TMMIN Mantap Jadikan Indonesia Basis Produksi Otomotif Global

TMMIN perkuat Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor otomotif global.

TMMIN
Sumber : Istimewa

Highlights:

  • TMMIN tegaskan komitmen jadikan Indonesia basis produksi global
  • Ekspor kumulatif Toyota tembus 3 juta unit ke 100+ negara
  • Kandungan lokal kendaraan Toyota melampaui 80 persen
  • Ekosistem otomotif serap hingga 360 ribu tenaga kerja
  • Indonesia bertransformasi dari perakitan ke manufaktur berteknologi

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) kembali menegaskan posisinya dalam peta industri otomotif global. Perusahaan memastikan komitmen jangka panjang untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan Toyota, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga sebagai pusat ekspor ke berbagai negara di dunia.

Komitmen tersebut tercermin dari capaian ekspor kumulatif TMMIN yang telah menembus angka 3 juta unit kendaraan. Produk buatan Indonesia kini telah dikirim ke lebih dari 100 negara yang tersebar di kawasan Asia, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, hingga Oseania. Capaian ini menjadi tonggak penting perjalanan panjang Toyota bersama Indonesia dalam membangun industri otomotif berdaya saing global.



Presiden Direktur TMMIN, Nandi Julyanto, menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari konsistensi pengendalian kualitas dan kemampuan pabrik di Indonesia dalam memenuhi standar tinggi pasar internasional. Menurutnya, kualitas produk yang stabil menjadi kunci utama yang memperkuat kepercayaan global terhadap Indonesia sebagai basis produksi Toyota.

Nandi juga menyoroti peran sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat kapabilitas manufaktur nasional. Kolaborasi ini mendorong industri otomotif tumbuh sebagai salah satu tulang punggung sektor manufaktur, dengan kontribusi mencapai sekitar 18 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.



Lebih jauh, komitmen TMMIN tercermin dari tingginya tingkat kandungan lokal kendaraan yang diproduksi di Indonesia. Saat ini, sejumlah model Toyota yang dipasarkan di dalam negeri maupun diekspor telah memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 80 persen. Tingginya kandungan lokal ini tidak hanya meningkatkan daya saing produk, tetapi juga memperkuat struktur rantai pasok nasional.

Dampak ekonomi dari penguatan basis produksi ini pun terasa signifikan. TMMIN membangun ekosistem industri bersama lebih dari 760 perusahaan pemasok, termasuk pelaku usaha kecil dan menengah. Dari ekosistem tersebut, sektor otomotif mampu menyerap sekitar 360 ribu tenaga kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Ke depan, TMMIN menargetkan penguatan peran Indonesia sebagai pusat produksi dan ekspor global melalui perluasan pasar, peningkatan kualitas manufaktur, pendalaman rantai pasok dalam negeri, serta pengembangan sumber daya manusia. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan ekspor di tengah dinamika industri otomotif dunia yang terus berubah.



Pandangan positif juga datang dari pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu. Ia menilai capaian ekspor 3 juta unit menjadi bukti nyata bahwa industri otomotif Indonesia telah bertransformasi menjadi pemain utama dalam rantai pasok global. Menurutnya, keberhasilan ini mencerminkan kesiapan industri nasional dari sisi kualitas produk, efisiensi produksi, hingga ketangguhan sistem logistik.

Yannes menambahkan, pembinaan pemasok lokal secara berjenjang oleh TMMIN telah mendorong industri komponen nasional naik kelas. Lokalisasi produksi komponen berteknologi tinggi, seperti blok mesin dan material resin, dinilai mampu mengurangi ketergantungan impor sekaligus meningkatkan ketahanan industri terhadap fluktuasi nilai tukar.

Ia juga menyoroti kemampuan manufaktur TMMIN yang kini mampu memproduksi kendaraan bermesin pembakaran internal dan hybrid electric vehicle dalam satu lini produksi. Menurutnya, hal ini menegaskan bahwa fasilitas Toyota di Indonesia telah bertransformasi menjadi pusat manufaktur modern yang adaptif, efisien, dan siap menghadapi masa depan industri otomotif global.

Terkait