JAS Tensei: Reinkarnasi Honda NSX yang Hadir Lebih Radikal untuk Era Modern dari Pininfarina dan JAS Motorsport

JAS Tensei, reinkarnasi NSX karya Pininfarina dan JAS Motorsport, hadir lebih agresif dan modern. Siap bersaing dengan “NSX” versi ItalDesign.

JAS Tensei
Sumber : Istimewa

Highlights:

  • Pininfarina dan JAS Motorsport meluncurkan supercar baru bernama Tensei, reinterpretasi modern Honda NSX NA1
  • Menggunakan bodi serat karbon baru namun mempertahankan pop-up lights dan siluet klasik NSX
  • Ditenagai mesin V6 Honda yang telah dituning + transmisi manual 6-percepatan
  • Debut global penuh dijadwalkan pada paruh pertama 2026
  • Dipamerkan secara privat untuk pelanggan terpilih di Fuji Speedway, menandakan kemungkinan sudah menerima pesanan awa

Legenda itu tidak pernah benar-benar mati — ia bereinkarnasi. Dan nama Honda NSX, ikon dan legenda supercar Jepang yang merevolusi dunia otomotif pada 1990, kini kembali menggeliat, bukan melalui Honda, melainkan lewat dua nama besar yang tak kalah berpengaruh: Pininfarina dan JAS Motorsport. Kelahiran kembali ini diberi nama Tensei, sebuah kata dalam bahasa Jepang yang berarti “rebirth” atau kelahiran kembali, tepat menggambarkan esensi mobil ini.

Proyek ini menjadi sorotan sejak kemunculan teaser gelap pertama beberapa waktu lalu. Kini, gambar yang lebih jelas telah dibagikan ke publik, dan untuk pertama kalinya dunia mengetahui nama resmi sang supercar: Tensei. Kolaborasi antara rumah desain Italia Pininfarina dan divisi balap JAS Motorsport ini seakan menutup lingkaran sejarah yang dimulai 40 tahun lalu, ketika Honda dan Pininfarina bersama-sama menciptakan prototipe HP-X yang kemudian berevolusi menjadi NSX.

Hormati Ikon, Tanpa Takut Berinovasi



Dari dua gambar teaser terbaru, terlihat jelas bahwa Tensei bukan sekadar homage, tetapi reinterpretasi penuh penghormatan dengan sentuhan agresif modern. Proporsi dan bahasa desain khas NSX generasi pertama tetap dipertahankan, terutama atap hitam (black canopy), pop-up lights, spoiler melengkung bergaya orisinal dan garis lampu belakang yang sederhana namun ikonik.

Namun di saat yang sama, banyak elemen lawas disempurnakan untuk menyatu dengan standar supercar masa kini. Bodi mobil kini seluruhnya terbuat dari serat karbon, membuatnya lebih ringan, kaku, serta aerodinamis. Fenders tampak lebih berotot, ditemani oleh ventilasi besar di belakang roda depan, serta air intake ekstra besar di panel belakang untuk pendinginan mesin yang jauh lebih efisien. Di kap depan pun kini terdapat vent besar ala NSX-R generasi NA2, memberi aroma track-focused yang kuat tanpa mengorbankan identitas street-legal.

Yang paling mencolok adalah tongkrongan mobil yang kini jauh lebih lebar dan rendah. Salah satu elemen yang kerap dikritik dari NSX orisinal adalah jarak sumbu roda belakang yang sempit dan overhang yang terlalu panjang. Pininfarina tampaknya menyadari kelemahan ini, karena Tensei menunjukkan proporsi yang lebih ideal dan kokoh, seakan menegaskan bahwa mobil ini bukan nostalgia semata — tetapi evolusi.

Mesin V6 Honda yang Diupgrade Manual Tetap Dipertahankan


Pininfarina dan JAS sangat tertutup soal spesifikasi teknis lengkap, namun mereka memastikan satu hal yang membuat para puris tersenyum: Tensei akan tetap menggunakan mesin V6 Honda dengan transmisi manual 6-percepatan. Walaupun belum diumumkan angka pastinya, dipastikan tenaganya akan jauh di atas 270 hp (274 PS) yang dimiliki NSX orisinal dengan mesin 3.0 liter pada tahun 1990. Dengan proses penalaan khusus oleh JAS Motorsport — tim balap yang memiliki reputasi panjang bersama Honda di arena touring dan GT racing — para penggemar dapat berharap performa kelas atas tanpa kehilangan karakter mesin natural-feeling bawaan NSX.

Selain itu, model ini akan ditawarkan dalam dua konfigurasi setir kiri dan kanan, menandakan bahwa Pininfarina menargetkan pasar global yang luas — dari Jepang hingga Eropa dan Timur Tengah.
Menariknya, Tensei tidak menggunakan lencana Honda, melainkan badge JAS, sebuah langkah strategis untuk menghindari masalah merek sekaligus menegaskan identitas independennya. Kendati begitu, DNA Honda di baliknya sangat terasa.

Interior Masih Misterius, Namun Dipastikan Road-Legal

Walau bagian kabin belum diperlihatkan ke publik, Pininfarina memastikan bahwa Tensei bukanlah mobil track-only, melainkan supercar jalan raya yang nyaman digunakan harian. Hal ini cukup mengejutkan, karena proyek reinterpretasi supercar klasik biasanya berujung pada mobil edisi terbatas yang ekstrem hanya untuk sirkuit. Spekulasi berkembang bahwa versi track-only dapat menyusul di kemudian hari.
Dengan profil dan positioning seperti ini, Tensei tampak ditujukan untuk kalangan kolektor kelas atas yang menginginkan performa tinggi, keunikan historis, dan sentuhan eksklusivitas.

Pameran Eksklusif di Fuji Speedway, Sudah Mulai Dijual?


Dalam informasi resmi, Pininfarina dan JAS mengonfirmasi bahwa Tensei telah dipamerkan secara tertutup kepada pelanggan khusus di Fuji Speedway pada bulan November. Momentum ini menimbulkan dugaan kuat bahwa daftar pesanan awal sudah mulai dibuka, meski harga maupun jumlah produksi belum diumumkan.

Melihat tren supercar restomod dan re-imajinasi yang meledak beberapa tahun terakhir, sangat mungkin Tensei akan diproduksi dalam jumlah sangat terbatas, berpotensi hanya puluhan unit secara global. Dengan faktor historis NSX, nama Pininfarina, dan performa mesin produksi balap, harga diperkirakan akan menembus kategori hyper-collector car.

Siap Debut Global pada 2026. Pertarungan Dua Interpretasi NSX



Pininfarina mengumumkan bahwa peluncuran global penuh dijadwalkan pada paruh pertama 2026, membuat tahun depan menjadi salah satu momen paling ditunggu pencinta NSX.

Yang membuat narasi ini makin menarik, Pininfarina bukan satu-satunya studio desain yang “membangkitkan” NSX. Italdesign, rival sesama studio Italia, juga telah menggoda publik dengan proyek reinterpretasi NSX, bahkan dengan roof snorkel ala NSX-R GT. Dunia otomotif kini menanti duel gaya — siapa reinterpretasi terbaik dari supercar legendaris Jepang.

Terkait