Renault Twingo E-Tech: Ikon Klasik Kembali dalam Wujud EV Terjangkau

Renault Twingo E-Tech hadir sebagai EV ikonik harga terjangkau bergaya retro.

Renault Twingo E-Tech
Sumber : Istimewa

Highlights:

  • Desain nostalgia terinspirasi Renault Twingo generasi pertama
  • Harga terjangkau di bawah €20.000 atau dibawah Rp350 jutaan
  • Baterai LFP 27,5 kWh dengan jarak tempuh 262 km (WLTP)
  • Motor listrik 60 kW dan bobot hanya 1.200 kg
  • Waktu pengisian cepat — 10% ke 80% hanya 30 menit (versi DC fast charging)
  • Dirancang hanya dalam 100 minggu melalui program Leap 100

Renault kembali bersiap bertarung di segmen mobil listrik kompak dengan harga murah, dengan menghadirkan Renault Twingo E-Tech Electric, generasi keempat dari city car legendaris yang kini tampil sebagai kendaraan listrik sepenuhnya. Meski hadir dengan teknologi modern, Twingo terbaru ini justru menggemparkan karena membawa kembali DNA desain klasik generasi pertama—sentuhan nostalgia yang sukses memantik antusiasme para penggemar Renault di media sosial.

Di platform X (sebelumnya Twitter), banyak netizen menyoroti desain Twingo generasi terbaru yang dinilai “mirip banget dengan Twingo lawas”. Komentar seperti “Side view-nya sama persis seperti Twingo pertama dan bikin senyum sendiri” hingga “Lucu banget, sangat French!” memperlihatkan betapa kuat keterikatan emosional publik pada ikon kompak Renault tersebut. Tidak sedikit pula yang berharap mobil ini segera hadir di jaringan dealer, menunjukkan bahwa ekspektasi pasar terhadap model ini sangat tinggi.



Selain desain retro-nya, daya tarik terbesar Twingo E-Tech justru terletak pada harganya yang sangat ramah dompet. Renault menargetkan banderol di bawah €20.000 atau dibawah Rp350 jutaan, menjadikannya salah satu EV paling terjangkau di pasar Eropa dan membuka akses lebih luas bagi konsumen yang ingin beralih dari mobil bensin ke kendaraan listrik.

Agar biaya tetap kompetitif tanpa mengorbankan jarak tempuh, Renault membekali Twingo EV dengan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) berkapasitas 27,5 kWh. Teknologi ini punya densitas energi lebih rendah dari NMC, namun terkenal lebih tahan lama dan murah, serta mampu memberikan jarak tempuh hingga 262 km menurut standar WLTP—angka ideal untuk kebutuhan mobilitas harian di perkotaan.



Dapur pacu Twingo mengandalkan motor listrik 60 kW (setara 82 hp) yang dipadukan dengan bobot ringan hanya 1.200 kg. Hasilnya, city car ini lincah dan responsif dengan akselerasi 0–50 km/jam hanya 3,85 detik, sangat cocok untuk situasi stop-and-go di kota besar.

Untuk pengisian, Twingo E-Tech hadir standar dengan charger AC 6,6 kW yang mampu mengisi baterai dari 10% ke 100% dalam 4 jam 15 menit. Konsumen juga dapat memilih varian yang mendukung AC 11 kW dan DC fast charging 50 kW, di mana pengisian 10% ke 80% dapat ditempuh hanya 30 menit—pas untuk mobilitas cepat ala urban.



Twingo E-Tech juga menjadi kendaraan perdana dalam program “Leap 100”, proyek pengembangan Renault yang menargetkan proses desain hingga produksi hanya dalam 100 minggu. Untuk pasar beriklim dingin, Renault menyematkan sistem pemanas kabin yang dapat dikontrol jarak jauh melalui aplikasi My Renault, menunjukkan fokus pada pengalaman pengguna sehari-hari.

Dengan harga terjangkau, desain nostalgia, efisiensi baterai LFP, serta performa gesit, Renault Twingo E-Tech diposisikan sebagai EV ekonomis yang mampu menggantikan mobil bermesin bensin di segmen yang sama. Tidak berlebihan jika Twingo baru diperkirakan menjadi tulang punggung elektrifikasi Renault di pasar Eropa.


Terkait