Suzuki eVitara Siap Debut di IIMS 2026, Jadi Andalan Baru di Segmen Mobil Listrik
Suzuki eVitara siap meluncur di IIMS 2026 sebagai mobil listrik pertama Suzuki
Highlights:
- Suzuki eVitara siap debut di Indonesia pada awal 2026.
- Potensi diluncurkan di IIMS 2026 pada 5–15 Februari 2026.
- Menjadi mobil listrik full battery pertama Suzuki di Indonesia.
- Unit awal akan masuk CBU dari Jepang atau India.
- Peluang produksi lokal terbuka, mengikuti arah Toyota Urban Cruiser EV.
- Suzuki sedang memetakan potensi pasar di tengah persaingan EV yang semakin kompetitif.
Suzuki Indomobil Sales (SIS) tengah mempersiapkan langkah besar untuk meramaikan persaingan mobil listrik di Indonesia. Setelah menghadirkan sejumlah model elektrifikasi, Suzuki akhirnya mengonfirmasi bahwa eVitara akan menjadi mobil listrik penuh pertama mereka di pasar Tanah Air, yang dijadwalkan meluncur pada awal 2026.
Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Dony Ismi Saputra, Deputy Sales & Marketing Managing Director SIS, di gelaran GJAW 2025. Ia menegaskan bahwa Suzuki siap memperkenalkan eVitara dalam salah satu pameran otomotif besar pada awal tahun. Meski tidak menyebutkan secara spesifik, kuat dugaan bahwa debutnya akan berlangsung di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, yang digelar pada 5–15 Februari 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Momentum ini dinilai sangat tepat untuk memperkenalkan produk elektrifikasi baru Suzuki di hadapan para pencinta otomotif nasional.
Sebagai model yang benar-benar baru di lini EV Suzuki, eVitara akan hadir sebagai unit Completely Built Up (CBU) pada tahap awal. Ada tiga negara yang saat ini memproduksi model tersebut, yaitu Jepang, India, dan Eropa. Untuk pasar Indonesia, kemungkinan besar unit yang masuk adalah produksi Jepang atau India, karena keduanya sudah menyiapkan versi setir kanan yang sesuai dengan kebutuhan domestik.
Shodiq Wicaksono, Managing Director PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), menambahkan bahwa keputusan menghadirkan eVitara secara CBU bertujuan untuk membaca respons pasar terlebih dahulu. Industri mobil listrik di Indonesia tengah bergerak cepat, dan persaingan makin ketat terutama dengan agresifnya brand asal Tiongkok. Karena itu, Suzuki harus memastikan potensi volume penjualan sebelum mempertimbangkan produksi lokal.
Meski begitu, peluang eVitara untuk dirakit di Indonesia tetap terbuka. Hal ini semakin menarik karena model kembarannya, Toyota Urban Cruiser EV, yang menggunakan platform serupa, kabarnya direncanakan untuk diproduksi di dalam negeri. Namun, baik Suzuki maupun Toyota belum mau mengungkap lebih jauh terkait kemungkinan kolaborasi keduanya dalam hal produksi regional.
Suzuki menegaskan bahwa eVitara bukan satu-satunya strategi elektrifikasi mereka. Perusahaan tetap akan menyediakan berbagai pilihan untuk konsumen, dari hybrid hingga full EV. Namun, kehadiran eVitara menjadi simbol langkah baru Suzuki memasuki pasar BEV secara serius dan lebih kompetitif.
Dengan persiapan yang semakin matang, kehadiran Suzuki eVitara di IIMS 2026 diprediksi bakal menjadi salah satu sorotan utama pameran. Jika respons publik positif, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi salah satu basis produksi masa depan bagi model elektrifikasi Suzuki.