Hyundai Siapkan MPV Hybrid Baru untuk Tantang Veloz

Hyundai kembangkan MPV hybrid 1.5L untuk generasi baru Stargazer.

Hyundai Stargazer Cartenz
Sumber : Istimewa

Highlights :

  • Hyundai sedang mengembangkan MPV hybrid B-segment berbasis mesin 1.5L.
  • Diduga kuat akan menjadi generasi baru Hyundai Stargazer.
  • Tertunda meluncur hingga setelah 2025 karena masih dalam tahap pengembangan.
  • Fokus Hyundai: menghadirkan teknologi hybrid terjangkau untuk pasar ASEAN.
  • Estimasi tenaga gabungan 100–130 PS dengan efisiensi 15–30% lebih baik.
  • Diprediksi menjadi rival langsung Toyota Veloz Hybrid dan Xpander Hybrid.

Hyundai mulai memanaskan persaingan MPV hybrid di Indonesia. Lewat pernyataan resmi Presiden Direktur PT Hyundai Motors Indonesia, Ju Hun Lee, pabrikan asal Korea Selatan itu memastikan sedang mengembangkan MPV hybrid baru di segmen B. Model ini diperkirakan menjadi generasi terbaru Hyundai Stargazer dan diproyeksikan langsung berhadapan dengan Toyota Veloz Hybrid yang kini mendominasi pasar keluarga serbaguna.

Lee menegaskan bahwa Hyundai sudah menyiapkan mesin hybrid 1.5 liter yang nantinya menjadi sumber tenaga utama Stargazer generasi berikutnya. Meski begitu, ia memastikan bahwa publik belum bisa berharap model tersebut meluncur tahun depan karena proses pengembangan masih berlangsung dan membutuhkan waktu. Hyundai, kata Lee, punya strategi berbeda dari pabrikan Jepang yang lebih dulu agresif mengembangkan lini hybrid di segmen menengah hingga atas.



Menurutnya, fokus Hyundai saat ini adalah menghadirkan teknologi hybrid yang lebih terjangkau untuk konsumen ASEAN, bukan sekadar memperkuat model premium seperti Santa Fe, Palisade, atau Tucson yang lebih dulu memakai teknologi Smartstream tingkat tinggi.

Langkah ini dinilai cukup masuk akal. Stargazer sendiri baru saja mendapat penyegaran lewat varian Cartenz tahun ini, sehingga pembaruan besar memang belum diperlukan dalam waktu dekat. Namun kebutuhan Hyundai untuk menyediakan opsi hybrid di segmen B menjadi semakin mendesak, mengingat kompetitor utama seperti Toyota dan Mitsubishi sudah menyiapkan strategi elektrifikasi untuk lini low MPV dan compact SUV mereka.



Secara teknis, kombinasi motor listrik dengan mesin Smartstream 1.5 liter dipandang paling realistis untuk pasar Indonesia. Konfigurasi ini diperkirakan mampu menghasilkan tenaga gabungan di kisaran 100–130 PS dengan torsi bawah yang lebih instan. Selain performa yang lebih responsif, skema hybrid ini juga berpotensi meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 15–30 persen dibanding varian bensin konvensional. Angka tersebut menjadi nilai jual penting bagi segmen keluarga yang sensitif terhadap efisiensi dan biaya operasional.

Pendekatan mesin modular yang dikembangkan Hyundai juga memungkinkan biaya riset dan produksi lebih efisien, mirip dengan strategi mesin 2NR-VEX milik Toyota yang dipakai di Yaris Cross HEV, Vios HEV, hingga Veloz HEV. Mitsubishi pun mengambil jalur serupa lewat mesin Atkinson 4A92 untuk Xpander Hybrid dan calon Xforce Hybrid.



Dengan arah pengembangan ini, gebrakan Hyundai di segmen MPV hybrid Indonesia patut dinantikan. Jika sukses, Hyundai Stargazer Hybrid generasi baru bisa menjadi salah satu pemain terkuat dan mengubah peta persaingan low MPV ramah lingkungan di Tanah Air.

Terkait