VinFast: Membangun Kekuatan Global Tanpa Dukungan Pemerintah
VinFast, perusahaan mobil listrik Vietnam, membantah anggapan bahwa mereka didukung pemerintah. Dengan strategi ekspansi global dan perjalanan bisnis yang unik, VinFast menunjukkan komitmen pada inovasi dan keunggulan kompetitif di pasar kendaraan listrik.
Kemunculan VinFast sebagai salah satu pemain utama di pasar kendaraan listrik (EV) dunia kerap dianggap sebagai proyek besar yang didukung penuh oleh pemerintah Vietnam. Namun, anggapan tersebut diluruskan oleh Kariyanto Hardjosoemanto, CEO VinFast Indonesia, dalam acara VinFast Indonesia B-Camp 2025 di Bogor. Dalam sesi tersebut, Keri menegaskan bahwa VinFast adalah perusahaan swasta yang bekerja berdasarkan standar global, bukan proyek pemerintah. Pernyataan ini menjadi titik awal untuk memahami kekuatan sebenarnya dari perusahaan yang berada di bawah naungan Vingroup, konglomerat swasta terbesar Vietnam.
Perjalanan bisnis VinFast tidak terlepas dari kisah sukses Pham Nhat Vuong, chairman Vingroup, yang memulai karier dari bisnis mi instan. Pada era 1970-an, Vuong meraih beasiswa untuk belajar di Rusia, di mana ia dan teman-temannya membuka restoran Pho yang laris. Kesuksesan ini menjadi fondasi untuk mendirikan Mivina, perusahaan mi instan yang kemudian dijual ke Nestlé. Dana dari penjualan Mivina menjadi modal awal untuk membangun kerajaan bisnis Vingroup.
Vuong kembali ke Vietnam dan memulai proyek besar dengan mengakuisisi sebuah pulau di Nha Trang, yang dikembangkan menjadi resort Vinpearl. Dari situ, Vingroup meluaskan sayap ke berbagai sektor, termasuk properti, pendidikan, kesehatan, hingga transportasi. Ekosistem ini menjadi fondasi kuat untuk lahirnya VinFast pada 2017. Awalnya, perusahaan ini fokus pada skuter listrik, lalu berkembang ke motor dan mobil konvensional sebelum akhirnya memutuskan untuk fokus penuh pada kendaraan listrik murni (full BEV) pada 2022.
Keputusan untuk menghentikan produksi kendaraan bertenaga mesin konvensional (ICE) dianggap sebagai langkah berani di tengah persaingan ketat di industri otomotif. Keri menjelaskan bahwa langkah ini bukan hanya tentang mengikuti tren, tetapi juga tentang memimpin revolusi kendaraan pintar global. "Kami tidak hanya menjual produk, tetapi membangun kebutuhan sehari-hari masyarakat," ujarnya, menekankan pentingnya inovasi dan kualitas dalam setiap produk.
Ekspansi global VinFast semakin agresif dalam tiga tahun terakhir. Pabrik di North Carolina, AS, dengan kapasitas 150.000 unit, diikuti oleh pabrik Ha Tinh (Vietnam) yang selesai pada 2025 dengan kapasitas 200.000 unit, serta pabrik di India (50.000 unit) dan Subang, Indonesia (50.000 unit) yang akan diresmikan akhir tahun ini. Menurut Keri, ini bukan sekadar ambisi, tetapi bukti bahwa industri swasta Vietnam mampu bersaing di kancah internasional.
VinFast juga menekankan komitmen pada standar global. Dengan harga kompetitif, kualitas tinggi, dan layanan purna jual yang serius, perusahaan ini berusaha menciptakan standar baru di pasar EV. "Kami ingin masuk sebagai pemain yang membawa perubahan, bukan hanya mengikuti pasar," kata Keri. Strategi ini didukung oleh ekosistem bisnis Vingroup yang luas, mulai dari VinMart untuk ritel, VinBus sebagai transportasi ramah lingkungan, hingga VinUniversity untuk pendidikan.
Perjalanan VinFast mencerminkan visi besar Vingroup untuk menjadi pemimpin di era digital dan energi bersih. Dengan fondasi yang kuat dari bisnis swasta dan komitmen pada inovasi, perusahaan ini menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu bergantung pada dukungan pemerintah. "VinFast adalah wajah sektor swasta Vietnam hasil kerja keras, visi jangka panjang, dan keberanian untuk berkompetisi di pasar global," tutup Keri, mengakhiri sesi dengan pesan yang penuh semangat.