Suzuki eVitara Siap Debut di IIMS 2026, Mobil Listrik Perdana Suzuki di Indonesia
Suzuki eVitara dipastikan debut di IIMS 2026 sebagai mobil listrik pertama Suzuki
Highlights:
- Mobil listrik pertama Suzuki untuk pasar Indonesia
- Diperkirakan meluncur di ajang IIMS 2026
- Masih berstatus impor CBU dari India
- Menggunakan baterai LFP 49 kWh dan 61 kWh
- Tersedia opsi penggerak 2WD dan 4WD All Grip
- Harga belum diumumkan secara resmi
Suzuki akhirnya bersiap memasuki era elektrifikasi di Indonesia. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memastikan akan segera meluncurkan Suzuki eVitara, yang bakal menjadi mobil listrik pertama Suzuki di Tanah Air. Meski belum mengungkap tanggal resmi, peluncuran SUV listrik ini kuat diduga akan dilakukan pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, yang selama ini dikenal sebagai panggung debut produk-produk penting Suzuki.
IIMS sendiri bukanlah ajang asing bagi Suzuki. Pabrikan asal Jepang tersebut kerap memanfaatkan pameran otomotif awal tahun ini untuk memperkenalkan model baru, sekaligus mengukur minat pasar Indonesia. Kehadiran eVitara pun menjadi langkah strategis, mengingat Suzuki selama ini belum memiliki portofolio kendaraan listrik murni di dalam negeri.
Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W PT Suzuki Indomobil Sales, Dony Saputra, menyebutkan bahwa informasi terkait pemesanan, harga, hingga detail lainnya akan diumumkan dalam waktu dekat. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa proses peluncuran eVitara sudah memasuki tahap final dan tinggal menunggu momentum yang tepat.
Masuknya Suzuki ke segmen mobil listrik jelas akan meramaikan persaingan. Selama ini, pasar EV Indonesia didominasi oleh merek non-Jepang, terutama pabrikan asal Cina yang agresif menawarkan produk dengan harga kompetitif. Minimnya pilihan mobil listrik dari brand Jepang membuat kehadiran eVitara berpotensi menarik perhatian konsumen yang selama ini menunggu alternatif dari merek dengan reputasi kuat.
Namun, ada satu catatan penting. Suzuki eVitara masih akan dipasarkan dalam bentuk CBU (Completely Built Up), yang kemungkinan besar diimpor langsung dari India. Kondisi ini berpotensi membuat harga jualnya kurang kompetitif, terlebih di tengah rencana penghentian insentif kendaraan listrik oleh pemerintah. Meski begitu, Suzuki tampaknya tetap percaya diri dengan positioning dan kualitas produknya.
Dari sisi spesifikasi, Suzuki eVitara dibekali baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) yang dikenal lebih stabil dan tahan lama. Varian standar menggunakan baterai 49 kWh dengan jarak tempuh hingga 346 km dalam kondisi penuh. Bagi pengguna yang membutuhkan daya jelajah lebih jauh, tersedia opsi baterai 61 kWh yang mampu menempuh jarak hingga 428 km berdasarkan metode WLTP.
Tak hanya itu, eVitara juga menawarkan fleksibilitas lewat dua pilihan sistem penggerak. Versi 2WD menggunakan satu motor listrik untuk penggunaan harian yang efisien, sementara varian 4WD All Grip e-system ditujukan bagi konsumen yang menginginkan performa dan traksi lebih baik di berbagai kondisi jalan.
Meski harga resminya masih dirahasiakan, kehadiran Suzuki eVitara jelas menjadi tonggak penting bagi Suzuki Indonesia. SUV listrik ini bukan hanya menandai langkah awal Suzuki di segmen EV, tetapi juga menjadi jawaban bagi konsumen millenials yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan tanpa meninggalkan identitas merek Jepang yang sudah dipercaya selama puluhan tahun.