DFSK Gelora E Varian Murah Meluncur, Harga Hanya Rp 248 Jutaan

Gelora E B-Type terbaru dari DFSK, EV niaga dengan harga hemat.

DFSK Gelora E
Sumber : Istimewa

Highlights :

  • DFSK rilis varian baru Gelora E B-Type dengan harga Rp 248 juta OTR Jakarta.
  • Tipe Blind Van dengan ruang kargo 2,5 m dan volume hingga 4,8 meter kubik.
  • Ditenagai baterai 38 kWh, jangkauan hingga 268 km per pengisian.
  • Dua mode pengisian: fast charging CCS2 (80 menit dari 20-80%) dan charging AC (Type 2) 3,5 jam.
  • Dilengkapi proteksi baterai standar IP67 dan sistem pengereman ABS untuk operasi logistik yang aman. 

Sebagai penggemar otomotif yang juga memperhatikan tren mobil listrik, gue nggak bisa melewatkan kabar seru dari DFSK di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025. Mereka resmi meluncurkan varian baru Gelora E, yang kali ini lebih “bersahabat” untuk para pelaku usaha kecil menengah. Harga OTR-nya? Cuma Rp 248 juta untuk versi B-Type.

Bagi yang belum kenal, Gelora E ini adalah kendaraan listrik niaga – semacam van operasional yang ramah lingkungan dan hemat energi. Model B-Type yang baru diluncurkan ini punya dimensi yang pas banget untuk logistik: panjang 4,5 meter, lebar 1,6 meter, dan tinggi 2 meter. Ruang kargonya juga lumayan luas, hingga panjang 2,5 meter dan volume maksimum 4,8 meter kubik.



Tapi bukan cuma soal ukuran — performa listriknya juga cukup menjanjikan. Mobil ini dibekali baterai 38 kWh, yang diklaim bisa membawa Gelora E menempuh hingga 268 km dalam sekali pengisian. 

Untuk urusan ngecas, ada dua opsi:
Fast charging (DC CCS2): dari 20% ke 80% dalam waktu sekitar 80 menit.
AC charging (Type 2): butuh sekitar 3,5 jam untuk rentang yang sama.

Keamanan dan keandalan juga jadi perhatian: varian B-Type ini punya proteksi baterai sesuai standar IP67 (tahan debu & air) dan dilengkapi sistem pengereman ABS agar lebih aman saat dipakai operasional berat.



Menurut CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, peluncuran varian ini bukan sekadar untuk “pamer”, tapi bagian dari strategi nyata untuk mendukung produktivitas bisnis. Dia menekankan bahwa inovasi DFSK ditujukan agar para pelaku usaha bisa mendapatkan kendaraan operasional listrik yang efisien, bukan cuma gimmick.Sebelumnya, Gelora E generasi lama memang hadir di pasar, tapi banderolnya jauh di atas varian baru ini karena kapasitas baterai yang lebih besar dan fitur lain. 

Dengan hadirnya versi B-Type, DFSK sepertinya membuka akses armada EV semakin luas, terutama bagi pegiat logistik, usaha ritel, atau UKM yang butuh kendaraan operasional tetapi tetap ramah lingkungan.

Sebagai pecinta otomotif, gue melihat ini sebagai langkah cerdas dari DFSK: menghadirkan EV niaga yang “jujur” efisien dan ekonomis. Bukan cuma mobil listrik mahal untuk gaya, tapi alat kerja harian yang bisa mendukung bisnis sambil menekan jejak karbon. Jika banyak pengusaha lokal yang mulai adaptasi, bisa jadi era armada listrik di Indonesia bakal semakin nyata dan masif.

Terkait