Nissan Teana dan N6 2025: Revolusi Teknologi dan Desain di Pasar China

Nissan kembali menunjukkan komitmen kuatnya di pasar China dengan meluncurkan dua model premium, Nissan Teana dan N6. Keduanya menggabungkan inovasi teknologi, efisiensi energi, serta desain futuristik yang diproduksi oleh kemitraan Dongfeng-Nissan. Simak spesifikasi lengkap, fitur unggulan, serta strategi pasar yang menarik.

Nissan Teana
Sumber : Istimewa

Kolaborasi antara Nissan dan Dongfeng di pasar China kembali mencatatkan sejarah dengan peluncuran dua model ikonik: Nissan Teana dan Nissan N6. Meski Nissan Teana di Indonesia sudah tidak diproduksi sejak beberapa tahun lalu, model ini kembali hidup dalam versi terbarunya di Tiongkok, sementara N6 menjadi sedan plug-in hybrid (PHEV) pertama dari Nissan yang hadir dengan teknologi canggih. Keduanya dirilis dalam rangka merayakan perayaan kolaborasi kedua perusahaan, yang bertujuan mengubah peta persaingan di segmen sedan premium China.

Nissan N6 dan Teana tidak hanya menawarkan dimensi yang lebih besar, tetapi juga fitur unggulan yang menggabungkan teknologi terkini. N6, yang berbasis platform N7, ditenagai oleh mesin bensin 1.500 cc dan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) 21,1 kWh. Ini memungkinkan jarak tempuh hingga 130 km hanya dengan tenaga listrik, menjawab kebutuhan konsumen akan efisiensi energi dan ramah lingkungan. Sementara itu, Nissan Teana menawarkan dua pilihan mesin: 2.000 cc dan 2.000 cc Turbocharged, yang memberikan performa lebih dinamis untuk pengendara yang menginginkan kenyamanan dan kecepatan.

Desain keduanya mengusung konsep V-Motion khas Nissan, yang memberikan kesan sporty dan modern. Nissan Teana memiliki dimensi panjang 4.920 mm, lebar 1.850 mm, dan wheelbase 2.825 mm, menjadikannya sedan dengan kabin paling lapang di kelasnya. Sementara N6 lebih ringkas dengan panjang 4.831 mm dan wheelbase 2.815 mm, tetapi tetap menawarkan ruang yang lega berkat desain aerodinamisnya.

Salah satu fitur unggulan yang membedakan kedua model ini adalah sistem HarmonySpace 5.0 di Nissan Teana. Teknologi ini dikembangkan berkolaborasi dengan Huawei, yang mengintegrasikan pusat kontrol kendaraan, hiburan, dan konektivitas terkini. Fitur ini memungkinkan pengemudi dan penumpang mengakses layanan digital, streaming, hingga kontrol suara dengan respons yang cepat dan akurat. N6 juga tidak kalah canggih, dengan sistem hiburan yang dirancang khusus untuk pengalaman berkendara yang lebih interaktif.

Strategi Nissan dalam meluncurkan kedua model ini sangat jelas: menarik konsumen China yang menginginkan keseimbangan antara teknologi, kenyamanan, dan efisiensi. Harga keduanya diperkirakan berkisar antara 160.000 hingga 180.000 Yuan (sekitar Rp372 juta hingga Rp419 juta), yang menempatkan N6 dan Teana di segmen premium. Nissan optimis bahwa keduanya akan menjadi andalan di pasar China, terutama karena permintaan akan kendaraan listrik dan hibrida terus meningkat.

Bagi penggemar Nissan, peluncuran ini merupakan kabar baik. Meski Teana tidak lagi hadir di Indonesia, model ini tetap menjadi simbol keunggulan Nissan dalam menggabungkan desain Jepang dengan teknologi mutakhir. Sementara N6 menjadi langkah maju Nissan dalam memperluas portofolionya di pasar global, terutama di China yang menjadi pusat inovasi otomotif. Keduanya menandai era baru bagi Nissan di Asia, dengan fokus pada keberlanjutan, kenyamanan, dan koneksi digital.

Bagi konsumen China, keduanya menawarkan pilihan yang lebih luas: Nissan N6 untuk yang menginginkan efisiensi tenaga listrik, sementara Nissan Teana cocok untuk yang mencari performa dan teknologi premium. Dengan strategi ini, Nissan berharap dapat memperkuat posisinya di pasar China, yang dikenal sangat kompetitif dan dinamis. Peluncuran ini juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Nissan dan Dongfeng mampu menghasilkan produk yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pasar lokal.

Terkait