Toyota RAV4 2026 Diduga Siap Masuk Indonesia
Toyota RAV4 2026 terdaftar di DJKI, berpeluang hadir dengan teknologi hybrid terbaru.
Highlights:
- Desain Toyota RAV4 2026 terdaftar di DJKI Indonesia
- Mengusung teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
- Baterai baru dengan jarak tempuh listrik hingga 100 km
- Pilihan FWD dan AWD untuk varian PHEV
- Berpotensi menggantikan RAV4 generasi sebelumnya di Indonesia
Sinyal kehadiran Toyota RAV4 generasi terbaru di pasar otomotif nasional semakin menguat. Sebuah mobil yang diduga sebagai Toyota RAV4 2026 tercatat telah didaftarkan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Temuan ini memunculkan spekulasi bahwa SUV hybrid andalan Toyota tersebut tengah dipersiapkan untuk masuk ke Indonesia.
Berdasarkan dokumen resmi yang tercantum dalam Berita Resmi Desain Industri No. 80/DI/2025, tampilan eksterior kendaraan tersebut tercatat dengan nomor permohonan DI A00202407405. Pendaftaran desain dilakukan oleh Toyota Jidosha Kabushiki Kaisha, perusahaan induk Toyota yang berbasis di Jepang. Meski belum ada pernyataan resmi, langkah ini kerap menjadi sinyal awal sebelum sebuah model dipasarkan.
Secara global, Toyota telah memperkenalkan RAV4 terbaru pada Mei 2025. Jika dilihat sekilas, desainnya masih mempertahankan siluet khas RAV4, namun sejumlah penyegaran signifikan terlihat pada bagian depan. Gril kini mengadopsi motif honeycomb yang mengingatkan pada tampilan Corolla Cross terbaru di Indonesia. Sementara itu, desain lampu depan menggunakan konsep hammerhead yang memberikan kesan lebih tegas dan modern.
Varian yang diduga terdaftar di Indonesia merupakan Toyota RAV4 Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV). Model ini dibekali baterai generasi terbaru berkapasitas 22,7 kWh, yang diklaim mampu memberikan jarak tempuh hingga 100 kilometer dalam mode listrik murni saat baterai terisi penuh. Angka tersebut tergolong impresif untuk sebuah SUV berukuran menengah.
Toyota juga menyediakan pilihan sistem penggerak Front Wheel Drive (FWD) dan All Wheel Drive (AWD) pada varian PHEV. Selain itu, tersedia pula opsi full hybrid yang ditujukan bagi konsumen yang menginginkan efisiensi tanpa perlu pengisian daya eksternal.
Perlu dicatat, nama Toyota RAV4 saat ini sudah tidak lagi tercantum di situs resmi PT Toyota Astra Motor (TAM). Hal ini memperkuat dugaan bahwa RAV4 generasi kelima berpotensi digantikan oleh model terbaru jika benar-benar dipasarkan di Tanah Air.
Dari sisi harga, tantangan terbesar Toyota adalah menentukan strategi yang kompetitif. Sebelumnya, RAV4 PHEV dipasarkan dengan banderol sekitar Rp 1,15 miliar, mendekati harga mobil listrik Toyota bZ4X versi impor yang mencapai Rp 1,2 miliar. Di tengah maraknya merek asal Tiongkok yang menawarkan PHEV dengan harga di bawah Rp 1 miliar, Toyota dituntut lebih adaptif.
Bukan tidak mungkin Toyota justru menghadirkan RAV4 versi hybrid non-PHEV dengan harga yang lebih terjangkau. Strategi ini sejalan dengan portofolio hybrid Toyota di Indonesia, yang saat ini telah mencakup Innova Zenix Hybrid, Yaris Cross Hybrid, Corolla Cross Hybrid, hingga Veloz Hybrid.
Meski demikian, hingga saat ini Toyota belum memberikan konfirmasi resmi terkait rencana peluncuran Toyota RAV4 2026 di Indonesia. Namun, pendaftaran desain di DJKI menjadi indikasi kuat bahwa SUV hybrid ini tengah disiapkan untuk pasar domestik dalam waktu yang tidak terlalu lama.