Ford Putar Haluan Strategi Elektrifikasi: Tiga EV Dibatalkan, Fokus ke Hybrid dan Bisnis Baterai Baru

Ford batalkan 3 model EV, termasuk F-150 Lightning, alih fokus ke hybrid dan bisnis baterai baru.

Ford
Sumber : Istimewa

Highlights:

  • Ford membatalkan tiga rencana kendaraan listrik (EV) di tengah realitas pasar dan biaya tinggi.
  • F-150 Lightning EV dibatalkan, namun akan kembali sebagai truk range-extended EV.
  • Fokus Ford bergeser ke hybrid, truk range-extended ev, dan bisnis penyimpanan energi baterai baru.
  • Ford menargetkan bauran hybrid, EV, dan range-extended mencapai 50% dari volume global pada tahun 2030.
  • Perusahaan akan mencatat sekitar $19,5 miliar (Rp321,75 Triliun) sebagai item khusus terkait rasionalisasi aset EV AS.

Ford Motor Company mengumumkan pergeseran strategis besar-besaran dalam rencana elektrifikasinya, menyusul realitas pasar yang menantang dan biaya produksi yang tinggi. Raksasa otomotif Amerika ini secara resmi membatalkan produksi tiga kendaraan listrik (EV) dan mengalihkan fokusnya ke teknologi hybrid, truk range-extended EV, serta meluncurkan bisnis sistem penyimpanan energi baterai yang baru.

Keputusan ini datang setelah Ford menyadari bahwa kasus bisnis untuk "memproduksi kendaraan listrik yang lebih besar di mana kasus bisnisnya telah terkikis karena permintaan yang lebih rendah dari perkiraan, biaya tinggi, dan perubahan regulasi" tidak lagi kuat. Imbas dari rasionalisasi aset dan peta jalan produk EV di Amerika Serikat ini, Ford berencana mencatat sekitar $19,5 miliar (Rp321,75 Triliun) sebagai item khusus dalam hasil keuangan mereka.


Pembatalan Model dan Strategi Pengganti


Salah satu keputusan paling signifikan adalah pembatalan EV populer, F-150 Lightning EV. Meskipun demikian, model ikonik ini tidak sepenuhnya hilang; Ford berencana menghidupkannya kembali sebagai truk pikap range-extended EV. Selain itu, dua rencana van komersial listrik juga dibatalkan, yaitu van komersial listrik untuk Eropa dan van listrik di Amerika Utara.

Sebagai gantinya, rencana van listrik Amerika Utara akan digantikan oleh van komersial yang lebih terjangkau, menawarkan pilihan mesin bensin dan hybrid. Model baru ini akan diproduksi di Pabrik Perakitan Ohio milik Ford di Avon Lake mulai tahun 2029. Lebih lanjut, Pusat Kendaraan Listrik Tennessee (Tennessee Electric Vehicle Center) milik Ford, yang awalnya direncanakan untuk memproduksi F-150 Lightning generasi berikutnya, akan diganti namanya menjadi Pabrik Truk Tennessee (Tennessee Truck Plant) dan akan mulai memproduksi truk bertenaga bensin baru yang terjangkau pada tahun 2029.



Pergeseran ke Hybrid dan Range-Extended

Ford kini menegaskan komitmen untuk memperluas pilihan powertrain dengan menawarkan lebih banyak kendaraan hybrid dan range-extended EV. Perusahaan memproyeksikan bahwa bauran ketiga powertrain ini (EV, hybrid, dan range-extended ev) akan mencapai sekitar 50% dari volume globalnya pada tahun 2030, meningkat signifikan dari 17% pada tahun ini.

Strategi hybrid Ford akan mencakup berbagai jenis, mulai dari yang berfokus pada efisiensi bahan bakar, yang mengejar kinerja, hingga hybrid dengan kemampuan daya yang dapat diekspor (exportable power). Untuk sisi range-extended, Ford mengindikasikan bahwa F-150 Lightning generasi kedua akan bergabung dengan SUV berukuran besar yang dielektrifikasi, seperti range-extended dari Expedition dan Navigator. Ford menyatakan bahwa pada akhir dekade ini, hampir setiap kendaraan akan menawarkan pilihan hybrid atau powertrain multi-energi.

Bisnis Penyimpanan Energi Baterai Baru




Meskipun membatalkan sebagian besar EV, Ford memanfaatkan kapasitas manufaktur baterai yang berlebih untuk meluncurkan bisnis sistem penyimpanan energi baterai (BESS). Bisnis baru ini akan menyediakan paket dan layanan untuk mendukung jaringan listrik dan permintaan yang terus meningkat dari pusat data.

Pabrik Ford di Glendale, Kentucky, kini akan dialihkan fungsinya untuk memproduksi sistem penyimpanan energi baterai canggih 8 MWh, termasuk sel prismatik LFP, modul sistem penyimpanan energi baterai, dan sistem wadah DC 20-kaki. Selain itu, Blue Oval Battery Park Marshall, Michigan, akan memproduksi solusi penyimpanan energi residensial bersamaan dengan sel baterai prismatik LFP untuk model berbasis Platform EV Universal.

CEO Ford, Jim Farley, menjelaskan bahwa perubahan ini adalah "pergeseran yang didorong oleh pelanggan untuk menciptakan Ford yang lebih kuat, lebih tangguh, dan lebih menguntungkan". Ia menambahkan, "Realitas operasional telah berubah, dan kami mengerahkan kembali modal ke peluang pertumbuhan dengan pengembalian yang lebih tinggi: Ford Pro, truk dan van terkemuka di pasar, hybrid, dan peluang margin tinggi seperti bisnis penyimpanan energi baterai baru kami".

Ford tetap berkomitmen pada kendaraan listrik berbasis Universal EV Platform yang direncanakan lebih kecil dan terjangkau, dengan varian pertama yang diperkirakan tiba pada tahun 2027 dengan harga sekitar $30.000 (Rp495 juta).

Terkait