GWM Rencanakan Masuk ke Pasar Indonesia dengan Model Diesel dan Pikap: Ini Prediksi Model yang Akan Hadir

GWM berencana menghadirkan model bermesin diesel dan pikap ke Indonesia. Simak analisis lengkap tentang potensi model seperti Haval H9, Wingle, Poer Pao, dan Poer Sahar yang mungkin masuk ke pasar otomotif Nusantara.

GWM Pickup
Sumber : Istimewa

Produsen otomotif asal Tiongkok, GWM, sedang mempersiapkan langkah strategis untuk memperluas pasar di Indonesia dengan menghadirkan model bermesin diesel dan pikap. Rencana ini terungkap melalui wawancara eksklusif dengan Zheng Boyang, Direktur GWM Indonesia, yang optimis dengan potensi pasar Nusantara. Dengan sektor pertanian dan pertambangan yang menjadi tulang punggung ekonomi, Indonesia dinilai sebagai pasar ideal untuk kendaraan bertenaga diesel yang kuat dan andal.

Menariknya, GWM belum secara eksplisit mengungkap model yang akan dipasarkan. Namun, dari portofolionya, beberapa kandidat kuat mulai muncul. Di sektor mobil penumpang, Haval H9—yang dikenal dengan performa luar biasa dan mesin diesel 2400cc—diperkirakan akan menjadi pilihan. Sementara itu, di segmen pikap, tiga model potensial sedang dipertimbangkan: Great Wall Wingle, Poer Pao 2.4, dan Poer Sahar 2.4.

Great Wall Wingle, yang pernah hadir di Indonesia pada 2008, kembali menjadi sorotan. Meski sempat menghilang dari pasar lokal pada 2011, model entry-level ini kini dikembangkan dengan teknologi terkini. Namun, analisis pasar menunjukkan bahwa Wingle mungkin kurang relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia, terutama karena tidak menggunakan mesin diesel 2400cc yang menjadi andalan GWM. Mesin ini juga digunakan di dua model lain, yaitu Poer Pao 2.4 dan Poer Sahar 2.4, yang dirancang untuk segmen menengah hingga atas.

Poer Pao 2.4, yang sudah dirakit di Thailand dan Brunei, menawarkan keseimbangan antara harga dan performa. Sementara itu, Poer Sahar 2.4—dikenal sebagai Shanghai Cannon—telah sukses di Australia dan Afrika Selatan. Kedua model ini dilengkapi dengan mesin diesel 2400cc yang tangguh, cocok untuk medan berat di sektor pertanian dan pertambangan.

Kepala Direktur GWM Indonesia, Zheng Boyang, menyatakan bahwa pasar Indonesia memiliki potensi besar. "Indonesia memiliki industri perkebunan dan pertambangan yang luas, yang membutuhkan kendaraan berdaya tahan tinggi. Kami yakin pikap GWM bisa memenuhi kebutuhan ini," ujar pria yang akrab disapa Howard ini saat ditemui di Shanghai. Ia juga menegaskan bahwa GWM akan memprioritaskan model yang sesuai dengan kebutuhan lokal, termasuk opsi setir kanan untuk mengakomodasi kebiasaan pengemudi Indonesia.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa Haval H9, dengan kapasitas mesin diesel 2400cc dan fitur off-road canggih, bisa menjadi pilihan utama di sektor SUV. Sementara itu, pikap Poer Pao dan Poer Sahar dianggap lebih realistis untuk pasar domestik, mengingat harga yang lebih terjangkau dan spesifikasi yang sesuai dengan aktivitas sehari-hari.

Bagi konsumen, kehadiran GWM di Indonesia berpotensi mengubah dinamika pasar otomotif. Dengan teknologi canggih dan harga yang kompetitif, GWM bisa menjadi pesaing kuat bagi merek-merek lokal maupun internasional. Namun, tantangan utamanya adalah membangun kesadaran merek dan memastikan ketersediaan jaringan purna jual di seluruh wilayah.

Sebagai langkah awal, GWM berencana menggelar peluncuran model pilihan di beberapa kota besar, diikuti dengan kampanye pemasaran yang intensif. Zheng Boyang juga menyebut kemungkinan kerja sama dengan pihak lokal untuk mempercepat produksi dan distribusi.

Dengan rencana ini, GWM optimis bisa menembus pasar Indonesia yang dinilai strategis. Bagi masyarakat Nusantara, kehadiran merek asal Tiongkok ini membuka peluang untuk menikmati kendaraan berkualitas dengan harga terjangkau, terutama di sektor diesel dan pikap yang selama ini didominasi oleh merek lain.

Terkait