Dacia Hipster Concept, Mobil Listrik Ringkas Yang Pas Untuk Masyarakat

Mobil konsep listrik ringkas, efisien, dan ramah lingkungan Hipster Concept dari Dacia. Utamakan kepraktisan dan mudah dijangkau banyak orang.

Dacia Hipster Concept
Sumber : Istimewa

Nama Dacia mungkin kurang terkenal di Indonesia, tapi di kawasan Eropa, merek asal Romania yang kini di bawah manajemen Renault-Prancis membuat gebrakan lewat Hipster Concept, mobil listrik 100% yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian sekaligus menekan jejak karbon hingga separuh dari EV konvensional. Konsep ini menjadi langkah baru Dacia untuk menghadirkan mobil rakyat masa depan — efisien, ringan, dan terjangkau.


Filosofi "Less is More" dari Dacia


Selama dua dekade terakhir, Dacia dikenal sebagai merek yang menentang tren mobil modern yang semakin besar, berat, dan mahal. Melalui Hipster Concept, Dacia ingin kembali ke esensi dasar mobilitas: praktis, fungsional, dan mudah dijangkau banyak orang.

Romain Gauvin, Head of Advanced Design Dacia, bahkan menyebut proyek ini sebagai yang paling “Dacia-esque” — seikonik Logan dua dekade lalu.




Desain Kompak dan Efisien


Dengan panjang hanya 3 meter, tinggi 1,53 meter, dan lebar 1,55 meter, Hipster Concept memiliki empat kursi penuh dan bagasi fleksibel dari 70 hingga 500 liter. Dacia juga berhasil memangkas bobot kendaraan hingga 20% lebih ringan dibanding Dacia Spring, berkat pendekatan ‘Eco-Smart’ yang efisien dalam penggunaan bahan baku dan energi produksi.

Keringanan ini bukan hanya soal desain, tapi juga efisiensi energi. Dengan bobot yang lebih kecil, Hipster Concept membutuhkan daya lebih sedikit untuk bergerak — solusi nyata untuk mobilitas berkelanjutan.


Desain Eksterior yang Sederhana tapi Ikonik


Hipster Concept menampilkan desain sederhana dan tangguh: bentuk kotak tegas, tanpa overhang, dengan lampu depan ramping yang memberikan ekspresi serius tapi ramah.

Bagian belakangnya praktis, dengan pintu bagasi dua bagian dan lampu belakang yang tersembunyi di balik kaca.

Menariknya, mobil ini hanya memiliki tiga bagian berwarna cat — langkah efisien untuk menekan biaya dan emisi produksi.

Material pelindung bodi dari Starkle®, bahan daur ulang ciptaan insinyur Dacia, menegaskan pendekatan “robust dan outdoor”.




Interior: Sederhana, Luas, dan Adaptif


Meski kecil di luar, ruang kabin Hipster Concept terasa lega berkat desain vertikal jendela dan atap kaca depan.

Kursi depan berbentuk bangku menyatu, ringan namun nyaman, sementara sandaran kepala berlubang mengurangi bobot.

Kapasitas bagasi fleksibel menjadikannya ideal untuk aktivitas harian.

Sesuai filosofi BYOD (Bring Your Own Device), Dacia mengganti sistem multimedia dengan docking station smartphone. Ponsel berfungsi sebagai layar navigasi, sistem audio, hingga kunci digital.




Ada juga sistem YouClip®, dengan 11 titik pengait modular yang bisa dipasangi aksesori seperti cup holder, lampu, hingga speaker portabel Bluetooth. Langkah ini mirip dengan mobil listrik pikap lansiran Slate Auto yang didukung oleh Jeff Bezos (Amazon).


Visi Masa Depan Mobilitas Terjangkau


Dacia ingin menghadirkan mobil listrik yang benar-benar bisa dijangkau masyarakat luas — bukan hanya simbol teknologi mahal. Dengan Hipster Concept, Dacia membuktikan bahwa masa depan mobilitas tak harus mewah atau rumit, cukup cerdas, efisien, dan manusiawi.


Terkait