Bahaya Campur-Campur Cairan Radiator Mobil: Dampak dan Cara Menghindarinya

Pelajari risiko menggabungkan cairan radiator dari merek berbeda pada mobil bensin dan diesel. Penjelasan lengkap tentang dampak kimia, kerusakan mesin, serta tips pencegahan untuk menjaga performa kendaraan.

Radiator Mobil
Sumber : Astra Daihatsu

Salah satu kesalahan fatal yang sering dilakukan pemilik kendaraan adalah mencampur cairan radiator dari merek berbeda. Apakah Anda tahu bahwa tindakan ini bisa menyebabkan kerusakan serius pada sistem pendingin mesin mobil, baik bensin maupun diesel? Artikel ini akan mengungkap detail mengapa hal tersebut berbahaya dan bagaimana menghindarinya.

Cairan radiator, atau coolant, berperan vital sebagai media transfer panas dari mesin ke radiator. Suhu operasional mesin modern bisa mencapai 100-120 derajat Celsius, sehingga diperlukan cairan khusus yang mampu menahan panas tanpa menguap. Setiap produsen cairan radiator memiliki formula unik yang dirancang untuk kompatibel dengan material mesin, termasuk logam, karet, dan komponen lainnya.

Januadi, Technical Service Trainer Volkswagen dari PT Garuda Mataram Motor (GMM), menjelaskan, "Cairan radiator tidak boleh dicampur antar merek. Hal ini dapat mengganggu efisiensi pendinginan dan merusak komponen mesin seperti seal karet dan material aluminium." Penelitian laboratorium menunjukkan bahwa campuran cairan dengan pH dan inhibitor korosi berbeda bisa menghasilkan endapan atau reaksi kimia yang merusak sistem pendingin.

Setiap merek cairan radiator menggunakan bahan dasar yang berbeda. Contohnya, IAT (Inorganic Additive Technology) yang umum digunakan di kendaraan lama, OAT (Organic Acid Technology) untuk mobil modern, dan HOAT (Hybrid Organic Acid Technology) yang merupakan campuran kedua. Ketidakcocokan antara tiga jenis ini bisa menyebabkan:

  • Penurunan kapasitas pendinginan hingga 30%
  • Formasi karat pada pipa radiator
  • Ekspansi seal karet yang berujung kebocoran
  • Penyumbatan saluran pendingin akibat endapan kimia

Salah satu risiko paling mematikan adalah saat komponen thermostat rusak akibat campuran cairan yang tidak sesuai. Thermostat yang tidak bekerja optimal akan mengakibatkan mesin overheat dalam waktu 10-15 menit, terutama saat berkendara di medan berat atau jarak jauh.

Untuk pencegahan, selalu periksa buku manual kendaraan Anda. Produsen mobil seperti Volkswagen, Toyota, atau BMW menentukan spesifikasi cairan radiator secara detail. Contohnya, Volkswagen merekomendasikan cairan G13 dengan kode VW 771 N untuk kendaraan terbarunya. Penggunaan cairan non-rekomendasi bisa membatalkan garansi mesin.

Apabila Anda terlanjur mencampur cairan radiator, segera lakukan prosedur flushing sistem pendingin. Proses ini membutuhkan alat khusus dan dilakukan oleh teknisi berpengalaman. Biaya perbaikan akibat kerusakan dari campuran cairan bisa mencapai Rp 3-5 juta, tergantung tingkat kerusakannya.

Untuk memastikan performa mesin tetap prima, ganti cairan radiator setiap 30.000 km atau 2 tahun (tergantung merek). Selalu simpan cairan bekas di wadah tertutup dan buang sesuai regulasi lingkungan. Dengan perawatan rutin dan pemilihan cairan yang tepat, usia mesin kendaraan Anda bisa bertahan hingga 200.000 km.

Contoh kerusakan seal karet akibat campuran cairan radiator yang tidak sesuai

Ingat, keamanan kendaraan tidak bisa diambil risiko. Investasi kecil dalam pembelian cairan radiator berkualitas akan menghindari kerugian besar di masa depan.

Terkait