Pentingnya Pemeriksaan Spooring dan Balancing Roda Mobil untuk Keselamatan Berkendara

Penjelasan lengkap tentang dampak negatif jika spooring dan balancing roda mobil tidak dilakukan secara benar, serta rekomendasi jarak tempuh untuk pemeriksaan rutin. Baca artikel ini untuk memahami pentingnya perawatan ini dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan berkendara.

Spooring dan Balancing
Sumber : Istimewa

Roda mobil adalah salah satu komponen kritis yang menentukan kenyamanan dan keselamatan berkendara. Namun, banyak pemilik kendaraan sering mengabaikan pemeriksaan rutin terhadap keselarasan roda, seperti spooring dan balancing. Padahal, kedua prosedur ini memiliki peran vital dalam menjaga performa kendaraan serta umur pakai ban. Jika dilakukan secara tidak benar atau bahkan diabaikan, konsekuensinya bisa sangat merugikan, mulai dari kerusakan komponen hingga risiko kecelakaan.

Menurut Zulpata Zaenal, On Vehicle Test (OVT) Manager PT Gajah Tunggal, kegagalan dalam melakukan balancing roda dapat menyebabkan getaran yang terasa di setir, terutama saat kendaraan melaju di kecepatan 60-70 km/jam. Fenomena ini dikenal sebagai "shimmy" dan jika dibiarkan terus-menerus, dapat merusak komponen lain seperti tie rod, bushing, dan sistem kemudi. "Dalam jangka panjang, getaran ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi memperpendek usia komponen mekanis," paparnya.

Sementara itu, spooring yang tidak tepat berdampak pada ketidakstabilan arah kendaraan. Pemilik mobil mungkin mengalami kendaraan yang cenderung bermigrasi ke kiri atau kanan saat dikemudikan, bahkan setir terasa miring. Masalah ini juga menyebabkan penggunaan ban yang tidak merata, sehingga satu sisi ban lebih cepat aus. "Kerusakan pada telapak ban bagian luar atau dalam akan mengurangi daya tahan ban hingga 30-50%, tergantung kondisi jalan," tambah Zulpata.

Pentingnya pemeriksaan spooring dan balancing terutama di wilayah dengan kondisi jalan yang tidak ideal, seperti bergelombang atau berlubang. Jalan-jalan seperti ini mempercepat munculnya ketidakseimbangan roda. Rekomendasi umum adalah melakukan balancing setiap 10.000 km dan spooring setiap 10.000-20.000 km. Namun, jika kendaraan sering melewati medan yang kasar, frekuensi pemeriksaan perlu ditingkatkan.

Untuk mengidentifikasi masalah spooring atau balancing, pemilik mobil bisa mengamati beberapa tanda, seperti getaran di setir, ban yang aus tidak merata, atau kendaraan yang cenderung menyimpang dari arah lurus. Jika gejala ini muncul, segera lakukan pemeriksaan ke bengkel terpercaya. Biaya perawatan ini relatif terjangkau dibandingkan kerugian akibat kerusakan lebih lanjut.

Menurut Zulpata, kesadaran masyarakat tentang pentingnya perawatan roda masih rendah. "Banyak orang hanya memperbaiki saat ban sudah benar-benar rusak, padahal pencegahan lebih efektif dan murah," katanya. Dengan menjadwalkan spooring dan balancing secara rutin, pemilik mobil dapat menghindari risiko kecelakaan, mengurangi biaya perbaikan, dan memperpanjang usia kendaraan.

Kesimpulannya, spooring dan balancing bukan sekadar prosedur pilihan, melainkan bagian penting dari perawatan mobil yang tidak boleh diabaikan. Dengan mematuhi jadwal pemeriksaan dan memperhatikan tanda-tanda masalah, pengemudi dapat menikmati berkendara yang aman, nyaman, dan efisien dalam jangka panjang.

Terkait