Mazda CX-6e Debut Global, Sinyal Pengganti MX-30 di Indonesia
Mazda CX-6e debut global, SUV listrik anyar calon pengganti MX-30 di Indonesia.
Highlights:
- Mazda CX-6e resmi debut global di Brussels Motor Show
- Dikembangkan bersama Changan, sebelumnya eksklusif China
- Desain modern khas Mazda dengan sentuhan futuristik
- Jarak tempuh diklaim hingga 600 km
- Berpotensi menggantikan Mazda MX-30 di Indonesia
Mazda kembali menunjukkan keseriusannya di pasar kendaraan listrik global lewat peluncuran Mazda CX-6e, SUV listrik terbaru yang resmi debut secara internasional di ajang Brussels Motor Show. Kehadiran model ini menjadi sorotan karena sebelumnya hanya dipasarkan khusus di China dengan nama Mazda EZ-60, hasil kolaborasi strategis antara Mazda dan pabrikan otomotif asal Tiongkok, Changan.
Langkah Mazda membawa CX-6e ke panggung global menandai babak baru dalam ekspansi kendaraan listrik mereka. Changan sendiri bukan nama asing, mengingat merek ini telah lebih dulu menjual produknya di Indonesia. Kolaborasi keduanya berfokus pada pengembangan teknologi elektrifikasi, efisiensi daya, hingga performa yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar modern.
Mazda CX-6e pertama kali dikenalkan ke publik pada Shanghai Motor Show, sebelum akhirnya diperluas ke pasar global. Dalam keterangan resminya, Mazda menyebutkan bahwa CX-6e dijadwalkan meluncur di Eropa pada musim panas tahun ini, lalu dilanjutkan ke pasar Australia. Peluncuran tersebut sekaligus membuka peluang kehadirannya di negara lain, termasuk Indonesia.
Dari sisi desain, Mazda CX-6e tetap mempertahankan identitas khas Mazda yang elegan dan sporty. Gril ikonik Mazda kini tampil lebih futuristik dengan aksen LED bar yang membingkai bagian depan, menciptakan karakter visual baru yang menegaskan statusnya sebagai mobil listrik. Sentuhan desain ini sebelumnya juga diterapkan pada sedan listrik Mazda 6e (EZ-6) yang diproyeksikan sebagai penerus Mazda 6.
Walaupun Mazda Indonesia belum memberikan konfirmasi resmi, sinyal kehadiran CX-6e di Tanah Air semakin kuat. Terlebih, versi setir kanan akan segera dipasarkan di Australia, pasar yang kerap menjadi acuan bagi model-model Mazda di Indonesia. Di Negeri Kanguru, CX-6e diposisikan sebagai rival langsung BYD Sealion 7, salah satu SUV listrik yang tengah naik daun.
Berbicara soal spesifikasi, Mazda CX-6e dibekali baterai LFP (Lithium Ferro Phosphate) berkapasitas 77,94 kWh. Konfigurasi ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 600 kilometer dalam satu kali pengisian daya, menjadikannya kompetitif di segmen SUV listrik menengah. Di pasar China, CX-6e tersedia dalam versi listrik murni dan Extended Range Electric Vehicle (EREV), namun untuk pasar global, Mazda diperkirakan akan memprioritaskan varian listrik penuh.
Sebagai catatan, saat ini Mazda hanya memiliki satu mobil listrik di Indonesia, yakni MX-30. Model tersebut bahkan sudah dihentikan penjualannya di Jepang karena performa pasar yang kurang memuaskan. Kondisi ini semakin memperkuat dugaan bahwa Mazda CX-6e dipersiapkan sebagai pengganti MX-30, sekaligus menjadi tumpuan baru Mazda dalam persaingan mobil listrik di Indonesia.