Mitsubishi Rencanakan SUV Baru 2026: Pajero atau Pajero Sport?

Mitsubishi Motor Corporation mengumumkan rencana peluncuran SUV off-road terbaru pada 2026. Apakah ini adalah Pajero yang kembali atau penyambung generasi Pajero Sport? Simak detail teknologi, desain, dan strategi kompetitifnya.

Mitsubishi Rencanakan SUV Baru 2026
Sumber : Istimewa

Mitsubishi Motor Corporation membuat gebrakan besar di dunia otomotif dengan mengumumkan rencana peluncuran SUV off-road terbarunya pada tahun 2026. Pengumuman ini dilakukan Presiden Mitsubishi, Takao Kato, dalam acara Tokyo Auto Salon (TAS) yang menjadi ajang pengenalan strategi perusahaan di pasar global. Meski belum mengungkap detail spesifik, spekulasi liar mulai bermunculan: apakah ini kembalinya legenda Pajero atau evolusi dari Pajero Sport yang telah berusia satu dekade?

Berbeda dengan generasi sebelumnya yang menggunakan konstruksi monokok, SUV terbaru ini diperkirakan akan dibangun di atas platform sasis Triton, mesin yang telah terbukti tangguh di pasar komersial. Strategi ini dianggap lebih efisien mengingat Triton memiliki basis teknologi yang mumpuni untuk menopang SUV berukuran besar. Namun, keputusan ini juga memicu pertanyaan: apakah nama 'Pajero' yang ikonik akan kembali digunakan, atau Mitsubishi memilih untuk fokus pada Pajero Sport yang lebih kompetitif di kelas SUV premium?

Kabar terbaru menyebutkan bahwa Mitsubishi sedang menyiapkan dua versi mesin untuk SUV ini. Pertama, mesin bensin twin-turbo 2.400 cc yang mampu menghasilkan tenaga 201 hp dan torsi 470 Nm—sama dengan yang digunakan di Triton. Kedua, opsi hibrida plug-in (PHEV) yang mengadaptasi teknologi dari Outlander PHEV. Sistem ini menggabungkan mesin bensin 2,4 liter dengan dua motor listrik dan baterai lithium-ion, menghasilkan total tenaga 248 hp dan torsi 450 Nm. Namun, tantangan utama terletak pada penyesuaian teknologi hibrida ini dengan bobot dan ukuran SUV yang lebih besar, yang mungkin memerlukan peningkatan kapasitas baterai atau optimasi distribusi tenaga.

Desain SUV ini juga menjadi sorotan. Foto spionase yang beredar menunjukkan siluet yang lebih agresif dengan dimensi yang lebih besar dari Pajero Sport saat ini. Beberapa analis memprediksi bahwa desain akan mengadopsi elemen klasik Pajero generasi pertama, seperti gril horizontal dan fog lamp bergaya off-road, sambil tetap mempertahankan kesan modern dengan lampu LED tipe DRL. Interior diperkirakan akan mengusung dashboard digital, layar infotainment 12 inci, dan sistem hibrida yang terintegrasi dengan kontrol iklim otomatis.

Strategi pasar Mitsubishi cukup ambisius. SUV ini tidak hanya akan bersaing dengan Toyota Land Cruiser Prado, tetapi juga menargetkan segmen SUV premium yang selama ini dikuasai oleh merek-merek Eropa. Dengan harga yang diperkirakan mulai dari Rp 1 miliar, Mitsubishi berharap SUV ini dapat menarik konsumen yang menginginkan keseimbangan antara performa off-road dan kenyamanan berkendara di jalan raya.

Kolaborasi dengan Nissan, yang sempat diwacanakan, tampaknya tidak terwujud. Namun, perusahaan Jepang ini tetap membuka kemungkinan berbagi teknologi dengan aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi. Fokus utama kini adalah pengembangan platform sasis yang lebih ringan dan efisien, sekaligus memastikan SUV ini mampu memenuhi standar emisi yang semakin ketat.

Prospek peluncuran SUV ini juga dipengaruhi oleh tren pasar. Pasar SUV di Indonesia dan Asia Tenggara terus tumbuh, terutama untuk segmen kendaraan off-road yang bisa digunakan dalam kondisi medan ekstrem. Dengan menggabungkan DNA Pajero yang legendaris dan fitur modern, Mitsubishi optimis produk ini akan menjadi andalan di kelasnya.

Bagi penggemar otomotif, kehadiran SUV ini menjadi penantian yang penuh harapan. Apakah ini akan menjadi Pajero yang kembali menorehkan sejarah, atau Pajero Sport yang lebih fokus pada kelas premium? Jawaban pasti akan terungkap pada 2026 nanti. Yang jelas, Mitsubishi sedang membangun fondasi kuat untuk kembali menjadi pemain utama di pasar SUV global.

Terkait