Pentingnya Kebersihan Mobil: Cegah Tikus & Karat dengan Perawatan Berkala

Tidak hanya soal penampilan, menjaga kebersihan mobil secara rutin adalah kunci untuk mencegah masalah serius seperti infestasi tikus, karat, dan risiko kesehatan bagi keluarga. Simak tips lengkap dari ahli bengkel Suzuki Margonda!

Pentingnya Kebersihan Mobil
Sumber : Istimewa

Menjaga kebersihan mobil bukan sekadar soal estetika atau kesan mewah, melainkan juga kewajiban untuk melindungi kenyamanan pengemudi, penumpang, dan komponen kendaraan. Dalam era New Normal, kebersihan mobil menjadi lebih kritis, terutama ketika mobil digunakan untuk perjalanan keluarga atau aktivitas harian. Namun, apa yang terjadi jika kebersihan mobil diabaikan? Bisa jadi, Anda akan menghadapi masalah seperti infestasi tikus, karat pada komponen mesin, atau bahkan risiko kesehatan akibat debu dan kotoran di dalam kabin.

Salah satu area paling rentan adalah ruang mesin. Menurut HB Suryo S., Service Manager bengkel resmi Suzuki Margonda, kasus infestasi tikus di ruang mesin bukan hal langka. "Kami pernah menemukan anak tikus mati di saluran udara evaporator, dengan aroma menyengat yang masuk ke kabin. Kondisi ini terjadi karena ruang mesin tidak terawat," jelasnya. Selain itu, Eko Mardiono, Koordinator Lapangan bengkel yang sama, menekankan bahwa lapisan anti-karat pada mesin mobil akan mulai memudar setelah 6 bulan pemakaian. Jika ruang mesin kotor dan terkena air, risiko karat semakin tinggi.

Untuk mencegah hal ini, kedua ahli tersebut menyarankan perawatan berkala. "Sesuai rekomendasi Suzuki, perawatan interior dan mesin sebaiknya dilakukan setiap 6 bulan. Ini untuk memastikan lapisan anti-karat tetap efektif dan mencegah hama tikus bersarang," papar Eko. Namun, perawatan tidak hanya soal membersihkan fisik. Salah satu kesalahan umum yang dilakukan pemilik mobil adalah penggunaan cairan pembersih berbahan asam. "Cairan beracun ini bisa merusak logam mesin, terlihat dari bintik-bintik putih di blok mesin. Selalu gunakan produk bebas asam," tegas HB.

Bagaimana cara merawat mobil secara optimal? Berikut beberapa tips dari para ahli:

  • Inspeksi Rutin Ruang Mesin: Periksa setiap 6 bulan untuk menghilangkan debu, minyak, atau kotoran yang menumpuk. Gunakan lap microfiber dan semprotan pembersih khusus mesin.
  • Gunakan Alat Pembersih Uap: Teknologi ini efektif menghilangkan kotoran membandel tanpa merusak komponen sensitif.
  • Perhatikan Ventilasi Kabin: Pastikan saluran udara bersih dari debu dan jamur untuk menghindari risiko alergi atau iritasi bagi penumpang.
  • Rawat Interior Dengan Produk Aman: Hindari bahan kimia keras. Pilih pembersih berbasis kain atau produk yang ramah lingkungan.

Menariknya, kebersihan mobil juga berdampak pada performa kendaraan. Menurut Eko, mesin yang kotor bisa membuat suhu meningkat dan mengurangi efisiensi bahan bakar. "Kotoran di ruang mesin akan menghambat pendinginan alami. Ini bisa menyebabkan overheat yang berujung pada kerusakan permanen," paparnya.

Bagi pemilik mobil keluarga, kebersihan kabin menjadi prioritas. Eko menyarankan penggunaan karpet anti-selip dan penutup kursi untuk mencegah kotoran dari anak-anak atau hewan peliharaan. "Selain itu, jangan lupa mengganti filter udara setiap 12 bulan. Filter kotor bisa menyebarkan partikel debu ke seluruh kabin," imbuhnya.

Investasi dalam perawatan berkala tidak hanya menghemat biaya perbaikan besar, tetapi juga meningkatkan nilai jual mobil. Menurut HB, mobil yang terawat cenderung diminati konsumen karena dianggap lebih awet dan aman.

Jadi, jangan anggap enteng kebersihan mobil. Jadwalkan servis rutin, perhatikan detail kecil seperti bahan pembersih, dan lindungi keluarga dari risiko kesehatan. Dengan perawatan yang tepat, mobil Anda akan tetap prima, nyaman, dan siap menemani petualangan keluarga di setiap perjalanan.

Terkait