Ketika Mantan Desainer BMW Merancang GAC Aion N60

SUV listrik GAC Aion N60 dirancang eks desainer BMW dengan desain mewah minimalis.

GAC Aion N60
Sumber : Istimewa

Highlights:

  • Dirancang oleh Benoit Jacob, eks desainer BMW dan Audi
  • SUV listrik kompak dengan desain minimalis futuristik
  • Jarak tempuh hingga 630 km sekali pengisian
  • Dibekali sensor LiDAR di semua varian
  • Berpotensi masuk pasar Indonesia


Perpindahan desainer otomotif kelas dunia ke merek mobil asal China kini bukan lagi kabar mengejutkan. Fenomena ini kembali mencuat setelah terungkap bahwa GAC Aion N60, SUV listrik terbaru dari GAC Group, dirancang langsung oleh Benoit Jacob, sosok di balik desain ikonik BMW i3 dan i8.

Kehadiran Jacob menjadi bukti keseriusan pabrikan China dalam meningkatkan daya saing global, terutama di segmen kendaraan listrik. Berdasarkan laporan media otomotif internasional, GAC Aion N60 dijadwalkan mulai dipasarkan pada Maret 2026, menyasar konsumen urban yang menginginkan SUV listrik dengan sentuhan premium.



Benoit Jacob bukan nama sembarangan. Selain BMW i-Series, ia juga terlibat dalam pengembangan BMW 4 Series Gran Coupe, BMW 5 Series GT, hingga Audi A5 Sportback. Tak heran jika karakter desain N60 terasa elegan namun tetap sederhana, mengusung bahasa desain yang modern dan bersih.

Secara visual, GAC Aion N60 tampil minimalis tanpa banyak ornamen berlebihan. Bagian depan dan belakang dihiasi LED bar tipis yang mengapit logo Aion, memberikan kesan futuristik. Pilihan pelek palang empat tampil sederhana, namun tetap selaras dengan karakter mobil listrik masa kini. Jacob juga mempertahankan identitas desain khas lini Aion, tanpa sudut tajam atau garis agresif.

Sebagai SUV kompak, GAC Aion N60 memiliki dimensi yang proporsional. Panjangnya mencapai 4.615 mm, lebar 1.860 mm, tinggi 1.673 mm, dengan jarak sumbu roda 2.775 mm. Ukuran ini menjadikannya ideal untuk penggunaan perkotaan sekaligus perjalanan jarak jauh.



Dari sisi performa, N60 dibekali dua motor listrik dengan output tenaga masing-masing 148 hp dan 165 hp. Sumber energinya berasal dari baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) yang dikenal aman dan tahan lama. Dalam sekali pengisian daya, SUV listrik ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 630 kilometer, tergantung varian.

Tak kalah penting, seluruh varian GAC Aion N60 telah dilengkapi sensor LiDAR, fitur yang kini menjadi standar baru mobil-mobil listrik China. Teknologi ini berfungsi meningkatkan akurasi sistem bantuan berkendara dan keselamatan aktif.

Meski belum ada kepastian mengenai kehadirannya di Indonesia, peluang GAC Aion N60 masuk pasar Tanah Air tetap terbuka. Apalagi GAC Aion menunjukkan komitmen untuk menghadirkan produk yang menyesuaikan kebutuhan konsumen lokal.



GAC bukan satu-satunya merek China yang memanfaatkan jasa desainer ternama. BYD Atto 1, misalnya, dirancang oleh Wolfgang Egger, mantan desainer Lamborghini. Dengan harga yang kompetitif dan desain menarik, mobil listrik China kini semakin serius menantang dominasi merek Jepang dan Eropa.

Tren ini menegaskan satu hal: mobil listrik China tak lagi sekadar murah, tapi juga prestisius dan berkelas.

Terkait