Mazda dan Changan Bersaing Kembangkan Mesin Rotary untuk Masa Depan Mobilitas

Mazda dan Changan melalui Harbin Dongan Auto Engine bersaing memperkenalkan mesin rotary Wankel untuk aplikasi mobilitas masa depan. Mesin R05E dengan teknologi inovatif siap memperkuat ekonomi ketinggian rendah di Tiongkok.

Mesin Rotary
Sumber : Istimewa

Ketika Mazda dikenal sebagai pengembang mesin Wankel selama dekade terakhir, kini perusahaan otomotif Tiongkok Changan juga terlibat dalam perebutan teknologi mesin rotary. Melalui anak perusahaannya, Harbin Dongan Auto Engine, Changan telah berhasil menyelesaikan penyalaan perdana mesin rotor tunggal R05E. Mesin ini menjadi penantang serius bagi Mazda yang juga berencana menghidupkan kembali mesin Wankel di produk masa depan.

Mesin R05E, dikembangkan oleh Harbin Dongan, adalah mesin rotary pertama China dengan spesifikasi tinggi yang dijadwalkan akan diproduksi massal pada 2027. Desainnya menggabungkan rotor segitiga dengan tepi melengkung, sistem pengapian ganda sirkuit independen, dan poros eksentrik bermassa rendah. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi energi tetapi juga mengurangi getaran, menjadikannya pilihan ideal untuk aplikasi mobilitas modern.

Salah satu inovasi kunci mesin R05E adalah penggunaan lapisan nanodimond composite (NDC) pada komponen-komponen kritis. Teknologi ini meminimalkan gesekan dan mengurangi konsumsi energi hingga 20% dibandingkan mesin konvensional. Selain itu, casing aluminium cor yang ringan namun kuat memberikan kontribusi signifikan pada efisiensi bahan bakar dan keandalan mesin di berbagai kondisi operasional.

Keunggulan utama mesin R05E terletak pada rasio daya terhadap berat yang luar biasa. Dengan daya keluaran 71 tenaga kuda pada putaran 6.500 rpm dan desain kompak, mesin ini cocok untuk kendaraan berukuran sedang hingga besar yang beroperasi di ketinggian rendah. Hal ini menjadikannya pilihan utama untuk pengembangan ekonomi "ketinggian rendah" yang diusung pemerintah Tiongkok.

Ekonomi ketinggian rendah mengacu pada sektor inovatif yang fokus pada aktivitas di wilayah udara di bawah 1.000 meter. Salah satu aplikasi utamanya adalah kendaraan lepas landas dan pendaratan listrik (eVTOL) yang tengah menjadi fokus pengembangan. Mesin R05E dengan kepadatan daya ultra-tinggi dan kinerja NVH (noise, vibration, harshness) yang optimal, siap mendukung mobilitas udara masa depan.

Dengan sistem penyeimbang terintegrasi dan jaket air yang efisien, mesin ini menawarkan keseimbangan sempurna antara performa dan efisiensi. Changan menegaskan bahwa R05E tidak hanya akan digunakan dalam sektor otomotif konvensional, tetapi juga di bidang transportasi udara seperti eVTOL, drone logistik, dan sistem pengisian daya portabel.

Foto - Kompetisi Teknologi Mesin Rotary antara Mazda dan Changan

Kompetisi antara Mazda dan Changan dalam pengembangan mesin rotary mencerminkan kebutuhan industri otomotif global untuk solusi inovatif. Sementara Mazda fokus pada pengembangan mesin Wankel untuk kendaraan konvensional, Changan melangkah lebih jauh dengan mengintegrasikannya ke dalam ekosistem mobilitas udara. Pilihan ini tidak hanya mencerminkan visi teknologi masing-masing perusahaan, tetapi juga respons terhadap kebutuhan pasar yang semakin dinamis.

Bagi konsumen, kembalinya mesin rotary berarti lebih banyak pilihan dalam hal kinerja dan efisiensi. Bagi industri, ini menjadi bukti bahwa teknologi yang dianggap "kuno" masih memiliki potensi besar jika dikembangkan dengan pendekatan modern. Dengan dukungan dari pemerintah Tiongkok terhadap ekonomi ketinggian rendah, mesin R05E berpotensi menjadi fondasi baru dalam revolusi mobilitas udara global.

Terkait