Wuling Eksion Resmi Terdaftar di Indonesia, SUV Baru Penantang Chery E5 & BYD Atto 3
Wuling daftarkan nama Eksion, calon SUV listrik baru di Indonesia.
Highlights :
- Wuling daftarkan nama baru “Eksion” di PDKI
- Diduga kuat berbasis Starlight S
- Dimensi: 4.745 mm x 1.890 mm x 1.685 mm
- Motor listrik 150 kW, baterai 60 kWh, jarak tempuh 510 km
- Varian PHEV dengan mesin 1.500 cc + baterai hingga 20,5 kWh
- Siap menjadi rival BYD Atto 3 dan Chery E5
- Potensi debut dalam waktu dekat
Setelah sebelumnya mendaftarkan Almaz Darion EV dan PHEV ke Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI), Wuling kembali menarik perhatian dengan munculnya nama baru: Wuling Eksion. Nama ini belum pernah digunakan untuk model apa pun di pasar global Wuling, sehingga memunculkan spekulasi bahwa perusahaan tengah mempersiapkan SUV terbaru untuk pasar Indonesia.
Model ini diyakini berkaitan erat dengan lini Wuling Starlight, keluarga produk yang kini mulai diperkenalkan di Indonesia. Tahun 2025, Wuling membawa Starlight 730 dengan nama Cortez Darion, sementara Starlight 560 disebut-sebut menjadi basis dari Almaz Darion EV dan PHEV. Kini, keberadaan nama Eksion disebut-sebut menjadi indikasi kuat bahwa Wuling sedang menyiapkan varian lain dari seri Starlight, yaitu Starlight S, yang berpotensi dipasarkan sebagai calon SUV crossover baru untuk pasar lokal.
Jika benar mengusung basis Starlight S, Wuling Eksion akan berada di segmen di bawah Almaz, menjadikannya pilihan menarik bagi konsumen SUV listrik atau PHEV yang mencari model lebih kompak dan terjangkau. Secara ukuran, model ini disebut memiliki dimensi panjang 4.745 mm, lebar 1.890 mm, dan tinggi 1.685 mm, dengan jarak sumbu roda 2.800 mm. Bobotnya berada di kisaran 1.680–1.790 kilogram.
Salah satu nilai jual yang cukup menonjol adalah klaim bahwa model baru ini memiliki 19 fitur aerodinamika pada eksterior. Efisiensi desain tersebut membuat mobil memiliki drag coefficient 0,277 Cd, membantu meningkatkan jarak tempuh hingga tambahan sekitar 20 km.
Untuk varian listriknya, Wuling Eksion diperkirakan akan dibekali motor penggerak roda depan bertenaga 150 kW (201 hp) dengan torsi puncak 310 Nm. Menggunakan baterai LFP Shenlian 2C berkapasitas 60 kWh, SUV ini dapat melaju hingga 510 km berdasarkan standar pengujian CLTC—angka yang cukup kompetitif di segmen EV menengah.
Sementara versi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) akan membawa mesin bensin 1.500 cc bertenaga 78 kW (105 hp) dan torsi 130 Nm, dipadukan dengan motor listrik yang menghasilkan tenaga 150 kW (201 hp) serta torsi 310 Nm. Ada dua pilihan baterai: 9,5 kWh dan 20,5 kWh, dengan jarak jelajah listrik murni antara 60 km hingga 130 km, tergantung kapasitas baterai.
Jika benar masuk Indonesia, Wuling Eksion berpotensi menjadi penantang serius bagi SUV listrik yang sudah lebih dulu mengaspal, seperti Chery Omoda E5 dan BYD Atto 3, yang saat ini dijual mulai dari kisaran Rp300 jutaan. Namun, strategi harga akan menjadi faktor krusial bagi Wuling agar Eksion mampu bersaing secara agresif di segmen ramai tersebut.
Dengan munculnya nama Eksion dalam data kekayaan intelektual, spekulasi mengenai waktu peluncurannya pun menguat. Banyak yang memprediksi bahwa Wuling dapat menampilkan model ini pada ajang otomotif besar berikutnya, menghadirkan pilihan baru bagi konsumen yang mencari SUV modern serba listrik maupun PHEV.