VinFast Resmi Buka Pabrik Kendaraan Listrik di Subang: Langkah Strategis Menuju Ekosistem Otomotif Terintegrasi di Asia Tenggara

VinFast meluncurkan fasilitas produksi kendaraan listrik di Subang, Jawa Barat, dengan investasi hingga 1 miliar dolar AS. Pabrik ini menjadi pusat pengembangan teknologi otomotif berkelanjutan dan menargetkan kapasitas 350.000 unit per tahun.

Pabrik VinFast
Sumber : Istimewa

VinFast, perusahaan teknologi otomotif asal Vietnam, secara resmi membuka pabrik kendaraan listrik (EV) di Subang, Jawa Barat, pada pekan ini (15/12). Proyek ambisius ini menjadi bagian dari strategi global perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar otomotif berkelanjutan, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Fasilitas seluas 171 hektar ini tidak hanya menjadi pabrik keempat VinFast secara global, tetapi juga yang pertama di luar Vietnam, menandai komitmen jangka panjang terhadap Indonesia.

Investasi awal yang ditanamkan mencapai 300 juta dolar AS (sekitar Rp5,1 triliun), dengan kapasitas produksi awal 50.000 unit per tahun. Namun, rencana jangka panjang perusahaan menyasar peningkatan kapasitas hingga 350.000 unit per tahun, yang akan memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus menjadi basis ekspor ke negara-negara tetangga. Total investasi proyek ini diperkirakan mencapai lebih dari 1 miliar dolar AS (Rp16 triliun), menjadikannya proyek infrastruktur otomotif terbesar di Asia Tenggara dalam dekade terakhir.

Pabrik ini dilengkapi dengan lini produksi terpadu berstandar internasional, termasuk proses body welding, painting, assembly, dan pusat inspeksi kualitas. Teknologi otomasi tinggi dan sistem manajemen canggih diintegrasikan untuk memastikan efisiensi serta kualitas produk yang kompetitif. Gudang logistik yang terletak di lokasi yang sama dirancang untuk mendukung rantai pasok global, memperkuat posisi Indonesia sebagai kawasan manufaktur elektrifikasi.

Pham Sanh Chau, CEO VinFast Asia, mengungkapkan bahwa kehadiran pabrik ini merupakan bagian dari visi perusahaan untuk membangun ekosistem kendaraan listrik terintegrasi di Asia Tenggara. "Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat inovasi otomotif berkelanjutan," katanya. Proyek ini juga mencakup rencana pembangunan kawasan industri pemasok yang akan melibatkan lebih dari 15.000 pekerja, sehingga berkontribusi pada pertumbuhan industri lokal dan peningkatan keterampilan tenaga kerja.

Salah satu fokus utama proyek ini adalah peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk VinFast. Pada 2026, TKDN diperkirakan mencapai lebih dari 40%, meningkat menjadi 60% pada 2029, dan 80% pada 2030. Kariyanto Hardjosoemantoro, CEO VinFast Indonesia, menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya untuk memenuhi insentif pemerintah, tetapi juga untuk memperkuat rantai pasok lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor komponen.

Pabrik Subang akan menjadi basis produksi kendaraan setir kanan seperti VF 3, VF 5, VF 6, dan VF 7, yang dirancang khusus untuk pasar Asia. Dengan fasilitas ini, VinFast berharap dapat mempercepat transisi ke mobil listrik di Indonesia, yang saat ini tengah gencar mendorong kebijakan elektrifikasi transportasi.

Keberadaan pabrik ini juga berdampak signifikan pada ekonomi daerah. Komplek industri yang terletak di Jawa Barat ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga mendorong kolaborasi antara perusahaan multinasional dan pelaku industri lokal. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang hadir dalam peresmian, menyambut baik inisiatif ini sebagai langkah konkret dalam mendorong transformasi sektor manufaktur Indonesia.

Dengan kombinasi investasi besar, teknologi mutakhir, dan komitmen terhadap lokal, VinFast berupaya menjadikan Subang sebagai pusat pengembangan otomotif berkelanjutan yang berdampak global. Proyek ini juga sejalan dengan tren dunia yang menekankan pengurangan emisi karbon melalui adopsi kendaraan listrik, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam industri otomotif masa depan.

Sebagai perusahaan yang memulai perjalanan di industri otomotif sejak 2017, VinFast terus menunjukkan ambisi untuk menjadi pemimpin pasar EV. Dengan pabrik Subang, perusahaan semakin memperluas jangkauannya di Asia Tenggara, sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah dan pelaku industri lokal. Langkah ini diharapkan menjadi katalisator pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan di kawasan ini.

Terkait

VinFast Meluncurkan Inisiatif Revolusioner: 'Suaramu Penentu Langkah Kami' untuk Desain Kendaraan Listrik Generasi Berikutnya

Mobil

2 bulan yang lalu

VinFast mengajak masyarakat Indonesia menjadi bagian dari proses kreatif melalui program crowdsourcing desain 'Suaramu Penentu Langkah Kami'. Partisipasi terbuka untuk memilih dan mengirimkan ide desain untuk lima model mobil listrik VF 5 hingga VF 9, dengan total hadiah Rp 1,335 miliar. Simak detail lengkap dan bagaimana ini mengubah industri otomotif.