Gaikindo Revisi Target Penjualan Mobil Baru 2025: Dari 900 Ribu ke 780 Ribu Unit

Gaikindo turunkan target penjualan mobil baru 2025 menjadi 780 ribu unit.

Gaikindo Revisi Target Penjualan Mobil Baru 2025
Sumber : Istimewa

Highlights:

  • Gaikindo turunkan target penjualan mobil baru 2025 dari 850–900 ribu unit menjadi 780 ribu unit.
  • Penjualan hingga Oktober 2025 turun 10 persen dibanding tahun sebelumnya.
  • Tantangan pasar: kredit ketat, opsen PKB & BBNKB, pelemahan rupiah, dan banyaknya hari libur.
  • GJAW 2025 belum memberi dampak signifikan pada penjualan 2025.
  • Revisi target diputuskan setelah evaluasi bersama anggota Gaikindo.

Menjelang akhir tahun, dinamika industri otomotif Tanah Air kembali memanas setelah Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) resmi mengumumkan revisi target penjualan mobil baru untuk 2025. Perubahan ini dilakukan usai evaluasi menyeluruh pasca gelaran GJAW 2025, yang seharusnya menjadi momentum penting bagi pasar kendaraan roda empat.

Sebelumnya, Gaikindo optimistis menempatkan target penjualan di kisaran 850 ribu hingga 900 ribu unit. Namun kondisi pasar yang tidak sesuai ekspektasi memaksa mereka menyesuaikan proyeksi. Kini, target tersebut direvisi signifikan menjadi 780 ribu unit, angka yang mencerminkan realitas industri otomotif yang tengah menghadapi tekanan besar.

Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, menjelaskan bahwa penurunan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data hingga Oktober 2025, penjualan mobil mengalami penurunan sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada 2024, total penjualan juga hanya mencapai sekitar 865 ribu unit, dan angka itulah yang menjadi dasar pemangkasan target tahun depan.



Ia menegaskan bahwa keputusan revisi sudah melalui pembahasan dengan sejumlah anggota asosiasi. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa organisasi melihat potensi perlambatan pasar yang perlu diantisipasi sejak awal.

Di balik revisi tersebut, ada berbagai faktor yang membebani kinerja industri. Sepanjang 2025, pasar mobil nasional menghadapi tantangan mulai dari pengetatan kredit kendaraan bermotor, hingga pemberlakuan opsen PKB dan BBNKB di beberapa daerah yang membuat biaya kepemilikan mobil meningkat. Situasi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya turut menekan daya beli masyarakat, membuat pembelian mobil baru ikut melandai.

Tidak cukup di situ, industri otomotif juga dihantam oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kondisi ini mempengaruhi biaya produksi dan impor komponen, yang pada akhirnya menggerus margin pelaku industri. Tambahan jumlah hari libur nasional yang lebih banyak pada 2025 turut memengaruhi aktivitas penjualan di berbagai daerah.



Meski GJAW 2025 digelar dengan meriah dan menghadirkan berbagai program promo serta model baru, dampaknya belum terasa signifikan. Menurut Gaikindo, realisasi pembelian konsumen kemungkinan baru terlihat pada Desember. Namun mereka juga mengakui bahwa pameran tersebut belum cukup kuat mendorong penjualan secara keseluruhan sepanjang tahun.

Dengan segala tantangan tersebut, langkah Gaikindo menyesuaikan target dianggap sebagai keputusan realistis untuk menghadapi situasi pasar yang masih penuh tekanan. Kini, industri menatap 2026 dengan strategi yang lebih hati-hati, sambil berharap adanya perbaikan pada sisi ekonomi dan kebijakan pendukung industri.


Terkait