit serat karbon, untuk menjaga efisiensi energi. Velg berukuran 18 atau 19 inci serta desain aerodinamis memastikan performa stabil di berbagai medan. Interior Aion i60 juga dirancang dengan fokus pada kenyamanan dan kecanggihan, dilengkapi dengan layar infotainment 12,3 inci, sistem navigasi AI, dan fitur keselamatan canggih seperti adaptive cruise control dan blind spot monitoring.

Secara strategis, Aion i60 memposisikan diri sebagai kompetitor kuat di segmen SUV listrik premium. Harga yang lebih terjangkai dibanding bZ3X, ditambah pilihan PHEV yang fleksibel, membuatnya menjadi pilihan ideal bagi konsumen yang ingin beralih ke mobil ramah lingkungan tanpa mengorbankan kenyamanan atau performa. Dengan penjualan bZ3X yang telah mencapai 33.748 unit dalam waktu singkat, potensi pasar Aion i60 terbuka lebar, terutama di wilayah dengan insentif besar untuk kendaraan listrik.

Bagi pecinta teknologi dan lingkungan, Aion i60 bukan hanya sekadar kendaraan, tapi simbol transisi menuju masa depan otomotif yang berkelanjutan. Dengan platform AEP yang modular, desain futuristik, dan spesifikasi kompetitif, GAC telah membuktikan bahwa kendaraan listrik bisa seimbang antara inovasi, kenyamanan, dan kepraktisan. Bagaimana menurut Anda, apakah Aion i60 siap menggoyang pasar SUV listrik global?

Terkait