Honda Pastikan Setop Produksi Global Belum Berdampak ke Indonesia

Honda pastikan produksi dan penjualan mobil di Indonesia masih aman.

Honda Global
Sumber : Istimewa

Highlights:

  • Honda mengakui adanya kelangkaan cip semikonduktor global
  • Pabrik Honda di Jepang dan Cina ditutup sementara
  • Honda Indonesia memastikan produksi dan distribusi masih aman
  • Mayoritas mobil Honda di RI diproduksi lokal
  • Impor mobil Honda ke Indonesia tercatat menurun pada 2025

Honda memastikan bahwa penghentian sementara produksi mobil di Jepang dan Cina belum memberikan dampak langsung terhadap pasar Indonesia. Kepastian tersebut disampaikan oleh PT Honda Prospect Motor (HPM) di tengah kekhawatiran konsumen akan terganggunya suplai kendaraan akibat krisis cip semikonduktor global.

Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM, Yusak Billy, mengakui bahwa kelangkaan cip semikonduktor memang sedang terjadi secara global dan telah memengaruhi operasional pabrik Honda di beberapa negara. Namun, menurutnya, kondisi tersebut belum berimbas pada produksi maupun distribusi kendaraan Honda di Tanah Air.



“Saat ini memang terdapat gangguan distribusi chip semikonduktor secara global. Untuk Indonesia, belum ada dampak terhadap produksi maupun distribusi kendaraan, namun kami akan terus memonitor perkembangan ke depannya,” ujar Billy kepada KatadataOTO, dikutip Senin (22/12).

Optimisme Honda di Indonesia tidak lepas dari fakta bahwa sebagian besar model yang dijual di pasar domestik merupakan hasil produksi dalam negeri. Pabrik Honda di Indonesia selama ini menjadi tulang punggung pasokan untuk model-model volume besar, sehingga ketergantungan terhadap impor relatif lebih kecil dibandingkan pasar lain.



Meski demikian, Honda juga tidak menampik bahwa mereka masih mengimpor beberapa model secara utuh atau completely built up (CBU). Salah satu contohnya adalah Honda Step WGN, model MPV yang baru diluncurkan di Indonesia pada pertengahan tahun ini dan didatangkan langsung dari luar negeri.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan bahwa impor mobil Honda ke Indonesia sepanjang Januari hingga November 2025 mencapai 1.914 unit. Angka ini mengalami penurunan cukup tajam, yakni 54,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 4.203 unit. Penurunan tersebut mencerminkan strategi Honda yang semakin mengandalkan produksi lokal di tengah ketidakpastian global.



Sebelumnya, Honda Motor Co. telah mengumumkan rencana penghentian sementara produksi mobil di Jepang dan Cina. Langkah ini dijadwalkan berlangsung dari akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026, sebagai respons atas keterbatasan pasokan cip semikonduktor.

Di Cina, Honda akan menghentikan operasional tiga pabrik yang dikelola melalui skema joint venture mulai 29 Desember 2025 selama lima hari. Sementara di Jepang, produksi dijadwalkan berhenti pada 5 dan 6 Januari 2026, lalu dilanjutkan kembali pada 7 Januari dengan kapasitas yang masih dibatasi selama beberapa hari.

Kelangkaan semikonduktor ini disebut-sebut dipicu oleh ketegangan geopolitik internasional, khususnya yang melibatkan Belanda, Amerika Serikat, dan Cina. Pemerintah Belanda sempat mendapat tekanan untuk mengambil alih kendali Nexperia, perusahaan semikonduktor milik investor Cina yang produknya banyak digunakan di industri otomotif.

Langkah tersebut menuai respons keras dari Cina, yang kemudian memblokir ekspor cip buatan Nexperia. Situasi ini memperumit rantai pasok global, sebelum akhirnya Belanda menangguhkan intervensinya setelah melakukan komunikasi diplomatik dengan pemerintah Cina.

Di tengah dinamika tersebut, Honda Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga kestabilan pasokan kendaraan bagi konsumen domestik. Meski belum terdampak secara langsung, perusahaan tetap bersikap waspada dan terus memantau perkembangan situasi global agar dapat mengantisipasi potensi risiko di masa mendatang.

Terkait