Perodua QV-E: Langkah Besar Malaysia Menuju Era Mobil Listrik Nasional

Perodua, ikon otomotif Malaysia, siap meluncurkan QV-E, mobil listrik pertama yang diklaim sebagai inovasi nasional. Dengan desain futuristik, baterai CATL, dan konsep sewa baterai, QV-E menandai transformasi industri otomotif Negeri Jiran.

  • Tanggal
  • :
  • Rabu, 03 Des 2025 13:05:41
Perodua QV-E
Sumber : Istimewa

Malaysia, yang selama ini dikenal sebagai produsen mobil konvensional, kini menatap masa depan dengan langkah berani melalui Perodua QV-E, mobil listrik pertama yang sepenuhnya dirancang dan dikembangkan dalam negeri. Peluncuran model ini bukan sekadar perayaan teknologi, tetapi juga simbol komitmen Malaysia untuk menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik (EV) di kawasan Asia Tenggara.

Perodua, yang telah menjadi tulang punggung industri otomotif Malaysia sejak 1985, mengungkap teaser QV-E melalui video singkat di kanal YouTube resminya. Dalam video berdurasi 9 detik tersebut, siluet mobil tampil mengesankan dengan garis bodi tegas dan nuansa agresif. Desain eksteriornya yang futuristik, terutama dengan bilah lampu LED tajam di depan dan belakang, mencerminkan visi Perodua untuk menghadirkan estetika modern yang sesuai dengan tren global.

Perodua QV-E: Desain Futuristik

Presiden dan CEO Perodua, Datuk Seri Zainal Abidin Ahmad, mengungkapkan bahwa QV-E adalah proyek kolaboratif yang melibatkan lebih dari 200 insinyur dan desainer. Meski komponen baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) dipasok oleh CATL, perusahaan asal Tiongkok yang terkemuka di bidang baterai EV, seluruh desain platform dan sistem kendali mobil ini adalah buatan dalam negeri. Hal ini menjadi pencapaian signifikan, mengingat Malaysia sebelumnya belum pernah memproduksi EV sepenuhnya mandiri.

Salah satu fitur unik QV-E adalah skema sewa baterai, yang memungkinkan konsumen membeli kendaraan tanpa harus membeli baterainya terlebih dahulu. Konsep ini dianggap sebagai solusi inovatif untuk mengurangi harga beli awal, sekaligus memberikan fleksibilitas penggantian baterai di masa depan. Menurut Zainal, model ini juga bisa mendorong adopsi EV di kalangan konsumen yang masih ragu karena keterbatasan infrastruktur pengisian daya.

Spesifikasi QV-E juga menarik untuk diperhatikan. Mobil ini dilengkapi baterai 52,5 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak 400-410 km dalam kondisi normal, angka yang sejajar dengan Proton eMas 7, kompetitor utamanya di pasar Malaysia. Performa yang ditawarkan pun cukup kompetitif: akselerasi 0-100 km/jam dalam 6-7 detik dan kecepatan maksimal 160 km/jam. Dengan dimensi yang lebih besar dari Perodua Myvi dan mendekati ukuran Proton X50, QV-E dirancang untuk menarik segmen konsumen yang menginginkan kenyamanan dan performa dalam satu paket.

Harga QV-E diproyeksikan sekitar RM 80.000 (sekitar Rp 322 juta), yang cukup kompetitif di kelasnya. Pemerintah Malaysia bahkan turut mendukung proyek ini sebagai bagian dari strategi nasional mengurangi emisi karbon. Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyebut peluncuran QV-E sebagai "agenda nasional penting" yang harus diintegrasikan dengan kebijakan tata kelola, tanggung jawab sosial, dan perlindungan lingkungan.

"Kehadiran QV-E bukan hanya soal inovasi teknologi, tetapi juga soal membangun ekosistem EV yang berkelanjutan," ujar Anwar. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan memberikan insentif fiskal dan infrastruktur pengisian daya untuk mendukung adopsi mobil listrik di seluruh negeri.

Bagi Perodua, QV-E adalah langkah strategis untuk memperluas pasar global. Dengan teknologi baterai LFP yang lebih aman dan efisien dibanding baterai NMC (Lithium Nickel Manganese Cobalt), QV-E diharapkan bisa bersaing dengan EV dari produsen Tiongkok maupun Eropa. Selain itu, konsep modular platform EV Perodua juga memungkinkan pengembangan model lain, seperti SUV listrik atau mobil mewah, di masa depan.

Bagi konsumen, QV-E menawarkan pengalaman baru dalam mengemudi yang lebih ramah lingkungan. Dengan harga yang terjangkau dan fitur modern, mobil ini bisa menjadi pilihan utama untuk keluarga urban yang ingin beralih ke energi bersih. Namun, tantangan utama tetap ada: pembangunan jaringan pengisian daya yang merata dan edukasi publik tentang manfaat EV.

Sebagai langkah awal, Perodua berencana memproduksi 5.000 unit QV-E pada tahun 2025, dengan target menembus pasar regional seperti Singapura, Brunei, dan Thailand. Jika sukses, langkah ini bisa menjadi fondasi bagi Malaysia untuk menjadi pusat pengembangan EV di Asia Tenggara.

Terkait