Mazda EZ-6 Siap Masuk Pasar, Changan Deepal LO7 Pasang Strategi Berbeda

Mazda EZ-6 siap hadir, Changan siapkan strategi untuk LO7.

Mazda EZ-6
Sumber : Istimewa

Highlights :

  • Mazda dan Changan berkolaborasi menghadirkan EZ-6 dan EZ-60.
  • Mazda EZ-6 berbasis platform sama dengan Changan Deepal L07.
  • Kedua model diyakini berpotensi masuk Indonesia.
  • Changan Indonesia optimistis tanpa strategi khusus menghadapi Mazda.
  • Mazda EZ-6 tersedia dalam varian BEV dan REEV dengan harga setara Rp 279–374 juta.

Mazda semakin serius memperkuat portofolio kendaraan listriknya dengan menghadirkan EZ-6 dan EZ-60, dua model hasil kolaborasi strategis bersama Changan Automobile di Cina. Kehadiran duo EV ini menarik perhatian karena Mazda mengembangkan EZ-6 dengan basis platform EPA1, sama persis dengan model Changan Deepal L07. Tak heran jika secara proporsi bodi, dimensi, hingga sejumlah komponen mekanis, kedua kendaraan tersebut terlihat hampir serupa.

Meski demikian, Mazda tidak serta-merta menyalin identitas Deepal L07. Pabrikan asal Jepang ini tetap mempertahankan karakter khasnya lewat sentuhan desain Kodo yang ikonik. Hal itu terlihat dari penggunaan gril tertutup yang menjadi ciri mobil listrik Mazda, dipadukan lampu depan LED yang menyipit dan agresif. Interiornya pun mendapatkan penyegaran agar tetap selaras dengan DNA premium Mazda.



Yang membuat pasar Indonesia semakin penasaran, baik Mazda EZ-6 maupun Changan Deepal LO7 disebut berpotensi besar mengaspal di Tanah Air dalam waktu dekat. Apabila Mazda benar-benar memboyong EZ-6, kondisi ini jelas menjadi tantangan baru untuk Changan Indonesia yang tengah menyiapkan lini Deepal untuk masuk ke pasar lokal. Mazda punya reputasi kuat dan basis pengguna setia yang sudah lama terbentuk di Indonesia—sebuah keunggulan historis yang sulit diabaikan.

Terkait dinamika tersebut, Changan Indonesia akhirnya buka suara. Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia, menyebut pihaknya tidak menyiapkan strategi khusus untuk bersaing langsung dengan Mazda. Menurutnya, segmen yang disasar kedua merek cukup berbeda sehingga tidak perlu ada kekhawatiran berlebihan. Surya menegaskan bahwa Changan akan menerapkan pendekatan unik dalam memasarkan Deepal LO7, menyesuaikan kebutuhan konsumen Indonesia yang semakin terbuka terhadap teknologi listrik.



Ia juga mengakui bahwa hingga saat ini pihaknya belum mengetahui arah strategi Mazda secara detail—apakah EZ-6 akan dipasarkan global atau hanya diprioritaskan di Cina. Namun ia tetap percaya diri bahwa Deepal LO7 memiliki daya tarik tersendiri, terutama karena mobil listrik asal Cina dikenal menawarkan teknologi tinggi dengan harga lebih kompetitif.

Mazda EZ-6 sendiri hadir dalam dua opsi elektrifikasi: Battery Electric Vehicle (BEV) dan Range-Extended EV (REEV). Sementara untuk EZ-60, model ini meluncur di Cina pada 25 September dengan harga mulai 119.900 yuan hingga 160.900 yuan, atau sekitar Rp 279 juta hingga Rp 374,4 juta berdasarkan kurs rupiah.



Dengan semakin banyak pemain yang masuk, persaingan pasar EV Indonesia diprediksi makin seru. Konsumen pun diuntungkan dengan pilihan yang kian beragam, mulai dari desain, teknologi, hingga rentang harga yang bisa disesuaikan kebutuhan.

Terkait