Xpeng Land Aircraft Carrier: Van Listrik dengan Drone Terbang Pribadi

Van listrik Xpeng hadir dengan drone penumpang.

Xpeng Land Aircraft Carrier
Sumber : Istimewa

Highlights:

  • Xpeng memperkenalkan van listrik enam roda dengan drone penumpang.
  • Drone enam rotor dapat lepas landas vertikal dan disimpan di bagasi.
  • Jarak tempuh kendaraan mencapai sekitar 600 mil dengan sistem range extender.
  • Produksi massal ditargetkan mulai akhir 2026.
  • Berpotensi menjadi solusi mobilitas anti-macet paling futuristik.

Kemacetan panjang bukan cerita baru di Tiongkok. Pada 2010, jalan tol National Highway 110 pernah lumpuh hingga 10 hari—ribuan kendaraan terjebak tanpa kepastian. Kini, bayangkan jika solusi macet bukan sekadar jalur alternatif, melainkan… terbang meninggalkan jalan raya.

Inilah ide di balik Xpeng lewat produk radikalnya: Xpeng Land Aircraft Carrier. Sebuah van listrik enam roda yang membawa drone enam rotor di bagian belakang—cukup besar untuk mengangkut satu orang dan benar-benar bisa mengudara.

Van 6 Roda dengan “Pesawat” di Bagasi



Secara tampilan, kendaraan ini menyerupai MPV futuristik dengan pintu belakang model coach door dan konfigurasi empat penumpang. Namun diferensiasinya ada di ruang kargo tertutup yang menyimpan drone elektrik berteknologi eVTOL (electric vertical take-off and landing).

Drone tersebut dapat dilipat, memiliki sistem rotor ganda, dan bisa dikeluarkan hanya dengan satu sentuhan tombol. Pengoperasiannya mendukung mode otonom maupun kendali manual oleh pilot. Saat tersimpan, baterainya akan terisi ulang langsung dari sistem kendaraan utama.

Bukan sekadar konsep pameran otomotif, Xpeng menargetkan produksi massal pada akhir 2026. Bahkan, eksekutif perusahaan di Eropa menyebut fasilitas produksi sudah siap, sementara unit pra-produksi tengah berjalan. CEO Xpeng pun dikabarkan mewajibkan jajaran manajemen untuk belajar menerbangkan unit tersebut—indikasi bahwa proyek ini bukan gimmick semata.

Jarak Tempuh dan Spesifikasi



Land Aircraft Carrier dibekali sistem penggerak enam roda dengan teknologi range extender. Dalam sekali pengisian, jarak tempuhnya diklaim mencapai sekitar 600 mil atau hampir 965 kilometer—angka impresif untuk kendaraan listrik berbadan besar.

Drone-nya sendiri dikembangkan oleh anak perusahaan Xpeng, Aridge. Selain model enam rotor ini, Xpeng juga tengah mengembangkan versi tilt-rotor untuk jarak lebih jauh dan efisiensi penerbangan yang lebih baik.

Konsepnya sederhana: jika jalanan macet total, Anda bisa meninggalkan kendaraan di lokasi aman, lepas landas, dan menghindari kepadatan lalu lintas dari udara.

Regulasi dan Tantangan Global



Walau terdengar futuristik, tantangan regulasi menjadi faktor krusial. Apakah pengguna membutuhkan lisensi pilot? Atau cukup sertifikasi operator drone? Aturan penerbangan sipil di tiap negara tentu berbeda. Meski Xpeng sudah memasarkan mobil listriknya di Eropa, peluang ekspor Land Aircraft Carrier kemungkinan tidak akan mudah.

Namun ide mobil yang terintegrasi dengan kendaraan udara pribadi bukan lagi mimpi film fiksi ilmiah. Di Amerika Serikat, perusahaan seperti Pivotal Aero sudah menjual pesawat listrik lepas landas vertikal untuk penggunaan personal, meski tidak berbentuk mobil.

Mobilitas 2026 yang Dulu Hanya Imajinasi



Dua dekade lalu, banyak orang membayangkan tahun 2026 sebagai era mobil terbang. Janji tersebut kini mulai menemukan bentuk nyata—bukan dalam wujud sedan bersayap, melainkan van listrik dengan drone modular.

Bagi 7.000 calon pembeli awal di China, Land Aircraft Carrier bisa menjadi solusi anti-macet paling ekstrem yang pernah ada. Jika benar terealisasi sesuai jadwal, kendaraan ini bukan hanya inovasi otomotif, melainkan redefinisi mobilitas urban.

Pertanyaannya sekarang bukan lagi “apakah mobil bisa terbang?”, melainkan “siapkah kota-kota dunia menerima kendaraan yang bisa berpindah dari aspal ke udara dalam hitungan menit?”



Masa depan tampaknya sudah parkir di garasi—dan siap lepas landas.

Terkait