Bunyi Kasar Mesin Mobil? Ini Penyebab dan Solusi yang Harus Diketahui

Penjelasan lengkap tentang penyebab bunyi kasar pada mesin mobil lama, mulai dari kerusakan komponen hingga perawatan yang kurang optimal. Simak cara mengatasinya sebelum kerusakan memburuk.

Klep Mesin Mobil
Sumber : Istimewa

Setiap pemilik mobil pasti pernah mengalami momen ketika mesin tiba-tiba mengeluarkan suara yang tidak biasa. Terutama pada mobil yang sudah berusia lebih dari 5 tahun, bunyi kasar atau berisik di area mesin sering kali menjadi pertanda adanya masalah mekanis yang perlu segera diperiksa. Jika diabaikan, kondisi ini bisa berujung pada kerusakan parah yang berimbas pada biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Menurut Sugiyanto, mekanik berpengalaman di bengkel Auto Clinic Harapan Indah, Bekasi, suara tidak wajar pada mesin tidak bisa dianggap sepele. "Pertama-tama kita harus melakukan pendeteksian sumber suara. Apakah berasal dari bagian atas mesin, tengah, atau bawah? Lokasi ini sangat penting untuk menentukan komponen mana yang bermasalah," terang Sugiyanto yang akrab disapa Ugie.

Salah satu penyebab umum bunyi kasar pada mesin adalah kerusakan pada sistem komponen penggerak seperti noken as atau ratai keteng. "Jika suara terdengar di area atas mesin, kemungkinan besar komponen ini sudah mulai mengalami keausan. Ratai keteng yang sudah aus atau noken as yang tidak berfungsi optimal bisa menghasilkan suara berdengung yang mengganggu," papar Ugie.

Di sisi lain, masalah pada piston juga tidak bisa diabaikan. Toleransi antara piston dengan dinding ruang silinder yang semula sekitar 0,20-0,30 mm bisa bertambah seiring waktu karena ausnya komponen. "Ketika toleransi ini melebar, piston akan bergerak tidak stabil dan menghasilkan suara kasar. Ini sering terjadi di mesin yang tidak dirawat secara rutin," tambahnya.

Bagian bawah mesin juga rentan mengalami masalah serupa. Kerusakan pada kruk as atau metal kruk as yang sudah aus akibat kurangnya perawatan oli bisa menjadi sumber suara aneh. "Oli yang tidak diganti sesuai jadwal akan mengurangi pelumasan, sehingga komponen mesin saling gesek dan menghasilkan suara berisik. Ini adalah masalah yang bisa dicegah dengan perawatan berkala," jelas Ugie.

Menariknya, kondisi ini tidak hanya terkait usia mobil, tetapi juga cara pengemudi merawat kendaraannya. "Banyak pemilik mobil mengabaikan penggantian oli berkala atau memakai oli dengan spesifikasi tidak tepat. Padahal, oli berfungsi sebagai pelumas yang melindungi komponen mesin dari keausan," papar Ugie. Ia menyarankan penggantian oli setiap 5.000-10.000 km tergantung jenis oli yang digunakan.

Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, Sugiyanto menyarankan beberapa langkah preventif. Pertama, lakukan pemeriksaan rutin setiap 5.000 km atau 6 bulan sekali. Kedua, gunakan oli berkualitas sesuai rekomendasi pabrikan. Ketiga, hindari membiarkan mesin bekerja keras dalam jangka lama tanpa jeda. "Jika sudah mendengar suara tidak wajar, jangan tunggu sampai kerusakan parah. Segera bawa ke bengkel terpercaya untuk diagnosis mendalam," pungkasnya.

Kesimpulannya, bunyi kasar pada mesin bukanlah sesuatu yang bisa dianggap biasa. Dengan memahami penyebab umum dan menerapkan perawatan berkala, pemilik mobil bisa menghindari kerusakan mahal. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan mekanik profesional seperti Sugiyanto dari Auto Clinic yang telah membantu ribuan pemilik mobil mengatasi masalah serupa.

Terkait